Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Waspadai Hoaks Made in Rusia

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
08/10/2018 05:30
Waspadai Hoaks Made in Rusia
()

KABAR bohong atau hoaks membuka kenyataan mengagetkan. Ternyata tidak ada korelasi antara tingkat pendidikan dengan tingkat kemampuan membedakan kabar bohong dengan berita yang benar.

Jangan heran bila seorang yang bergelar doktor atau menyandang titel profesor bisa teperdaya kabar bohong. Pesan singkat dan padat ialah jangan anggap enteng kabar bohong. Itulah pesan penting yang kiranya dapat dipetik dari kasus Ratna Sarumpaet dan hasil survei terhadap pengguna media sosial di Singapura.

Empat dari lima warga Singapura mengatakan mereka yakin dapat membedakan mana kabar bohong dan mana berita yang benar. Ternyata tidak seindah kata mereka.

Sebuah survei berisi tes menghasilkan kenyataan buruk, yaitu 90% warga Singapura ternyata salah mengidentifikasikan sedikitnya satu dari lima headlines bohong sebagai nyata atau benar.

Survei online itu dilakukan Ipsos, agen riset pasar independen global, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2018. Survei melibatkan 750 responden warga Singapura berumur 15-65 tahun. Hasilnya diumumkan pada 27 September 2018.

Sebanyak 79% warga Singapura yakin mereka mampu mengidentifikasi kabar bohong. Survei menunjukkan orang muda Singapura dan lulusan universitas lebih percaya diri berkemampuan membedakan mana kabar bohong dan mana berita yang benar. Hasil tes tidak demikian.

Kepada mereka dipaparkan 10 headlines dari saluran digital. Mereka lalu diminta menentukan manakah yang kabar bohong. Hanya 45% yang dengan benar mengidentifikasi dua atau lebih headlines bohong. Padahal, 5 dari 10 headlines itu bohong.

Survei itu menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara keyakinan diri dengan kenyataan. Merasa diri berkemampuan mengidentifikasi kabar bohong, setelah dites ternyata gagal membedakan mana kabar bohong dan mana berita yang benar, yang faktual.

Parlemen Singapura menyadari benar bahaya kabar bohong. Mereka membentuk sebuah komite antikabar bohong yang berisi 10 anggota. Selama delapan hari pada Maret 2018, komite itu melakukan dengar pendapat dengan 65 orang yang mewakili individu dan organisasi.

Pada 19 September 2018, komite menyampaikan laporan setebal 176 halaman, berisi 22 rekomendasi kepada parlemen yang antara lain merekomendasikan pembuatan undang-undang, merekomendasikan pendidikan bagi publik agar melek kabar bohong, serta mendesak perusahaan teknologi untuk proaktif mengatasi kabar bohong di platform mereka.

Dalam laporan itu juga dibeberkan hasil dengar pendapat dengan periset-periset disinformasi mengenai kabar bohong yang disebarluaskan Rusia yang berdampak serius bagi AS, Ukraina, dan Republik Ceko. Hemat saya, menghadapi Pilpres 2019, kita pun penting dan perlu menangkal dan membunuh kabar bohong yang dapat diciptakan Rusia.

Koran Inggris The Times Sabtu (6/10) menganalisis lebih dari tiga juta tweets dan media sosial lainnya, dan terungkaplah bagaimana Kremlin memapar remaja Inggris dengan kampanye disinformasi. Moskow menggunakan akun yang dikelola orang Rusia yang berperan sebagai penggemar Harry Potter serta menggunakan image selebritas seperti artis Emma Watson yang terhubungkan dengan kumpulan masif orang-orang muda di jejaring sosial.

Sebagai gambaran, pada Februari 2018, buku serial Harry Potter yang asli Inggris itu telah diterjemahkan dalam 80 bahasa dan terjual 500 juta kopi di seluruh dunia. Tidak tercatat entah berapa juta penonton film seri Harry Potter secara global.

Adapun artis Inggris Emma Watson, 28, telah berperan dalam film seri Harry Potter sejak berusia sembilan tahun. Akun Twitter-nya punya 28,7 juta pengikut, Facebook 33,9 juta pengikut, dan Instagram 47,8 juta pengikut. Terbayanglah dampaknya bila kabar bohong buatan Rusia itu menyusup melalui media sosial sang selebritas.

Karena itu, kiranya sangat perlu berkaitan Pilpres 2019 mereka yang  punya pengikut jutaan di media sosial untuk segera dibekali pengetahuan perihal kabar bohong made in Rusia yang dapat menyusup masuk ke media sosial mereka.

Jangan anggap enteng hoaks, karena profesor, doktor, dan jenderal sekalipun bisa dibohongi kabar bohong, dan sebaliknya malah tidak percaya berita yang benar, yang faktual yang telah dikerjakan pemerintah.

 



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.