Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Korupsi Bertahan Hidup

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
06/9/2018 05:30
Korupsi Bertahan Hidup
(Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group )

ADA pandangan yang telah teruji bahwa apa saja yang mampu bertahan hidup berarti cocok dengan lingkungannya.

Pandangan itu sepertinya tidak mengandung perbantahan. Akan tetapi, kini saya terganggu dengan postulat itu gara-gara dua perkara. Pertama, 2.357 PNS koruptor masih terima gaji. Kedua, 41 dari total 45 anggota DPRD Kota Malang ditangkap KPK. Tiba-tiba muncul pikiran kurang ajar, jangan-jangan korupsi mampu bertahan hidup karena memang cocok dengan lingkungan.

PNS koruptor mudah dibereskan, pecat secepatnya urusan selesai. Bahkan, mereka tidak perlu diganti. Lemak kepegawaian berkurang, pemerintahan terus berjalan. Pertanyaannya, ada apa koruptor tidak kunjung dipecat?

Sebaliknya, 41 anggota DPD Kota Malang yang korupsi itu mutlak harus digantikan agar pemerintah daerah berjalan normal. Empat anggota DPRD Kota Malang yang tersisa itu tidak sah mengambil keputusan politik karena tidak memenuhi kuorum. Sampai-sampai Mendagri perlu memakai diskresi yang dimilikinya untuk mengambil kebijakan agar pemerintah daerah tidak lumpuh.

Sejauh ini berdasarkan temuan KPK, ada tiga DPRD yang boleh diduga merupakan lingkungan yang cocok untuk korupsi, yaitu DPRD Provinsi Sumatra Utara, DPRD Provinsi Jambi, dan DPRD Kota Malang. Maaf, ini generalisasi yang keterlaluan. Korupsi beramai-ramai di dalam satu lingkungan legislatif kiranya petunjuk bahwa di situ mereka hidup permisif terhadap korupsi. Bagi mereka, korupsi bukan larangan, melainkan soal pilihan, boleh dilakukan, boleh tidak dilakukan. Berdasarkan bukti permulaan yang cukup yang dimiliki KPK, dalam lingkungan yang bernama DPRD Kota Malang, mayoritas melakukannya. Sekarang mereka dimasukkan ke rumah tahanan.

Kiranya keprihatinan harus diekspresikan, jangan-jangan korupsi bakal bertahan hidup karena cocok dengan lingkungannya, yaitu badan legislatif daerah. Anak bangsa terasa sakit menuliskan pernyataan ini.

Uang ialah senjata. Energi politik uang di tingkat konstituen sebagai pengeluaran dan energi uang yang berasal dari politik transaksional di tingkat pengambil kebijakan publik sebagai pemasukan secara sistemik membentuk lingkungan yang cocok untuk korupsi bertahan hidup. Sampai kapan? Sampai dilahirkan manusia baru legislatif yang mengubah lingkungannya.

Anggota DPRD merupakan kader partai. Manusia baru legislatif itu produk partai yang amat hirau terhadap moral uang, moral kekayaan, bahwa lebih baik sedikit barang dengan disertai puji syukur daripada banyak harta dengan disertai kecemasan. Lebih baik segenggam ketenangan daripada dua genggam hasil korupsi. Berapa banyak elite partai yang berani menyuarakan moral uang ini?

Elite partai politik yang sekuler, yang nasionalis religius, ataupun yang amat religius sekalipun kiranya banyak yang tidak berani 'berkhotbah' agar kadernya punya pengertian yang besar untuk mengubah lingkungan yang korup. Kenapa? Bisa tepercik muka sendiri.

Kata Maurice Duverger, ungkapan 'uang berkuasa' ialah karikatur realitas politik. Dalam banyak masyarakat, dan bukan saja dalam masyarakat kapitalis, uang ialah senjata yang hakiki. Keefektifan kekayaan sebagai senjata politik ditegaskan oleh paralel yang ada antara evolusi bentuk-bentuk kekayaan dan bentuk-bentuk otoritas.

Yang terjadi di DPRD Kota Malang itu bukan evolusi, melainkan akselerasi brutal kolektif, yaitu percepatan kekayaan melalui jalan pintas berupa bentuk-bentuk otoritas transaksional. Lagi-lagi amat sakit mengatakan jangan sampai yang miring dan menyimpang itu bertahan hidup, yang berarti korupsi cocok dengan lingkungan badan legislatif.

Akselerasi brutal kolektif itu harus dihentikan. Perubahan terhadap lingkungan yang bernama badan legislatif merupakan keniscayaan. Karena itu, Bawaslu menjadi antagonisme meloloskan terpidana korupsi boleh menjadi caleg dan tidak ada pengertian besar untuk selaras dengan pikiran besar KPU dan KPK.

Padahal yang dihadapi perkara besar, yaitu apa saja yang mampu bertahan hidup termasuk korupsi berarti cocok dengan lingkungannya.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.