Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Pelajaran dari Anthony Ginting

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
24/8/2018 05:30
Pelajaran dari Anthony Ginting
()

INILAH pertandingan bulu tangkis paling heroik dan mengharukan yang pernah saya lihat. Ketika pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melawan Yuqi Shi dari Tiongkok dalam final beregu putra di gim ketiga, Rabu (22/8). Anthony terjatuh ketika mengejar bola dalam kedudukan 15-12. Sejak itu ia mulai terpincang jalannya; beberapa kali terjongkok dan terjatuh. Namun, ia pantang menyerah.

Dengan kaki kram yang parah, tak bisa ditekuk, ia tetap bermain dengan kaki kiri diseret-seret. Ia bak serdadu di medan perang yang terus melawan musuh meski dengan tubuh terluka. Anthony terus mengejar shuttlecock dan bahkan sesekali melakukan smash. Namun, ketika menorehkan poin 19, tubuh anak muda ini lunglai, terjongkok, menundukkan badan dalam posisi merangkak agar nyerinya berkurang. Ia tak menyerah, tapi kemudian rebah dalam posisi tengadah.

Setelah tim medis memberi pertolongan, kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Oktober 1996 ini masih bisa menambah poin menjadi 20-19, sebelum Shi mengejarnya menjadi 20-21. Itulah angka maksimal Anthony. Dengan tertatih-tatih akhirnya ia menepi memberi tahu wasit dan rebah lagi dalam posisi tengadah lagi. Ia tak mengaduh dan mengeluh. Shi pun dengan sportif menghampiri Anthony. Seraya berjongkok, pemain Tiongkok ini meraih tangan sang lawan. Wajahnya menunjukkan simpati yang dalam.

Anthony tak bisa lagi mendapatkan perawatan medis karena dalam regulasi bulu tangkis, maksimal hanya dua kali perawatan ketika dalam pertasndingan. Regulasi yang mestinya bisa ditinjau kembali karena kesehatan atlet haruslah diutamakan. Anthony akhirnya dibawa keluar lapangan dengan brankar. Ia dinyatakan kalah. Para penyiar radio dan televisi yang menyiarkan pertandingan mengabarkan dengan perasaan haru dan takjub. "Inilah pahlawan Indonesia yang sebenarnya malam ini," kata seorang penyiar televisi seraya meminta seluruh rakyat Indonesia berdoa untuk kesembuhan Anthony.

Presiden Joko Widodo, yang menonton dengan didampingi beberapa menteri, langsung menemui Anthony yang tengah dirawat. "Masyarakat Indonesia bangga dengan perjuanganmu," kata Jokowi memberi semangat. Ia juga meminta tim medis menangani Anthony agar cedera kakinya tak memengaruhi kariernya.

Tim bulu tangkis Indonesia akhirnya menyerah 1-3 pada Tiongkok. Namun, inilah kekalahan dengan kepala tegak. Anthony--juga Jonatan Christie, ganda Fajar Alfian/Rian Adianto--memang kalah poin, tetapi menang semangatnya. Ganda Kevin Sandjaja Sukomulyo/Marcus Fernaldi Gideon, satu-satunya yang menang, meraihnya dengan penuh atraktif dan penuh gairah, semangat demi bangsa. Semangat ini mestinya bisa menjadi oasis dalam kehidupan ketika kebersmaan terasa meranggas.

Bisa jadi jutaan orang yang menyaksikan perlawanan Anthony menjadi sangat emosional. Seperti ekonom Faisal Basri, misalnya, mencicit di akun Twitter-nya, 'Hanya air mata yang bisa kupersembahkan kepadamu, #AnthonyGinting', tulisnya ketika menyaksikan Anthony tak kuasa lagi melangkah setelah berkali-kali rebah. 'Kita tidak bertanya apa agama Anthony, Kevin, dan Gidoan; tak bertanya pula apa sukunya, dari mana asalnya. Yang dikenang ialah perjuangannya'.

Secara umum semangat 'meraih bintang' kontingan Indonesia memang sangat tinggi. Efek Zohri yang menjadi juara dunia lari junior di Finlandia, momen bulan kemerdekaan, acara pembukaan Asian Games dengan pertunjukan memukau, agaknya menyuntikkan energi berlipat bagi para atlet. Hingga hari kelima, Indonesia meraih 8 medali emas, 5 perak, dan 9 perunggu. Bandingkan dengan Asian Games 2014, Indonesia hanya mendapat 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu.

Perhelatan masih 10 hari lagi. Artinya masih terbuka lebar menangguk medali emas lagi untuk beberapa cabang, seperti bulu tangkis perseorangan, pencak silat, kano, bridge, panahan, dan boling. Target 10 besar agaknya bisa terpenuhi. Semangat Anthony, semangat Asian Games, mestinya jadi modal berharga untuk mengembalikan lagi kehormatan kita meraih prestasi olahraga--juga bidang-bidang lain. Kepercayaan menjadi tuan rumah kali ini, setelah Vietnam tak sanggup karena alasan keuangan, harus kita lakukan dengan penuh semangat.

Terasa ada elan vital Asian Games 1962 tengah ditiupkan ke Asian Games 2018 ini. Dengan 17 negara peserta ketika itu, Indonesia meraih peringkat kedua dengan 21 medali emas, 26 perak, dan 30 perunggu. Kini dengan 45 negara peserta mestinya bisa masuk delapan besar; dan Anthony Ginting telah mengajari arti kerja keras, pantang menyerah, dan tanggung jawab sejati.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.