Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ketika Optimisme Meledak Meletup

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
03/9/2018 05:10
Ketika Optimisme Meledak Meletup
()

PARTISIPASI kepublikan tidak dapat tegak tanpa kepercayaan warga. Tingginya partisipasi kepublikan jelas merefleksikan tingginya kepercayaan warga.

Hemat saya itulah salah satu makna kepublikan terdalam yang dengan sangat gembira ditunjukkan anak bangsa di kancah Asian Games. Mereka dengan sukarela berinisiatif datang ke arena pertandingan.

Jumlahnya membeludak, yang statistiknya mungkin tidak tercatat. Akan tetapi, kita percaya kiranya terjadi pemecahan rekor oleh publik olahraga di dalam negeri, bahkan di dalam sejarah Asian Games.

Bersemi kebajikan yang mengharukan. Sekalipun tidak berhasil memperoleh tiket masuk ke arena pertandingan, publik tetap bergembira dan bergairah mengikuti jalannya kompetisi melalui layar lebar di luar gedung. Inilah partisipasi yang jujur.

Saya kira sedikitnya ada tiga perkara yang perlu diakui. Pertama, imajinasi publik dikagetkan acara pembukaan yang bahkan mengagetkan publik dunia. Tokoh sentralnya ialah Presiden Jokowi yang 'terbang' dengan sepeda motor gede yang membawa orang terbolak-balik antara alam nyata dan alam fantasi. Di satu pihak terjadilah efek dramatis yang penuh kejutan bagi yang nalarnya waras terhadap kreativitas, dan di lain pihak kelucuan bagi yang nalarnya tidak lucu karena menganggap mestinya Jokowi benaran pengendaranya, bukan pemeran pengganti (stuntman).

Saya teringat 38 tahun lalu, ketika sebagai reporter majalah Tempo ditugaskan mewawancara kehidupan stuntman untuk rubrik Ilustrasi. Inilah orang yang menyetir mobil jungkir balik dalam adegan film. Profesi itu dibayarnya dengan cedera berat, kakinya patah dan cacat permanen. Jalannya terpincang-pincang selamanya. Hanya orang sinting yang kepengin presidennya melakoni hiburan di acara pembukaan Asian Games itu tanpa pemeran pengganti.

Acara pembukaan Asian Games itu mendapat liputan berupa pujian, bukan hanya dari media dalam negeri, melainkan juga internasional. Sangat masuk akal publik kembali berfantasi adanya kejutan kreativitas pada acara penutupan yang membuat minat dan gairah publik untuk menonton langsung bertambah berlipat-lipat. Tidak mendapatkan tiket masuk, tetapi tetap datang berbondong-bondong untuk menonton di luar gedung melalui TV layar lebar.

Faktor kedua tentu saja prestasi yang luar biasa dalam perolehan medali. Prestasi atlet kita itu menjungkirbalikkan habis-habisan semua pandangan yang pesimistis atas target yang dicanangkan pemerintah. Kiranya yang terjadi ialah mereka terus berlatih dan berkompetisi dalam senyap, tidak gembar-gembor.

Hemat saya, itulah etos kerja dalam olahraga yang meneladani sang pemimpin, Presiden Jokowi. Ini faktor ketiga yang ditunjukkan dalam hebatnya partisipasi kepublikan itu, yaitu tingginya kepercayaan publik kepada pemerintah dan kepemimpinan Jokowi.

Yang menarik ialah dengan seluruh prestasi dalam Asian Games itu, Presiden Jokowi membuat kejutan untuk masa depan Indonesia. Dia mengumumkan bahwa Indonesia ikut tender bersaing dengan negara-negara hebat untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Ketika itu, 14 tahun lagi, Jokowi sudah tidak presiden lagi. Dia tidak bisa menjadi presiden lebih dua kali. Karena itu, pencanangan ikut tender menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 itu tidak ada urusan dengan pencitraan, tidak ada urusan dengan syahwat kekuasaan.

Sebagai pemimpin bangsa dan negara yang besar ini ia membuat target pencapaian yang luar biasa bagi bangsa dan negara ini, di masa depan yang tidak jauh. Sebuah target pencapaian yang menuntut mutu sumber daya manusia yang lebih hebat, fasilitas Olimpiade yang memang standarnya lebih hebat, dan kapasitas manajerial dan finansial yang juga hebat.

Tempalah besi ketika panas, ketika optimisme meledak meletup. Pakailah Asian Games ini momentum untuk melompat jauh ke depan. Siapa bilang Indonesia bubar 2030?



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.