Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Game of Thrones

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
13/10/2018 05:10
Game of Thrones
()

PERTANYAAN wartawan BBC dalam jumpa pers dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Christine Lagarde menarik untuk disimak. Ia mempertanyakan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat yang terus menaikkan tingkat suku bunga sehingga menimbulkan persoalan ekonomi dan keuangan bagi banyak negara.

Lagarde menjawab, Federal Reserve merupakan lembaga yang independen. Langkah itu diambil para anggota Federal Reserve pasti didasarkan kondisi perekonomian yang mereka sedang hadapi. Sekarang ini inflasi di AS memang cenderung meningkat, sedangkan angka pengangguran rendah sehingga untuk mengendalikannya perlu tingkat suku bunga dinaikkan.

Pertanyaannya, seberapa tinggi kenaikan tingkat suku bunga itu akan dilakukan? Presiden AS Donald Trump mengkritik kebijakan Bank Sentral AS. Menurut Trump, Federal Reserve sudah ‘gila’ dengan terus menaikkan tingkat suku bunga di tengah pasar yang sedang bergejolak.

Lagarde berpandangan, begitulah bank sentral di setiap negara seharusnya bekerja. Mereka tidak bisa diintervensi siapa pun. Hanya, memang dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antarnegara agar kebijakan sebuah negara tidak menyebabkan persoalan bagi negara lain, apalagi sampai mengganggu tujuan bersama untuk menciptakan kesejahteraan. Termasuk juga mencegah terjadinya perang dagang karena akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 1% dalam dua tahun ke depan.

Perasaan banyak orang atas situasi yang mencekam sekarang ini ditangkap Presiden Joko Widodo. Saat menyampaikan pidato kunci pada sesi panel Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, Presiden Joko Widodo menggambarkan situasi sekarang seperti episode terakhir serial Game of Thrones.

Negara-negara maju dulu mengajak negara berkembang untuk membuka diri dan ikut dalam perdagangan bebas serta keuangan terbuka. Setelah negara-negara berkembang ikut di dalamnya dan menikmati hasil kemajuan, sekarang negara-negara maju justru saling ‘berperang’ untuk keluar menjadi pemenang.

Dengan membangun rivalitas dan persaingan sekadar untuk menang dan kalah, menurut presiden, kita sebenarnya sedang memorak-porandakan kita sendiri. Tidak ada artinya kemenangan itu karena dirayakan di tengah kehancuran dunia. Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyerukan semua negara di dunia untuk mengedepankan kerja sama dan kolaborasi guna menghindarkan dunia dari ancaman kehancuran ekonomi.

Dengan dialog yang berkualitas seperti itu, pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Bali menjadi memiliki makna. Tidak seperti yang dikhawatirkan segelintir orang bahwa pertemuan ini hanya sekadar mewah-mewahan, selama sepekan kita justru melihat bagaimana para ahli dan pengambil kebijakan ekonomi bertukar pikiran dan pengalaman tentang persoalan yang dihadapi serta bagaimana memecahkannya.

Presiden Jokowi meminta para pengambil kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga komitmen kerja sama global. Para pemimpin dunia juga harus mengambil kebijakan yang tepat agar bisa mengurangi dampak dari perang dagang, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian pasar.

Bagi kita di Indonesia, pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia seharusnya membukakan mata bahwa tekanan ekonomi dan moneter tidak hanya sedang dihadapi kita sendiri. Semua negara di dunia merasakan kondisi yang tidak menentu ini. Oleh karena itu, kita tidak perlu berkecil hati. Janganlah kita terus membangun skenario yang kelabu dan seakan-akan kita akan menghadapi kiamat. Selain itu, yang harus dipikirkan ialah bagaimana membuat kebijakan yang tepat agar kita bisa sampai ke kondisi new normal dengan mulus.

Kita bisa memulai dengan mengajak negara-negara ASEAN untuk membangun kebersamaan. Bagaimana perdagangan di kawasan bisa lebih diperlancar dan mata uang yang dipergunakan ialah mata uang kawasan. Singapura sebagai pusat keuangan dunia bisa diminta membangun sistemnya.

Kedua, bagaimana membangun kerja sama global tidak hanya dengan negara, tetapi juga pihak swasta maupun masyarakat sipil. Pada Forum Tri Hita Karana, misalnya, disepakati kerja sama untuk pemberdayaan hutan desa di Nanga Lauk, Kalimantan Barat.

Pemerintah Inggris bekerja sama dengan perusahaan swasta Cargill dan masyarakat adat membentuk Sustainable Conservation Commodities Mechanism yang akan membuat masyarakat lebih sejahtera tanpa harus merusak lingkungan hutan setempat. Ketiga, seperti dilakukan Finlandia ialah terus meningkatkan keterampilan warga melalui pendidikan. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim meminta seluruh dunia untuk melanjutkan keberhasilan pengentasan rakyat dari kemiskinan yang mencapai satu miliar orang melalui program perbaikan pendidikan terutama untuk generasi mendatang.

Memang dibutuhkan kemauan dari kita semua untuk bersamasama memperbaiki kehidupan warga bangsa ini. Mari kita hentikan sikap hanya mengeluh, sikap saling mencari kelemahan orang lain. Presiden Bank Dunia mengajak kita semua untuk tidak hanya menebar ketakutan. Kita harus seperti Presiden Soekarno yang selalu menghidupkan harapan dan mendorong anak-anak agar mampu meraih bintang di langit.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.