Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Kuntilanak Sontoloyo

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
12/11/2018 05:10
Kuntilanak Sontoloyo
()

KIRANYA ada bermacam-macam hantu di Bumi Pertiwi. Saat ini yang paling populer ialah genderuwo.

Di masa saya kecil yang paling populer kuntilanak. Bagaimana hantu itu digambarkan? Kupetik dari ingatan perempuan cantik yang punggungnya bolong.

Punggung bolong itu tentu menakutkan. Terlebih suaranya di malam buta. Bertambah seram katanya kuntilanak itu jelmaan perempuan bunting. (Maaf, dalam percakapan kami dengan teman sebaya nyaris tidak mengenal kata 'hamil').

Saya tukang ngeluyur, gemar keluar rumah di malam hari, bertandang ke rumah teman. Katanya kuntilanak itu akan tiba-tiba muncul di sebuah pohon jengkol yang tumbuh besar di dekat sebuah lapangan voli. Padahal, tidak ada jalan lain ke rumah saya, selain harus lewat di bawah pohon itu.

Apakah saya takut? Takut, amat takut. Saya berjalan sambil terus melihat ke belakang. Rasanya dalam suasana itulah saya yakin benar Tuhan menyertai saya. Mengenangnya kembali dalam usia 65 tahun rasanya kala itulah saya beriman lebih tulus.

Akan tetapi, berulang menembus ketakutan itu pahamlah saya kuntilanak yang menakutkan itu hanya bayang-bayang semata. Dia hidup dalam fantasi. Faktanya saya tidak pernah bertemu dengan kuntilanak. Karena itu, apa yang ditakutkan? Di kemudian hari saya tahu itu memang mitos.

Di mana posisi genderuwo ketika itu? Di ranah Melayu, termasuk di Jambi tempat kelahiranku, kuntilanak lebih 'hidup' sebagai hantu yang menakutkan jika dibandingkan dengan genderuwo. Kenapa?

Jawabnya saya kira karena genderuwo hantu yang hidup di Jawa. Seingat saya genderuwo hanya untuk membahasakan teman yang berupaya menakut- nakuti dengan cara mengenakan sarung yang hanya tampak matanya dalam gelap. Yang ditakut-takuti teman perempuan, yang spontan menjerit-jerit, bikin teman seperti genderuwo itu gembira mendengarnya.

Hantu di masa itu kiranya lain benar dengan hantu menjelang pemilu presiden yang disebut genderuwo politik. Mengikuti pikiran sang pencetus, inilah hantu yang baru lengkap bila diberi predikat sontoloyo.

Genderuwo sontoloyo itu menakut-nakuti rakyat, antara lain dengan cara menciptakan kebohongan. Ada kebohongan yang tanpa malu terang-terangan diproduksi si pembohong kepada publik, terutama lebih banyak disebarluaskan melalui media sosial.

Meminjam kejadian di masa lalu, teman-teman perempuan yang menjerit-jerit gara-gara berulah seperti genderuwo, apakah gara-gara genderuwo sontoloyo itu rakyat akan menjerit-jerit ketakutan? Yang terjadi malah sebaliknya. Di mana-mana rakyat dengan senang hati membuktikan kebohongan itu. Contohnya, rakyat dengan kreatif membelanjakan uang Rp100 ribu untuk mematahkan kebohongan uang sebanyak itu hanya dapat membeli bawang dan cabai.

Bagaimanakah patutnya saya menempatkan kuntilanak, tepatnya kuntilanak sontoloyo? Kalau genderuwo sontoloyo kerjanya menciptakan kebohongan, apa kerjaan hantu yang satu ini?

Hantu politik kuntilanak sontoloyo punggungnya juga bolong. Mulutnya bocor, ember. Suaranya pun mengerikan berupa ujaran kebencian. Apakah rakyat takut?

Jawabnya keliru besar. Kenapa? Rakyat umumnya waras



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.