Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Olimpiade 2032

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
01/9/2018 05:30
Olimpiade 2032
()

SUKSES sebagai tuan rumah Asian Games 2018 pantas membuat Indonesia untuk lebih percaya diri melakukan lompatan yang lebih tinggi. Sekarang ajang Olimpiade yang menjadi sasaran. Sebagai kekuatan ekonomi nomor 16 terbesar di dunia, keinginan itu bukanlah sesuatu yang berlebihan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Olimpiade 2032 menjadi sasaran Indonesia selanjutnya. Pilihan itu wajar karena dua tahun lagi Olimpiade akan digelar di Tokyo, Jepang. Empat tahun kemudian sudah ditetapkan Paris, Prancis, sebagai tuan rumahnya.

Setelah Asia dan Eropa, Olimpiade biasanya diberikan kepada wilayah Amerika. Baru 2032 kita bisa berharap, Asia dipercaya kembali sebagai tuan rumah dan Indonesia-lah yang harus bisa mendapatkannya.

Meski masih 14 tahun lagi akan bisa terjadi, kita harus bersiap sejak sekarang kalau ingin menjadi tuan rumah pesta olahraga bangsa-bangsa dunia. Persaingan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade selalu ketat dan dibutuhkan pengorganisasian yang kuat apabila ingin menjadi pemenangnya. Afrika dan Australia akan menjadi pesaing berat kita untuk memenangi penyelenggaraan Olimpiade 2032, di samping negara negara Asia lainnya.

Tentu pilihan kotanya harus tepat dan memiliki daya tarik yang kuat. Kita bisa memilih Bali, misalnya, sebagai tempat penyelenggaraan. Pasti semua orang di dunia akan mau mendukung karena Pulau Dewata itu sudah dikenal namanya. Dua tahun lalu, Brasil pun tidak menawarkan Ibu Kota Brasilia, tetapi Rio de Janeiro untuk memenangi persaingan sebagai tuan rumah Olimpiade.

Kedua, konsep festivalnya harus dirancang secara matang. Di samping kompetisi olahraga, Olimpiade merupakan tempat berlangsungnya pesta budaya. Kalau kita mampu mengemas pesta budaya yang unik, pasti orang akan mau mendukung kita sebagai tuan rumah.

Ketiga, kompleks olahraga dan perkampungan atlet harus lengkap dan bertaraf internasional. Di zaman orang sangat peduli kepada masalah lingkungan, kompleks olahraga dan perkampungan atlet harus dirancang 'hijau'. Para arsitek terbaik Indonesia harus menyiapkan konsep bangunan yang kuat menggambarkan Indonesia dan tentunya modern.

Keempat dan paling penting, perekonomian Indonesia harus tumbuh secara menakjubkan. Beijing bisa terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2008 karena ekonomi Tiongkok tumbuh dengan double digit selama satu dekade. Industri Tiongkok pun maju pesat sehingga orang percaya bahwa mereka akan menjadi tuan rumah yang baik.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade memang mahal. Kita harus melakukan promosi panjang dengan mendatangi negara-negara yang diperkirakan mau mendukung kita. Bahkan negara yang diperkirakan menolak harus dibujuk agar mau berubah sikapnya.

Tentu biaya yang lebih mahal lagi ialah biaya untuk membangun infrastruktur penyelenggaraan. Pengalaman banyak negara tuan rumah, mereka ibaratnya harus membangun kota baru. Tokyo sampai harus melakukan reklamasi agar ada lahan yang memadai bagi terbangunnya kompleks olahraga dan perkampungan para atlet yang baru.

Total biaya yang harus mereka keluarkan mencapai 1,39 triliun yen atau sekitar Rp140 triliun. Satu yang sekarang bisa menjadi kekuatan kita ialah kultur masyarakat yang suportif. Di ajang Asian Games XVIII ini kita sudah mempertontonkan kultur baru masyarakat yang menghargai yang namanya tontonan. Mereka datang ke Gelora Bung Karno dan Kompleks Jakabaring untuk menikmati pertandingan.

Suasana festival benar-benar sangat terasakan. Orangtua tanpa rasa khawatir berani membawa anak-anaknya untuk menikmati suasana pesta olahraga bangsa-bangsa Asia. Orang tua dan penyandang disabilitas pun tidak kesulitan untuk datang ke tempat-tempat pertandingan.

Di tengah kekhawatiran terjadinya ketegangan di tahun politik, kita melihat bagaimana suasana persahabatan di antara para pemimpin politik yang akan bersaing. Pertemuan antara Presiden Joko Widodo, bakal calon Presiden Prabowo Subianto, dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di arena pencak silat menunjukkan keadaban politik yang menyejukkan suasana dan menunjukkan kedewasaan kita dalam membangun sistem demokrasi.

Indonesia pasti akan semakin hebat kalau semua orang bisa terus mempertahankan sikap yang positif seperti yang diperlihatkan di Asian Games ini. Kita bersaing tentang kehebatan, bukan mengungkap keburukan orang lain.

Kalau kita kompak dan bahu-membahu, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kuartet pelari 4x100 m putra Indonesia, Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara sudah membuktikan itu. Meski minim pengalaman, mereka mampu mengungguli kuartet Tiongkok yang diperkuat pelari tercepat Asia, Su Bingtian, untuk merebut medali perak di nomor lari bergengsi itu.

Tentu kita tidak boleh berpuas diri. Masih banyak hal yang harus kita perbaiki dan lakukan ke depan. Akan tetapi, kita sudah mempunyai modal yang baik untuk menjadi bangsa yang besar. Tidak ada salahnya kita menaikkan lagi target yang lebih tinggi lagi. Olimpiade 2032 sekarang menjadi sasaran kita bersama.

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.