Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Blok Rokan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
04/8/2018 05:30
Blok Rokan
()

PEMERINTAH menetapkan Pertamina sebagai pemenang pengelolaan Blok Minyak Rokan di Provinsi Riau untuk periode 2021-2041. Blok minyak yang berada di tiga lokasi, yakni Duri, Minas, dan Besakap merupakan ladang minyak terbesar kedua setelah Blok Cepu dengan cadangan 1,5 miliar barel. Pertamina memenangi persaingan atas PT Chevron Indonesia yang selama ini mengelola blok tersebut, setelah mengajukan signature bonus kepada pemerintah sebesar Rp11,5 triliun.
      
Kita harus acungi jempol langkah yang diambil manajemen Pertamina dan keputusan pemerintah untuk memberikan hak pengelolaan kepada yang paling besar memberikan manfaat bagi negara. Berulang kali kita sampaikan, Pertamina harus berubah. Tidak bisa Pertamina hanya menjadi ‘penjual bahan bakar minyak’. Pertamina harus menjadi produsen minyak dan gas.
       
Transformasi itu menuntut Pertamina harus menguasai hulu migas. Dengan produksi hanya 76 ribu barel per hari, sedangkan produksi nasional sekitar 760 ribu barel per hari, Pertamina tidak bisa dikatakan sebagai perusahaan minyak negara.
        
Dengan mengambil alih pengelolaan Blok Rokan, produksi minyak Pertamina bisa lebih dari 300 ribu barel per hari. Artinya, Pertamina sudah bisa menyumbang sekitar 40% produksi minyak nasional. Kalau Pertamina lebih agresif lagi mendapatkan ladang minyak baru, Pertamina akan menjadi perusahaan minyak negara yang sesungguhnya.
        T
idak bosan kita membandingkan Pertamina dengan Petronas yang dulu belajar dari badan usaha milik negara kita ini. Menurut Presiden Direktur Medco Energy Hilmi Panigoro, Petronas bisa menjadi perusahaan kelas dunia karena operasi minyak mereka sudah ada di 100 negara.
        
Kemampuan manajemen Pertamina tentu tidak kalah dari orang-orang Petronas. Yang dibutuhkan tinggal kemauan untuk berubah dan melakukan transformasi. Dengan itulah Pertamina akan mempunyai kemampuan keuangan yang lebih solid dan tidak pernah akan goyah ketika diminta menjalankan kewajiban pelayanan publik.
        
Petronas pun sama dengan Pertamina diwajibkan pemerintahnya untuk menjual BBM dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Mereka bisa menutupi beban biaya menjalankan kewajiban pelayanan publik karena keuntungan dari bisnis di sektor hulu.
         
Potensi keuntungan dari bisnis migas yang terbesar memang tidak terletak di industri hilir. Kalangan migas selalu mengatakan, bisnis ritel itu sebenarnya bisnis recehan. Bisnis besar ada pada industri hulu dan pengolahan yang mempunyai nilai tambah tinggi seperti industri petrokimia.
         
Memang, ada prasyarat yang harus dipenuhi pemerintah apabila ingin menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak negara yang sehat dan kuat. Pertama ialah pemilihan direksi harus didasarkan profesionalitas dan sistem rekrutmen yang benar. Ini penting agar kemudian direksi bisa bekerja sesuai dengan karakter industri migas.
         
Tidak mungkin kita bisa membangun Pertamina yang kuat apabila direktur utamanya diganti setiap tahun. Padahal, investasi migas membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Keputusan direksi untuk melakukan eksplorasi sekarang ini, hasilnya baru bisa dirasakan minimal 10 tahun yang akan datang.
         
Kedua, direksi Pertamina harus orang yang tepercaya agar bisa diberikan kebebasan untuk melakukan aksi korporasi. Negara yang diwakili pemerintah hanya bertugas seperti komisaris yang mengingatkan apabila terjadi penyimpangan tanpa harus terlibat ke dalam urusan teknis.
         
Ketiga, negara harus memberi dukungan bagi berjalannya operasi perusahaan dengan baik. Apabila Pertamina membutuhkan lahan untuk pembangunan industri hulu, penyediaan lahan harus dilakukan negara. Petronas di Kuantan misalnya, bisa bekerja tenang mengembangkan bisnis karena negara sudah menyiapkan 4.000 hektare lahan bagi pembangunan industri migas yang terintegrasi.
          
Kita harus menyadari, pembangunan itu membutuhkan dukungan energi. Kita tidak pernah bisa menjadi negara industri apabila tidak mempunyai pasokan energi yang mencukupi dan berkelanjutan. Untuk itulah pemerintah tidak boleh ragu untuk menetapkan penyediaan energi sebagai kebutuhan utama negeri ini.
          
Sekarang ini terlalu lama juga kita membiarkan Pertamina berjalan tanpa komando. Seorang pejabat sementara memiliki keterbatasan untuk menetapkan kebijakan strategis. Pemerintah harus berani segera menunjuk orang untuk menjadi direktur utama Pertamina.
          Penunjukan Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan diharapkan menjadi titik awal untuk membangun Pertamina yang hebat. Pemerintah harus menjaga momentum terjadinya transformasi di Pertamina. Sudah saatnya kita dorong Pertamina bisa terbang tinggi.

 



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.