Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Kepastian Hukum

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
08/9/2018 05:30
Kepastian Hukum
()

NILAI tukar rupiah menembus Rp15 ribu per dolar AS. Kekhawatiran terhadap berulangnya krisis keuangan 1997 pun menyeruak. Ada kekhawatiran yang muncul karena trauma masa lalu, tetapi ada juga kekhawatiran yang sengaja diembuskan karena kepentingan politik dan bahkan meraup untung.

Bagi masyarakat kebanyakan, pelemahan nilai tukar tidak ada pengaruhnya kepada kehidupan mereka. Transaksi harian yang mereka lakukan tetap menggunakan rupiah. Mereka tidak ada kebutuhan dolar sehingga harus memburunya.

Pemerintah pun tidak harus membuang energi untuk hanya memperhatikan penurunan nilai tukar yang sedang menjadi fenomena global. Yang harus dilakukan pemerintah ialah bagaimana membuat barang kebutuhan pokok masyarakat tersedia cukup dan harganya terjangkau.

Untuk kepentingan dunia usaha yang membutuhkan mata uang asing, tugas pemerintah ialah menjamin bahwa kebutuhan valuta asing pengusaha tetap tersedia. Kegiatan usaha harus dijamin bisa berjalan normal sebagaimana biasanya.

Pemerintah harus bisa menggunakan kesulitan sekarang ini sebagai kesempatan. Inilah kesempatan bagi pemerintah untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Semua yang bisa diproduksi di dalam negeri harus bisa kita produksi sendiri.

Memang ada yang ikut menekan pelemahan nilai tukar rupiah, yakni besarnya aliran modal keluar. Aksi pemain asing untuk melepas saham yang dipegang membuat indeks harga saham gabungan tertekan di bawah 5.700. Namun, itu merupakan karakter dari pemain portofolio yang selalu bermain dalam jangka yang pendek.

Sejak lama diingatkan agar kita lebih memperhatikan investor yang jangka panjang. Yang kita butuhkan ialah investor di sektor riil yang bisa menyubstisusi impor atau mendorong ekspor, dan yang paling penting bisa menyediakan lapangan kerja. Istilah yang lebih sederhana, kita jangan hanya memikirkan pasar modal, tetapi yang tidak kalah penting ialah Pasar Tanah Abang, Pasar Beringharjo, atau Pasar Turi.

Kita tidak pernah bosan untuk mengingatkan agar pemerintah mau memberi karpet merah kepada pengusaha yang loyal dan mau terus berinvestasi di Indonesia. Jangan kita hanya ramah kepada calon investor baru, tetapi lupa memperlakukan secara baik investor yang sudah lama menanamkan modalnya di Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mengingatkan soal penanganan yang tidak tepat kepada PT Freeport Indonesia. Perusahaan yang sudah 50 tahun beroperasi di Indonesia disuruh melepaskan sahamnya. Bagaimana investor baru berani masuk, sedangkan yang sudah lama ada di Indonesia justru disuruh keluar? Seharusnya perusahaan seperti Freeport disuruh untuk menanamkan lebih banyak lagi modalnya di Indonesia.

Soal kepastian hukum merupakan hal yang harus kita benahi kalau perekonomian kita ini ingin lebih stabil. Dalam dunia bisnis yang dipegang ialah janji. “My word is my bond,” harus menjadi sikap dari semua pejabat pemerintah.

Sekarang ini kita begitu mudah untuk ingkar janji. Dasarnya, kita tidak percaya kepada yang namanya pengusaha. Seakan-akan semua pengusaha itu ialah pejahat dan tidak pantas untuk dipercaya. Akibatnya, kita selalu mencari-cari kesalahan pengusaha.

Contoh paling nyata ialah cara penanganan pascakrisis ekonomi 1997. Karena situasinya serbakrisis, pemerintah ketika itu mengambil langkah untuk melakukan penyelamatan ekonomi dengan mengucurkan bantuan likuiditas Bank Indonesia.

Secara sepihak, pemerintah kemudian meminta para pemegang saham perbankan membayar BLBI yang diterima dengan menyerahkan uang tunai dan aset. Kepada pengusaha yang bersedia memenuhi tawaran pemerintah dijanjikan untuk mendapatkan penyelesaian di luar pengadilan serta mendapatkan release and discharge.

Sekarang 20 tahun sudah krisis berlalu dan aset-aset itu sudah berpindah tangan. Beberapa bank, seperti Bank Central Asia, bahkan sudah kembali menjadi bank swasta terbesar di Indonesia. Ternyata janji pemerintah untuk memberikan release and discharge kepada pengusaha yang kooperatif mulai dipersoalkan kembali.

Sepanjang kita tidak bisa komit dengan apa yang pernah menjadi kesepakatan, orang akan ragu-ragu untuk berbisnis di Indonesia. Jangan lupa kita sedang hidup di era terbuka sehingga apa yang terjadi di Indonesia diikuti semua investor dunia.

Sekarang tinggal berpulang kepada kita semua. Sejauh mana kita mau menghormati yang namanya kesepakatan atau kontrak dan mau memberikan kepastian hukum. Tanpa itu, kita seumur-umur akan dihadapkan kepada gejolak ekonomi karena kita tidak pernah akan bisa membangun bisnis yang solid di Indonesia.

 



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.