Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Setelah Pesona Metafora

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
16/10/2018 05:30
Setelah Pesona Metafora
()

KEKUATAN bahasa kerap pula tertumpu pada kebernasan kiasan atau metafora. Para pujangga dan para komunikator kerap mengeksplorasi kekuatan ini. Metafor tak lahir dari ruang hampa. Ia bertaut dengan pengetahuan dan kekuatan pikir penyampai pesan.

 Dalam Tesamoko Tesaurus Bahasa Indonesia (2016), ‘metafor’ bersinonim antara lain dengan ‘alegori’, ‘analogi’, ‘ibarat’ ‘perumpamaan’, dan ‘majas’. Analogi yang aktual dan tepat punya pesonanya sendiri. Ia mengajak kita merenung, berpikir, atau minimal menghibur; keluar dari komunikasi biasa yang kerap membosankan.  

 Kekuatan metafor pidato Presiden Joko Widodo di sidang paripurna Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) 2018 di Bali, Jumat pekan lalu, itulah yang ramai dibincangkan. Secara tepat Jokowi menganalogikan retaknya hubungan negara-negara maju serupa film drama seri Game of Thrones. Majas yang mengena dan ia mendapat standing ovation.

 Menurut Jokowi, retaknya hubungan justru terjadi setelah negara-negara ekonomi maju mengajak negara-negara berkembang membuka diri dan akhirnya memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, lemahnya kerja sama menyebabkan banyak masalah, seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan kekacauan pasar mata uang negara-negara berkembang.

Game of Thrones bercerita tentang perseteruan antara kubu Houses versus kubu Families. Mereka bertarung hebat untuk mengambil alih kendali The Iron Throne. Mereka lupa, tatkala para Great Houses sibuk bertarung, tak sadar ancaman besar datang dari utara, yakni Evil Winter, yang ingin menghancurkan dengan es.

 Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak-poranda. "Tak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam," katanya. Menang jadi arang, kalah jadi abu.

Serial Game of Thrones merupakan drama fantasi Amerika yang ditulis David Benioff dan DB Weiss. Karya ini adaptasi dari novel A Song of Ice and Fire yang ditulis George RR Martin. Film ini pertama kali ditayangkan HBO AS pada 17 April 2011. Kini Game of Thrones memasuki musim kedelapan yang akan ditayangkan pada 2019.

Pidato yang menampar negara-negara maju, meski tak menyebut nama, pastilah perang dagang AS versus Tiongkok, termasuk yang kena ‘tampar’ itu. Ada keberanian sekaligus kearifan Jokowi di situ.

Wajar pula jika HBO Asia, stasiun televisi Amerika Serikat yang merilis serial Game of Thrones, sampai memajang meme Presiden Jokowi dalam laman resmi Twitter mereka, @HBOAsia, hari itu. Meme yang menunjukkan Jokowi mengenakan baju musim dingin, dengan caption besar, 'Bersiaplah, Musim Dingin akan Datang'.

Bukan kali ini saja Jokowi membuat metafora tentang situasi dunia global yang mengkhawatirkan. Dalam World Ekonomic Forum ASEAN September lalu, ia juga menggambarkan situasi global serupa film Avengers: Invinity War. Perang tiada batas, invinity war.

 Analogi dalam pidato Jokowi yang diambil dari dunia kreatif, terutama film, memang ‘out of the box’, menyegarkan. Ini tidak saja mencerminkan ia peduli pada dunia global yang tak pasti, tapi juga memberi tempat pada dunia kreatif. Bidang yang bisa menjadi kekuatan Indonesia jika dikelola dan dikembangkan dengan inovasi yang tak putus.

Pertemuan tahunan IMF-WBG selama sepekan yang dipuji luar negeri dan penuh kritik di dalam negeri, terutama dari oposisi, memang menuai banyak manfaat. Kehedairan 36 ribu delegasi pastilah konkret maknanya bagi pariwisata Bali. Publikasi ke dunia luas dan komitmen investasi Rp200 trilun ialah keuntungan lain lagi.  

Namun, setelah bisa menasihati pihak luar, mestinya kita memberesi secara total urusan dalam negeri. Satu hal saja kisruh tentang impor beras, misalnya, perbedaan data antarlembaga, saling memojokkan antarpejabat, jika terjadi lagi, bisa mengurangi makna pesona metafora Jokowi. Lebih dari itu, tentu kita harus membuat ekonomi kita bertumbuh, tetapi juga tahan banting setiap menghadapi ‘badai’ dari luar. Pesona dalam metafora pidato seharusnya sejalan dengan pesona dalam kinerja Kabinet Kerja.

 



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.