Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT 17 Agustus, ada dua aksi penting menyangkut hak warga berhadapan dengan pengendara sepeda motor di ruang publik. Pertama, warga yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki menghalau pengendara sepeda motor di trotoar. "Hormatilah hak pejalan kaki." Itu terjadi di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (14/8).
Kedua, protes terhadap konvoi motor gede alias moge di Yogyakarta, yang tiada mengindahkan tanda lalu lintas dengan pengawalan polisi.
Elanto Wijoyono menghadang konvoi moge yang melanggar lampu merah dengan memasang badan dan sepeda di zebra cross dan menyuruh pengendara di lampu hijau berjalan. Pesannya lugas, patuhilah rambu lalu lintas, lebih dari itu, hormatilah hak pengendara lainnya.
"Saya membayar pajak." Pesan mendalam!
Seperti tampak pada foto di media, aksi hormatilah hak pejalan kaki diiringi senyum. Pengendara sepeda motor dihalau santun. Sebuah pembelajaran dari warga untuk warga. Bila Satpol PP yang turun tangan, bisa-bisa warga tersakiti.
Pesepeda motor itu rakyat biasa. Motor mereka, untuk membedakannya dengan moge, sebut saja moke (motor kecil), kebanyakan diperoleh dengan kredit.
Pihak Koalisi Pejalan Kaki tengah melakukan civic education terhadap warga untuk menghormati hak sesama warga. Pengendara moke mematuhinya, tanpa banyak cincong keluar dari trotoar.
Seperti disiarkan Metro TV, Senin (17/8), jelas protes keras terhadap konvoi moge. Bahkan dipersoalkan apakah nasionalisme harus ditunjukkan dengan cara melanggar aturan lalu lintas, tidak memedulikan hak warga lainnya sesama pengguna jalan raya, bahkan sesama pembayar pajak.
Apa jawaban pihak moge?
Mereka harus tiba di tujuan pada waktu yang telah ditentukan.
Yang dilakukan bagus untuk pariwisata karena konvoi menuju Prambanan, tempat upacara dilaksanakan. Demi keamanan, konvoi dikawal.
Saya tidak tahu apakah di antara moge itu ada kreditan. Yang pasti moge simbol kelas tertentu dengan aksesori brand khas.
Ia tanda warga berpunya. Bahkan, konvoi moge sah dibaca sebagai show kepemilikan pribadi di ruang publik, dengan seluruh tafsirnya, antara lain arogansi.
Apa artinya dihadang dengan sepeda, kendaraan terjangkau rakyat kebanyakan?
Ada nuansa perlawanan kelas, juga terhadap negara (polisi) yang semestinya pengawal semua warga.
Kiranya perlu dicamkan telah terbit militansi pembela hak-hak warga di ruang publik.
Mestinya polisi mengawal kepatuhan berlalu lintas termasuk moge, menghormati hak warga lainnya, menjunjung tinggi keadaban publik. Bukan melindungi pelanggaran. Protes bernuansakan perbedaan kelas dan terhadap otoritas negara jangan diremehkan.
Aksi Elanto meraih dukungan ribuan penanda tangan petisi.
Masih ada fenomena lain. Go-Jek gagasan inovatif, profesional menyelesaikan dua persoalan sekaligus, yaitu kebutuhan transportasi warga dan menciptakan lapangan kerja.
Sebanyak 15 ribu warga telah menjadi pengemudi Go-Jek terlatih.
Trotoar jelas milik pejalan kaki. Moke harus menghormatinya.
Moke hendaknya juga belajar dari sesama moke, yaitu keadaban di jalan raya yang dipelopori Go-Jek.
Jalan raya jelas pula bukan wilayah kerajaan moge, konvoi atau sendiri. Polisi?
Diskresi hendaklah dipakai berhati-hati dengan menimbang perubahan sentimen dan aspirasi warga.
Bukankah polisi digaji negara menggunakan perolehan pajak yang dibayar warga?
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved