Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN beras kembali ramai menjadi pembicaraan. Seperti biasa, masalahnya hanya dibahas dalam kata-kata. Semua berbicara atas dasar persepsi. Itulah yang sering kita katakan demokrasi yang kita bangun masih dalam tingkatan talking democracy, demokrasi kata-kata. Kita belum sampai kepada diskusi yang menghasilkan aksi untuk memecahkan persoalan.
Pembangunan pertanian yang sungguh-sungguh baru kita lakukan pada zaman Orde Baru. Ketika itu dibuat gerakan besar untuk mencapai swasembada beras. Maka dibangunlah waduk-waduk dan jaringan irigasi sampai tingkat tersier. Kita bangun balai-balai penelitian untuk menghasilkan bibit unggul. Kita bangun juga pabrik pupuk mulai dari Aceh hingga Kalimantan. Untuk membantu petani agar melek teknologi diturunkan para penyuluh pertanian. Bahkan untuk pemasaran hasilnya didirikan koperasi unit desa dan Badan Urusan Logistik.
Kerja besar itu pun tidak sekali jadi hasilnya. Baru pada 1984 Indonesia yang pernah mengalami antre makanan bisa mencapai swasembada beras. Atas usaha yang panjang dan dilakukan secara konsisten itu, Organisasi Pangan Dunia (FAO) memberikan penghargaan khusus kepada Indonesia.
Setelah itu kita tidak fokus lagi untuk membangun pertanian. Alih fungsi sawah terjadi secara besar-besaran. Peralihan dari negara agraris menjadi negara industri membuat kita lupa untuk menjaga lahan pertanian. Kita seakan tutup mata bahwa ada ancaman besar yang harus dihadapi ketika sawah-sawah berubah menjadi kawasan industri.
Lihat saja Karawang yang dulu dikenal sebagai lumbung padi nasional. Jawa Barat, kini bukan lagi menjadi sentra produksi padi karena sawah-sawah berubah menjadi jalan tol, pabrik atau kawasan industri.
Dengan kondisi seperti itu, tidak usah heran apabila kita kemudian bergantung kepada impor. Sementara jumlah penduduk meningkat dan pola konsumsi masih bertumpu kepada beras, Indonesia menjadi konsumen beras terbesar di dunia. Swasembada menjadi sebuah utopia karena luasan lahan yang tersedia tidak mampu menopang kebutuhannya.
Belum lagi perubahan iklim yang harus kita alami sekarang. Musim yang kita hadapi menjadi begitu ekstrem, yang saat kemarau kekeringannya luar biasa dan ketika musim hujan menyebabkan banjir yang tidak terkira.
Sekarang ini kita tengah merasakan musim kemarau yang sangat kering. Waduk Jatigede airnya surut begitu dalam. Beberapa daerah yang kekurangan air, tanaman padinya mulai mengalami puso. Kita berharap musim hujan segera tiba agar kekeringan tidak semakin menyulitkan kehidupan kita.
Tahun lalu kita mengalami kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Musim kemarau yang panjang membuat musim tanam mundur jauh ke belakang. Belum lagi hama wereng yang menyerang daerah pertanian di Jawa. Akibatnya, panen raya yang biasanya terjadi Februari mundur. Kita masih ingat bagaimana pada Maret harga beras naik tajam dan stok beras yang ada di gudang Bulog di bawah 1 juta ton.
Kondisi itulah yang membuat rapat koordinasi Kementerian Perekonomian dan juga rapat di Kantor Wakil Presiden memutuskan untuk melakukan lagi impor beras. Cadangan yang tidak cukup memadai ditambah dengan puasa yang akan menjelang membuat pemerintah tidak mempunyai pilihan lain dalam menjaga keamanan pangan.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved