Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA terjadi gejolak harga daging sapi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengundang rapat koordinasi Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Salah satu cara cepat penyelesaian yang ditawarkan Rachmat Gobel ialah membuka keran impor sapi sesuai dengan kebutuhan konsumsi impor sebanyak 250 ribu ekor.
Menteri Pertanian berpendapat, jumlah impor itu terlalu banyak. Berdasarkan data jumlah sapi di Kementerian Pertanian, peternak dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, Amran meminta agar keran impor dibuka hanya untuk 50 ribu ekor sapi.
Saat sidang kabinet, perbedaan data kebutuhan pasokan dari Kementerian Perdagangan dan dari Kementerian Pertanian sempat dibahas.
Presiden yang berharap swasembada daging lebih percaya pada data Kementerian Pertanian. Kita lihat ketika impor dipatok hanya 50 ribu ekor, yang terjadi kelangkaan pasokan dan harga melambung tinggi. Rachmat Gobel harus menerima getah dilengserkan dari jabatan.
Buruknya ketersediaan data bukan hanya terjadi dalam kasus daging sapi. Gejolak harga terjadi pada komoditas pangan lainnya dan itu disebabkan kesalahan pada pengambilan kebijakan karena persoalan data.
Itulah yang membuat Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil bersepakat memperbaiki basis data yang ada.
Bagi kita, pangan merupakan faktor penentu inflasi yang signifikan. Gejolak pada harga cabai merah atau bawang bisa mengerek inflasi. Padahal, pemerintah berkeinginan mengontrol inflasi pada tingkat yang rendah agar tidak mengganggu target pembangunan.
Penanganan pangan tidak akan berjalan baik kalau tidak didukung data akurat. Apalagi, banyak kegiatan pertanian berada di tangan masyarakat.
Mereka menjalankan kegiatan pertanian hanya sebagai penopang hidup, bukan kegiatan usaha. Demikian pula dengan peternak.
Mereka memelihara sapi bukan sebagai kegiatan usaha. Sapi bagi banyak keluarga peternak ialah tabungan. Mereka hanya akan menjual ternak apabila ada kebutuhan seperti Idul Adha, memperbaiki rumah, atau menyekolahkan anak.
Kebiasaan peternak itu tentu tidak sejalan dengan logika Kementerian Pertanian yang berorientasi produksi. Mereka mengonversikan jumlah sapi kepada produksi, padahal belum tentu sapi itu akan dijual atau dipotong peternak.
Saya pernah ikut terlibat sebagai anggota Forum Masyarakat Statistik. Anggota masyarakat dari berbagai latar belakang diminta Badan Pusat Statistik untuk memberi masukan membangun data yang lebih valid.
Persoalannya basis data yang didapatkan BPS dari kementerian teknis berasal dari data yang lemah akurasinya. Kalau tidak hasil perkiraan petugas lapangan, data berasal dari hasil ekstrapolasi.
Ketika data awalnya benar, ekstrapolasi bisa mendekati kenyataan. Namun, apabila data awalnya berdasarkan perkiraan dan ekstrapolasi dilakukan untuk periode yang panjang, penyimpangan data akan semakin melebar. Itu terjadi pada data produksi pertanian yang berbeda dengan kenyataan.
Apakah sulit membangun basis data baru? Tentu saja tidak apabila ada kemauan. Kita hanya perlu berani menerima kenyataan apabila data baru nanti berbeda jauh dengan data yang ada sekarang.
Demi sebuah perencanaan yang lebih baik dan pembangunan yang lebih berkualitas, kita harus mau melakukan perubahan besar.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved