Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Jangan Keruhkan Kolam

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
20/10/2018 05:10
Jangan Keruhkan Kolam
()

TERSENTAK dan sekaligus prihatin kita oleh dugaan terjadinya kasus penyuapan pada proyek pembangunan kawasan perumahan Meikarta di Bekasi. Bukan hanya Bupati Bekasi dan jajarannya yang ditersangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, melainkan juga beberapa direksi dari perusahaan pengembangan kawasan tersebut.

KPK bahkan terus mengembangkan kasus dengan mencari bukti-bukti baru. Salah satunya memeriksa kediaman pemilik Kelompok Lippo, James Riady, untuk mengetahui apakah pemimpin tertinggi perusahaan mengetahui penyuapan tersebut.

Dalam menciptakan Indonesia yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, kita tentu mendukung langkah yang dilakukan KPK. Tanpa ada tata kelola yang baik, tidak mungkin kita akan mampu menciptakan perekonomian yang efisien dan juga berkeadilan.

Tiongkok sangat keras dalam melawan praktik KKN karena tindakan itu dirasakan menciptakan inefisiensi. Presiden Xi Jinping tanpa kompromi menangkapi orang yang melakukan KKN karena Tiongkok ingin naik kelas menjadi negara industri maju. Sepanjang praktik KKN masih marak, biaya produksi akan tinggi karena adanya biaya siluman.

Beberapa anggota politbiro Partai Komunis Tiongkok tidak lagi kebal kepada hukum. Siapa yang berani menerima suap bukan hanya dipecat dari politbiro, melainkan dijatuhi hukuman berat.

Sejak zaman Perdana Menteri Zhu Rongji, Tiongkok menerapkan hukuman mati kepada mereka yang melakukan KKN. Pernyataan paling tegas yang pernah disampaikan Zhu, "Sediakan 99 peti mati untuk para pelaku korupsi dan satu untuk saya kalau terbukti melakukan perbuatan tercela yang sama."

Kasus terakhir ini kita harapkan membuka mata kita untuk mau berubah. Kita harus meninggalkan kebiasaan lama yang akhirnya merugikan kita semua. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Perubahan itu bukan hanya perlu dilakukan para pengusaha, melainkan juga para pejabat yang mengurusi perizinan. Janganlah perizinan dijadikan komoditas, apalagi dijadikan bisnis. Hal itulah yang membuat pengusaha akhirnya banyak yang tersandung.

Bagi pengusaha, waktu adalah uang. Ketika perizinan itu dikeluarkan terlalu lama, apalagi sulit, pengusaha akan berupaya mencari jalan untuk bisa lebih cepat. Hal itu disebabkan biaya keterlambatan sering kali jauh lebih mahal daripada biaya pengurusan izin.

Contoh paling nyata ialah pada industri minyak dan gas. Penyewaan rig untuk pengeboran minyak satu hari bisa mencapai ratusan ribu dolar AS. Belum lagi sewa rig itu harus on time karena alat yang sama sudah ditunggu perusahaan yang lain. Bisa dibayangkan apabila perizinan itu terlalu lamban, setiap hari ratusan juta rupiah terbuang sia-sia.

Dalam kasus proyek pembangunan Meikarta, Menteri Agraria Sofyan Djalil menyampaikan, perizinan untuk pembangunan kawasan itu sebenarnya sudah tidak ada permasalahan di tingkat pusat. Hanya, izin detailnya ada di pemerintah daerah sehingga pengurusannya harus dilakukan di Pemerintah Bekasi.

Perubahan sikap baik dari jajaran pemerintah maupun pengusaha harus dilakukan karena ketika kasus sudah terjadi, yang dirugikan kita semua. Kita bukan hanya harus kehilangan para pejabat dan pengusaha potensial, melainkan juga hilangnya keberanian orang untuk berbisnis di Indonesia.

Kalau Kamar Dagang dan Industri Indonesia memprihatinkan kasus Meikarta, hal itu wajar karena setiap hari pengusaha dihadapkan kepada kondisi seperti ini. Di satu sisi, mereka ingin melakukan usaha untuk mendorong perekonomian nasional, tetapi di sisi lain mereka harus berhadapan dengan para pejabat yang sering mempersulit pengurusan perizinan.

Dilema inilah yang harus dipecahkan. Kita tidak bisa hanya menuntut pengusaha untuk berubah, tetapi juga pejabatnya. Perubahan sikap ini jauh lebih pelik daripada penetapan penggunaan one single submission karena berkaitan dengan kebiasaan. Apalagi, ini berkaitan dengan birokrasi yang tidak hanya di pusat, tetapi juga di daerah.

Kita tidak tahu berapa lama dibutuhkan waktu untuk terjadinya perubahan itu dan siapa yang memimpin perubahan itu. Satu yang ingin kita ingatkan, janganlah kasus ini menciptakan stereotip tentang kebiasaan buruk pengusaha sebab negeri ini sangat membutuhkan pengusaha untuk membangun perekonomian. Mari kita tangkap ikannya tanpa harus membuat keruh kolamnya.



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.