Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Gejala Gila

SAUR HUTABARAT/Dewan Redaksi Media Group
26/2/2015 00:00
Gejala Gila
()
ORANG waras di negeri ini kayaknya perlu lebih mencermati pertambahan orang sakit jiwa serta meningkatnya anjing gila. Di rumah sakit jiwa di Bogor dikabarkan tiap hari ada 5-10 orang sakit jiwa perlu rawat inap. Namun, tak semua selalu dapat ditampung.

Di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, wabah rabies merebak sehingga sejak pertengahan Januari 2015 dite tapkan sebagai kejadian luar biasa. Di kedua kabupaten itu total 191 orang digigit anjing gila: 16 meninggal, 59 divaksin, 77 dirawat, dan selebihnya tak jelas.

Padahal, baru Agustus tahun lalu Kalimantan Barat dinyatakan bebas rabies. Kenapa dalam tempo cepat predikat itu rontok? Publik sebaiknya jangan mudah percaya terhadap berbagai proklamasi bebas ini, bebas itu, seperti daerah ini bebas narkoba, dinas itu bebas pungli. Satu-satunya yang tetap kita percaya ialah Proklamasi Kemerdekaan RI 1945, bebas dari penjajah Belanda. Selebihnya, entar dulu.

Dalam semangat itulah Bali, misalnya, perlu terus dicermati. Bali tempat populasi anjing terbanyak di negeri ini. Ada pakar memperkirakan setiap delapan manusia di Pulau Dewata memelihara seekor anjing. Berpenduduk 4,2 juta, itu artinya ada lebih 500 ribu anjing. Bayangkan anjing sebanyak itu diserang rabies, menggigit manusia, turis asing pula. Pariwisata bisa remuk berat.

Wabah anjing gila dapat diatasi dengan vaksinasi. Bagaimana dengan 'wabah' orang sakit jiwa? Masukkanlah frasa 'orang gila meningkat' ke mesin Google, berhamburan informasi di mana-mana orang gila meningkat. Bahkan, berkeliaran di ruang publik. Antara lain di Cilegon, Cipanas, Dumai, Jakarta, Madiun, Nunukan.

Orang sakit jiwa dan anjing gila berkeliaran di ruang publik pada awalnya karena ketidakpedulian sanak saudara atau tuan si anjing gila. Pada akhirnya haruslah dialamatkan kepada negara karena menyangkut falsafah negara (perikemanusiaan yang adil dan beradab, sekalipun orang gila), serta perintah undang-undang tentang bahaya penyakit menular (dalam hal ini rabies).

Demi keselamatan rakyat, negara pernah sa ngat serius urus anjing gila. Contohnya, Panglima ABRI mengeluarkan Instruksi Nomor ST/292/1993 Tanggal 6 Oktober Tahun 1993 tentang peran serta ABRI dalam program pemberantasan rabies. Empat bulan kemudian, diperkuat lagi dengan Instruksi Nomor ST/26/1994 Tanggal 12 Februari 1994 tentang tindak lanjut ABRI dalam mendukung keberhasilan program pemberantasan rabies di seluruh Indonesia. Dasarnya jelas, membiarkan rakyat mati digigit anjing gila, betul-betul negara gila.

Apakah Panglima TNI perlu mengeluarkan instruksi tentang peran serta TNI menyelamatkan orang sakit jiwa? Kayaknya demikian. Sebab, ada tanda-tanda sipil membiarkan sipil sakit jiwa berkeliaran di ruang publik.

BPS belum lama ini mengumumkan kabar gembira, yaitu indeks kebahagiaan Indonesia tahun 2014 sebesar 68,28 pada skala 0-100, meningkat 3,17 poin jika dibandingkan dengan di 2013. Sejujurnya, selama jumlah orang gila meningkat dan Indonesia belum bebas rabies, saya kurang bahagia membaca kabar gembira itu.

Kalau tahun depan orang sakit jiwa terus bertambah dan anjing gila mewabah, tapi hasil survei indeks kebahagiaan meningkat, saya bisa gila membacanya. Betapa absurd kebahagiaan di negeri ini.


Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.