Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Imbalan Jabatan Kepala Daerah

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
30/7/2018 05:30
Imbalan Jabatan Kepala Daerah
()

PARA wali kota yang bergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menyampaikan permintaan kenaikan gaji kepada Presiden Jokowi. Permintaan itu disampaikan Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany, yang juga Wali Kota Tangerang Selatan, ketika mereka bertemu Jokowi di Istana Bogor, Senin (23/7).

Katanya, dana operasional tidak cukup. Mereka berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menaikkan gaji mereka. "Mudah-mudahan ada formula yang baik, yang tentu tidak jadi beban pemerintah pusat."

Airin menjadi Wali Kota Tangerang Selatan sejak 20 April 2011. Sejak itu gajinya tidak pernah naik. "Sudah lama ya, selama wali kota belum pernah naik."

Gaji wali kota berada di bawah satu payung ketentuan hukum yang sama dengan gaji kepala daerah/wakil kepala daerah lainnya, yaitu Peraturan Pemerintah No 59 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan atau Administratif Kepala Daerah, Bekas Kepala Daerah, atau Bekas Wakil Kepala Daerah.

Menurut ketentuan itu, gaji pokok gubernur Rp3 juta sebulan dan gaji pokok wakil gubernur Rp2,4 juta sebulan. Gaji pokok bupati/wali kota Rp2,1 juta sebulan dan gaji pokok wakil bupati/wakil wali kota Rp1,8 juta sebulan.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, besarnya biaya operasional bergantung pada pendapatan asli daerah. Di provinsi dengan PAD terendah, sampai dengan Rp15 miliar, biaya penunjang operasional gubernur/wakil gubernur paling rendah Rp150 juta dan paling tinggi 1,75% dari PAD.

Di provinsi dengan PAD tertinggi, di atas Rp500 miliar, gubernur/wakil gubernur mendapat biaya penunjang operasional paling rendah Rp1,25 miliar dan paling tinggi 0,15% dari PAD.

Bupati/wali kota, dengan PAD terendah sampai dengan Rp5 miliar, mendapat biaya penunjang operasional paling rendah Rp125 juta dan paling tinggi 3% dari PAD.

Di kabupaten/kota dengan PAD tertinggi, di atas Rp150 miliar, bupati/wali kota mereka mendapat biaya penunjang operasional paling rendah Rp600 juta dan paling tinggi 0,15% dari PAD.

Jokowi menjadi Wali Kota Surakarta selama 7 tahun, yaitu periode pertama 2005-2010 dan periode kedua 2010-2012. Kemudian dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Semua posisi kepala daerah itu dijabatnya dengan gaji pokok dan biaya operasional yang sama, di bawah payung hukum yang sama, yang sekarang dikeluhkan Apeksi dan diminta dinaikkan.

Semua ketentuan perihal gaji pokok dan biaya operasional kepala daerah itu dibuat di zaman Gus Dur sebagai presiden. Jarak waktu terbentang amat panjang 18 tahun. Biaya operasional mungkin masih relevan dipertahankan karena bergantung kepada kreativitas dan produkvitas menghasilkan PAD. Tapi, gaji pokok?

Upah minimum telah naik berkali-kali, tapi gaji kepala daerah mandek di tempat. Sebagai perbandingan, gaji pokok gubernur Rp3 juta sebulan di bawah upah minimum Provinsi Jakarta (Rp3.648.035) dan Kota Surabaya (Rp3.583.321,62).

Karena itu, dalam kedudukannya sekarang sebagai presiden pun Jokowi kiranya merasakan betul rendahnya gaji kepala daerah. Realistis, hemat saya, mestinya pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah yang baru menaikkan gaji pokok kepala daerah.

Posisi pemimpin pemerintahan memikul tanggung jawab. Di situ jelas ada 'beban jabatan', dan negara memberi imbalan kepada mereka yang seyogianya membuat mereka mampu menghindari diri tergoda untuk mencari keuntungan material dari jabatannya.

Menekankan tanggung jawab, tanpa menimbang pantasnya imbalan, kiranya mengandung ketidakadilan. Postulat itu menjadi sulit dipertahankan ketika orang dihadapkan kepada kenyataan bahwa korupsi tidak berurusan dengan naiknya atau besarnya gaji atau tidak. Apa yang kurang dengan imbalan-imbalan yang diberikan negara kepada anggota DPR? Kenapa mereka tidak jera korupsi?

Tiap jabatan publik memikul moral masing-masing, beban masing-masing, dan imbalan masing-masing. Jabatan publik terlalu mulia untuk diukur dengan keseimbangan kompensasi. Namun, membiarkan gaji pokok kepala daerah di bawah upah minimum kiranya tidak memperlihatkan kemuliaan sama sekali.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.