Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Keputusan Radikal dan Terlembagakan

Saur Hutabarat, Dewan Redaksi Media Group
27/8/2018 05:30
Keputusan Radikal dan Terlembagakan
(MI/Seno)

KPK kiranya gagal mencegah korupsi. Bahkan, tidak ada tanda-tanda KPK dapat membasmi korupsi. Kenapa?

Harap jangan salah paham. KPK berhasil, sangat berhasil melakukan penindakan, memasukkan koruptor ke penjara. Orang terakhir yang menjadi tersangka KPK ialah Idrus Marham yang telah mengundurkan diri selaku menteri sosial.

Namun, sejujurnya harus dikatakan korupsi bukannya berkurang. Corruption Perceptions Index 2017 tetap buruk (skor 37).

Tentu saja KPK tidak dapat sendirian membasmi korupsi yang luar biasa itu, sekalipun dirinya sebagai superbodi dijadikan superpower.

Pernyataan itu mengandung pesimisme karena kita sebagai bangsa memang tidak pernah mengambil langkah radikal dan terlembagakan untuk membasmi korupsi. Saban kali jalan keluar radikal dan terlembagakan ditawarkan sebagai kebijakan kepublikan, saban kali itu pula bakal terjadi perbantahan yang berkepanjangan dan kita gagal berkeputusan yang radikal dan terlembagakan.

Mohon maaf saya sengaja menggunakan kata 'kita' karena korupsi memang masalah kita bersama sebagai bangsa dan negara. Oposisi pun korupsi, sekalipun cenderung tidak bisa menahan bibirnya di dalam perbantahan itu.

Belum lama ini muncul kontroversi gaji menteri Singapura. Kontroversi itu terpantik oleh pernyataan Goh Chok Tong, mantan perdana menteri Singapura, yang bilang bahwa gaji menteri Singapura tidak cukup untuk menarik anak bangsa Singapura yang kompeten menjadi menteri di masa depan. Pernyataan itu dilansir pada 7 Agustus 2018, ketika berdialog dengan warga South East District Singapura, dan mendapat tanggapan luas.

Bukankah gaji menteri Singapura termasuk tertinggi di dunia?

Hemat saya, Goh Chok Tong mengangkat soal gaji menteri itu lebih mengandung pesan moral kepublikan agar Singapura terus mempertahankan reputasinya sebagai negara yang menggaji menteri tertinggi di dunia. Untuk apa?

Bapak bangsa Singapura Lee Kuan Yew menjawabnya bukan saja agar anak bangsanya yang terbaik mau menjadi pelayan publik sebagai menteri, melainkan juga agar penyelenggara negara tidak korupsi. Katanya, berargumentasi bahwa menjadi menteri merupakan kehormatan, pengabdian, bukan uang, itu hipokrit/munafik. Dalam perkara itu, perbantahan nasional diselesaikan dengan keputusan negara yang radikal dan terlembagakan.

Pada 1993, PM Lee mengusulkan formula gaji yang dicantolkan kepada sektor swasta, yaitu gaji tertinggi eksekutif puncak korporasi lokal dan MNC serta gaji kaum profesional di empat cabang profesi terkemuka (bankir, akuntan, engineer, dan lawyer).

Dihasilkan benchmark gaji menteri sebanyak 2/3 daripada median pendapatan eksekutif puncak dan gaji tertinggi empat profesi itu. Parlemen mengesahkan proposal itu. Dari mana negara tahu gaji swasta itu? Dari pajak penghasilan.

Bila pertumbuhan ekonomi bagus, gaji orang-orang swasta itu naik, begitu pula gaji menteri. Sebaliknya, bila perekonomian buruk, gaji orang-orang swasta itu turun, begitu pula gaji menteri.

Sepertinya sulit dipercaya gaji menteri diturunkan. Namun, itulah yang terjadi. Pada 2006, gaji menteri Singapura turun menjadi 55% dari benchmarck. Berapa persisnya gaji yang telah diturunkan itu? Jawabnya S$1.202.600/tahun.

Itu berarti gaji menteri Singapura besarnya sekitar S$100 ribu/bulan (dibulatkan ke bawah). Kurs tengah terendah dolar Singapura terhadap rupiah kala itu (April 2006) ialah 5.567,92. Jadi, gaji menteri Singapura waktu itu mencapai Rp556.792.000/bulan, atau setengah miliar rupiah lebih per bulan. Sekalipun gaji itu telah diturunkan, jumlah uang yang diterima menteri Singapura itu tetap fantastis untuk anak bangsa Indonesia umumnya. Benarkah?

Umumnya benar, tetapi tidak benar-benar fantastis khususnya bagi gaji pimpinan puncak Otoritas Jasa Keuangan yang mencapai Rp300 juta/bulan, gaji pimpinan puncak Lembaga Penjamin Simpanan yang mendekati Rp300 juta/bulan, serta gaji Gubernur Bank Indonesia yang mencapai Rp200 juta/bulan. Semua ini benchmark yang bagus bila transparan dan terlembagakan formulanya.

Hemat saya, kita harus berani mengambil keputusan negara yang radikal dan terlembagakan sedemikian rupa sehingga gaji penyelenggara negara cukup kompetitif untuk membunuh nafsu korupsi. Benchmarking tidak usah ke Singapura, tetapi cukup dibandingkan dan disandingkan dengan penghasilan pimpinan puncak tiga lembaga OJK, LPS, dan BI.

Meminjam pandangan bapak bangsa Singapura, kita selama ini memelihara hipokrisi. Gaji dipertahankan rendah, tapi faktanya kekayaan pejabat negara terus meningkat. Untuk perkara yang satu ini kiranya tidak ada perbantahan nasional. Anehnya, kenapa kita masih perlu perbantahan nasional bahwa kita perlu model mental yang baru yang jujur dan terbuka perihal gaji pelayan publik yang perlu dinaikkan berlipat-lipat?



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.