Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Duka Sulteng

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
03/10/2018 05:30
Duka Sulteng
()

TSUNAMI yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) menjadi duka seluruh dunia. Semua negara memberikan simpati kepada ribuan keluarga yang menjadi korban bencana alam yang luar biasa. Terbayang bencana 14 tahun lalu yang meluluhlantakkan Nanggroe Aceh Darussalam, Thailand, hingga India.

Kedukaan merupakan sesuatu yang wajar karena tiba-tiba kita harus kehilangan orang-orang yang dikasihi. Tidak berlebihan juga apabila bencana yang terjadi menjadi kedukaan seluruh bangsa.

Semua sumber daya difokuskan untuk memulihkan wilayah yang terkena tsunami. Para petugas kesehatan berjibaku untuk menyelamatkan mereka yang terluka. Anggota Badan Penanggulangan Bencana Nasional bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia dan polisi terus mencari para korban yang belum ditemukan. Petugas PT Perusahaan Listrik Negara berupaya memulihkan aliran listrik ke Sulteng. Sementara itu, petugas telekomunikasi mencoba membuka keterisolasian.

Pahlawan-pahlawan yang sesungguhnya bekerja untuk kepentingan kemanusiaan. Bahkan, yang luar biasa dilakukan petugas menara Bandar Udara Palu, Anthonius Gunawan Agung. Ia mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan pesawat Batik Air yang membawa 140 penumpang agar bisa lepas landas dengan selamat dari Palu.

Memang, selalu ada juga orang yang mengail di air keruh. Bencana alam dipakai untuk kepentingan dirinya sendiri. Itu dilakukan sebagian anggota masyarakat yang mengambil berbagai macam barang yang bukan kebutuhan pokoknya.

Sekarang program tanggap darurat menjadi perhatian kita bersama. Dengan segala daya kita harus memberikan yang terbaik bagi warga di Sulteng untuk keluar dari trauma bencana. Penegakan keamanan dan ketertiban harus menjadi yang utama dilakukan agar tidak menambah penderitaan warga.

Setelah itu, baru kita pikirkan bagaimana membangun kembali Sulteng. Seperti ketika membangun kembali Aceh, biaya untuk membangun kembali kota tentu tidak murah. Dibutuhkan triliunan rupiah dana untuk membangun kembali sebuah kota.

Inilah tantangan yang paling berat. Kita memerlukan perencanaan yang kuat sebab dari perencanaan inilah akan bisa diperkirakan biaya yang dibutuhkan dan dirancang pula penganggaran untuk pembangunannya.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional perlu membentuk tim khusus untuk segera merancang pembangunan kembali Sulteng khususnya Palu dan Donggala. Pembangunan kembali kota-kota bisa dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Mengapa harus dikaitkan dengan SDGs? Karena sepuluh hari lagi di Bali akan ada Forum Tri Hita Karana. Pertemuan yang mengawali Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia itu akan menghadirkan para investor dunia yang peduli kepada SDGs. Sambil menyelam kita bisa meminum air.

Banyak perusahaan dunia yang peduli kepada inovasi dan blended finance. Mereka mau ikut mendanai proyek-proyek yang bisa membantu memperbaiki kehidupan masyarakat dunia agar terhindar dari kemiskinan, kebodohan, dan juga diskriminasi. Kegiatan ini bukan didasarkan atas belas kasihan, melainkan ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif negara diperlukan untuk menetapkan proyek-proyek yang memang dibutuhkan masyarakat. Dengan itu para investor dunia akan mau terlibat. Tentunya setiap negara harus mau membiayainya. Akan tetapi, caranya tidak harus dengan mengucurkan modal, tetapi menjamin kembalinya investasi yang diberikan investor.

Bencana tsunami di Sulteng pasti membuat masyarakat kehilangan harta bendanya. Mereka membutuhkan uluran tangan untuk mengembalikan kehidupan mereka. Seperti masyarakat Aceh, mereka akan mampu untuk membangun kembali kehidupannya, hanya memerlukan waktu untuk bisa kembali seperti sediakala.

Musibah yang dialami memang membuat banyak warga kehilangan baik sanak saudara maupun harta benda. Namun, bencana tidak bisa mengambil kehidupan mereka. Saudara-saudara kita di Sulteng tidak akan pernah kehilangan kehidupannya. Mereka tidak pernah kehilangan harapan.

Tugas kita bersamalah untuk terus menjaga harapan itu agar tetap hidup. Kita harus bisa seperti bangsa Jepang yang tidak pernah larut dalam kedukaan mendalam. Ujian ini jangan dianggap sebagai sebuah kiamat, tetapi harus dijadikan pemacu untuk lebih baik lagi termasuk bagaimana kita harus hidup di wilayah cincin api ini.

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.