Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Esprit De Corps?

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
21/6/2019 05:30
Esprit De Corps?
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI)

ADA ekspresi keprihatinan dari para mantan petinggi TNI atas kasus hukum yang menimpa para purnawirawan jenderal. Ada yang emosional, meski lebih banyak yang rasional.

Beberapa hari lalu Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, plus Komjen Polisi (Purn) Sofyan Jacob, ditetapkan sebagai tersangka makar. Selain makar, Kivlan yang mantan Kepala Staf Kostrad itu juga diduga terkait dengan kerusuhan 21-22 Mei. Adapun Soenarko yang mantan Danjen Kopassus terseret kasus penyelundupan senjata api.

Tuduhan tak main-main. Ancaman yang hukumannya pun lima tahun penjara atau lebih. Kivlan dan Soenarko ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Dasarnya, sesuai Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), mereka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan mengulangi tindak pidana.

Mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI (Purn) Johanes Suryo Prabowo tak percaya Soenarko terlibat makar. Ia menilai tuduhan makar itu keji. "Jangan hina kami para purnawirawan dengan makar. Kami punya apa?" kata Suryo dengan nada tinggi pada konferensi pers Advokat Senopati-08 di Jakarta, akhir Mei silam.

Ia pun membandingkan koleganya dengan para mantan jenderal yang ada di pemerintahan. Soenarko, kata Suryo, petempur hebat demi membela negara. Mayjen TNI (Pur) Zacky Anwar Makarim yang juga mantan Kepala Badan Intelijen ABRI mengungkapkan keprihatinan yang sama.

Presiden Joko Widodo pun perlu mengundang para purnawirawan TNI ke Istana Merdeka. Presiden meminta masukan pascakerusuhan 21-22 Mei dalam demonstrasi menolak hasil Pemilu 2019 versi KPU. Mereka memberikan masukan agar dalam menangani kasus hukum para jenderal purnawirawan, pemerintah mempertimbangkan faktor psikologis.

Adakah semangat pasukan (esprit de corps) yang tak hilang? Semangat bajik yang tak lekang dimakan waktu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian berterus terang tak nyaman memproses hukum para purnawirawan terkait dengan dugaan makar. Namun, demi tegaknya hukum, kesamaan warga negara, proses hukum harus terus dilakukan. Hukum tak boleh pandang bulu.

Namun, jaminan tak akan mengintervensi proses hukum para mantan jenderal itu pun ditegaskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. "Terkait dengan proses hukum, TNI tidak ikut karena sudah masuk ranah sipil," kata Hadi. Ada kejujuran Kapolri sekaligus ketegasan Panglima TNI.

Respons berlebihan seperti ditunjukkan Johanes Suryo Prabowo justru bisa ditafsirkan bahwa para jenderal purnawirawan seperti malaikat. Mereka seolah tak mungkin berbuat salah. Ini juga bisa 'memprovokasi' para purnawirawan (bahkan juga tentara aktif) bahwa penegakan hukum itu menghina korps tentara.

Argumen bahwa mereka orang-orang yang pernah berjasa dalam menegakkan kedaultan Republik Indonesia pastilah betul pada masanya karena sumpah TNI memang menjaga kedaulatan negara. Jenjang demi jenjang pangkat yang mereka peroleh dengan seluruh fasilitasnya bukti penghargaan atas prestasi itu telah pula diberikan. Namun, siapa yang menjamin mereka selamanya akan menjadi patriot yang tegak lurus?

Justru menjadi ganjil jika hanya orang-orang sipil yang bisa dituduh makar, sementara mantan militer, meski ada cukup bukti, tak layak. Jika begini, rusaklah penegakan hukum.

Pilihan terbaik bagi kita semua, percaya pada proses hukum. Yang benar dan yang salah bisa dibuktikan di ruang sidang. Semangat bajik ‘esprit de corps’ mestinya pula tak membabi buta, tapi punya sandaran hukum. Mestinya membela mereka yang benar. Bukan yang cemar.

 



Berita Lainnya
  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.