Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Berkah Asian Games

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
28/7/2018 05:30
Berkah Asian Games
(MI/Tiyok)

PEMBUKAAN Asian Games XVIII masih akan berlangsung 20 hari lagi. Namun, semarak pesta olahraga bangsa-bangsa Asia sudah mulai terasakan. Mulai 10 Agustus, sepak bola akan memulai kompetisi dan tim nasional Indonesia dijadwalkan bertemu Taiwan di pertandingan pembukaan.

Kita sepantasnya menyambut dengan penuh sukacita perhelatan olahraga empat tahunan jni. Lebih 14 ribu atlet dari 45 negara Asia akan hadir di Jakarta dan Palembang. Sepanjang satu bulan setidaknya kita akan menjadi pusat perhatian bangsa-bangsa Asia.

Berkah Asian Games dirasakan kita semua. Masyarakat di Jakarta akan mulai menikmati itu mulai awal Agustus mendatang. Sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin kita mempunyai jalur pedestrian yang layak dan nyaman.

Berpuluh-puluh tahun para pejalan kaki tidak pernah mendapatkan fasilitas yang memadai. Trotoar yang ada tidak hanya sempit, tetapi juga tidak nyaman. Bahkan tidak jarang kemudian dipakai untuk jalan pintas pesepeda motor. Pejalan kaki benar-benar menjadi warga negara kelas dua.

Karena Asian Games, kini kita memiliki jalur pedestrian yang lebar dan juga asri. Kalau kita pandai untuk terus merawatnya, ke depan tempat berjalan kaki di jalan utama Ibu Kota itu akan teduh dan indah oleh bunga-bunga yang mekar di sana.

Kita perlu melihat bagaimana Surabaya menata kotanya. Dengan trotoar yang tertata rapi, taman kota yang terawat baik, warga menikmati kehidupan yang berkualitas. Pohon-pohon rindang yang ditanam di daerah-daerah hijau membuat suhu udara Surabaya bisa turun satu-dua derajat celsius.

Masyarakat Palembang pun mendapatkan berkah dari penyelenggaraan Asian Games ini. Palembang menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki light rail train. Pelaksanaan Asian Games membuat pemerintah daerah semakin bergegas untuk menyelesaikan pembangunan LRT yang menjadi kebanggaan masyarakat Palembang.

Asian Games seharusnya menularkan kepada kita sikap no nonsense. Tidak ada yang tidak mungkin kita bisa raih. Sepanjang ada kemauan dan kesungguhan, prestasi tinggi akan bisa kita dapatkan. Apalagi jika ada kekompakan di antara kita dan disiplin dalam menjalankan semua tugas yang menjadi tanggung jawab kita.

Terutama yang namanya kekompakan, pantas kita pelajari dari olahraga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah tim hanya bisa menjadi pemenang kalau satu pemain dengan yang lain saling mendukung di lapangan. Tidak kalah pentingnya keharusan pemain untuk mematuhi apa yang sudah digariskan pelatih.

Di Piala Dunia 2018 lalu kita bisa melihat bagaimana Argentina yang dipenuhi banyak bintang hebat seperti Lionel Messi tidak mampu berjaya. Tidaklah mungkin mereka berhasil ketika pemain tidak patuh kepada pelatih Jorge Sampaoli. Beda dengan Prancis yang tampil bahu-membahu dan mereka sangat hormat kepada pelatih Didier Deschamps.

Dalam kehidupan yang besar, mustahil kita akan menjadi bangsa pemenang apabila kita terus berkelahi sendiri. Kita tidak pernah memberi kesempatan dan memberi kepercayaan kepada pemenang pemilihan umum untuk memajukan negeri ini. Setiap hari kita mencela kerja keras yang sudah dilakukan, seakan-akan tidak ada yang baik diperbuat untuk memajukan negeri ini.

Kita perlu belajar dari Rusia yang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2018. Meski kesebelasan nasional Rusia gagal menjadi juara, rakyat negara itu tetap menghormati dan mendukung tim nasional mereka. Piala Dunia 2018 menyatukan bangsa Rusia untuk menghadapi tantangan dunia.

Banyak kekurangan yang masih harus dikerjakan Rusia. Akan tetapi, semua kekurangan itu tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan saling menyalahkan. Sekecil apa pun, semua orang harus memberi kontribusi terbaik untuk membuat kondisi negara menjadi lebih baik.

Begitu pulalah kita dalam menyambut Asian Games XVIII ini. Pesta olahraga harus kita pakai untuk membuat bangsa ini bersatu. Kita dukung atlet-atlet kita untuk bisa berjuang dan memberikan yang terbaik bagi 'Merah Putih'. Kita dorong pemerintah ini berbuat yang terbaik bagi kemajuan Indonesia.

Sebulan ke depan ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk menunjukkan diri sebagai bangsa besar. Ini kesempatan juga bagi mereka yang cerdas dan kreatif untuk memanfaatkan kesempatan. Peluang bisnis begitu terbuka dan kita akan memetik manfaat dari hadirnya ribuan tamu dari luar negeri kalau mau bekerja dan bukan hanya bertengkar.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.