Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Rupiah dan Karakter Bangsa

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
10/9/2018 05:30
Rupiah dan Karakter Bangsa
(MI/Tiyok)

POSISI rupiah sekarang ini kiranya ujian sekaligus kesempatan untuk lebih memperkuat karakter bangsa.

Suatu bangsa (seperti juga orang) tidak ingin mengalami cobaan atau guncangan, apalagi krisis. Akan tetapi, bila perkara besar tersebut terjadi, bangsa itu dapat melewatinya, bahkan lulus summa cum laude. Kenapa? Karena punya karakter yang hebat.

Uni Eropa dan mata uang euro merupakan contoh modern yang berhasil mengatasi berbagai guncangan karena punya karakter hebat. Banyak yang menganjurkan agar Yunani yang sakit berat dikeluarkan saja dari Uni Eropa. Habis perkara.

Mereka tidak memilih menyembelih anggota tubuh yang busuk itu, tetapi mempertahankan dan menyembuhkannya. Mereka memilih jalan yang sulit. Yunani berangsur pulih. Mengapa itu bisa terjadi?

Jawaban yang utama ialah kepemimpinan bangsa Jerman yang berkarakter sangat kuat dan dipimpin Kanselir Angela Merkel yang juga berkarakter hebat menolak Uni Eropa mengambil jalan pintas dan gampangan. Jalan yang mudah dan murah ongkos ekonominya itu bukan pilihan, 'karena itu bukan moral kita, bangsa Eropa'.

Brexit ujian kedua yang lebih menyakitkan bagi Uni Eropa. Sekalipun Inggris bergabung dengan tetap mempertahankan mata uangnya (pound sterling), Brexit dapat membuat Uni Eropa pecah dan lagi-lagi euro terguncang. Apakah Brexit itu? Jawaban singkatnya ialah hasil keputusan Perdana Menteri David Cameron, pemimpin Inggris yang tidak berkarakter, yang membawa negaranya berjudi dengan referendum.

Dalam menghadapi Brexit, kali ini Kanselir Angela Merkel tidak lagi sendirian. Sang pemimpin punya partner Presiden Emmanuel Macron, pemimpin Prancis yang baru, muda, dan juga berkarakter. Hasilnya, Uni Eropa kian bertambah solid dan euro kian stabil. Mereka pun kian berkarakter, sebagaimana mereka menunjukkan dengan kian memperkuat NATO yang dihina-hinakan Donald Trump.

Sebaliknya, Brexit ialah pilihan Inggris melompat ke dalam gelap. Bukan hanya menderita perdagangan dan investasi yang merosot, melainkan juga kemerosotan nilai-nilai. Meminjam penilaian The Economist, Inggris telah kehilangan karakter sebagai bangsa yang punya jati diri 'sensibleness'. Ingggris tidak lagi mampu menghasilkan pemimpin berkarakter sekelas Margaret Thatcher, tapi sekelas Theresa May yang hingga saat ini pikirannya buntu, yaitu tidak punya jalan keluar setelah keluar dari Uni Eropa.

Untuk apa semua 'dongeng' modern itu? Seperti Uni Eropa punya pemerintahan yang solid dan pemimpin yang berkarakter yang mempertahankan dan menyelamatkan euro, kita pun dapat mempertahankan dan menyelamatkan rupiah karena kita punya tim pemerintahan dan pengambil kebijakan keuangan (kabinet, Bank Indonesia, dan OJK) yang solid di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang berkarakter. Eropa punya Angela Merkel, kita punya Jokowi yang sederhana, berani menghadapi masalah, dan selalu berorientasi mencapai kinerja yang sehebat-hebatnya. Keberhasilan penyelenggaraan dan prestasi olahraga Asian Games ialah bukti nyata yang hebat, bukan omong kosong. Itu keberhasilan semua anak bangsa, termasuk keberhasilan oposisi, kecuali jika merasa bukan lagi orang Indonesia yang presidennya Jokowi.

Jokowi efektif menyetir pemerintahan dan tahu benar mau dibawa ke mana negara ini. Selama Pemerintahan Jokowi menghilang dari perbendaharaan kepublikan frasa 'pemerintahan autopilot'-pemerintahan yang jalan sendiri-yang lahir di masa pemerintahan sebelumnya.

Di dalam tubuh bangsa dan negara ini perlu oposisi yang bukan hanya suka perbantahan, melainkan juga suka bersama dalam kekitaan membangun karakter bangsa yang besar. Rupiah milik kita bersama, oposisi di DPR pun dibayar upahnya dan fasilitasnya dengan rupiah yang sama yang antara lain dari keringat rakyat yang sama, rakyat Indonesia.

Sangat mengherankan ada tokoh oposisi yang berkicau melalui Twitter dengan ekonom AS, Steve Hanke, yang percaya omongannya, kalau saja AS dan IMF tidak berencana menggulingkan Soeharto 20 tahun yang lalu, Indonesia akan memiliki rupiah yang sehat. Orang itu tidak percaya omongan Jokowi.

Izinkan saya mengutip Mahatma Gandhi yang mengekspresikan karakter yang hebat. "I will not let anyone walk through my mind with their dirty feet."

Dibumikan dengan bebas, bangsa yang berkarakter ini tidak akan membiarkan siapa pun lewat melalui jiwa dan pikiran bangsa ini dengan kakinya yang kotor.



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.