Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA hari berturut-turut publik mendapat sajian penting perihal Pilpres 2019. Pada Senin (23/7) koalisi enam partai bertemu Jokowi di Istana Bogor. Besoknya, Selasa (24/7), SBY dan Prabowo beserta petinggi partai masing-masing bertemu di kediaman SBY di bilangan Kuningan, Jakarta.
Pertemuan SBY dan Prabowo menunjukkan pertanda kuat bahwa Partai Demokrat meninggalkan peranannya sebagai partai penyeimbang. SBY menyetir partainya berpihak kepada Prabowo.
Pertemuan pimpinan Partai Demokrat dengan pimpinan Partai Gerindra itu pertemuan bilateral. PKS yang selama ini erat berkoalisi dengan Partai Gerindra tidak ikut serta. Apa maknanya?
Pembicaraan bilateral itu layak ditengarai membicarakan cawapres. Dikatakan atau tidak dikatakan kepada publik, penentuan cawapreslah urusan yang belum tuntas. Benarkah? Ada sinyal iseng orang usil, jangan-jangan bukan Prabowo yang bertanding dengan Jokowi. Pilpres 2014 tidak bakal terulang kembali.
PKS jelas dan tegas menginginkan kadernya yang menjadi cawapres untuk mendampingi capres Prabowo. Keinginan PKS itu disuarakan dengan tanda seru, berupa ancaman untuk berpisah. Namun, sejauh ini tiada kata putus dari Prabowo dan juga faktanya Prabowo baru semata menjadi capres Gerindra, bukan atau belum capres koalisi.
Dari segi jumlah kursi, logis bila Partai Demokrat yang kursinya di DPR lebih banyak daripada PKS berpandangan kadernyalah yang lebih patut menjadi cawapres. Publik pun tahu betapa SBY menginginkan anaknya, AHY, yang menjadi cawapres. Akan tetapi, pikiran iseng dan usil bisa membalikkannya.
Tidak berlebihan untuk berspekulasi menyimpulkan di dalam dinamika penentuan cawapres itu SBY yang menang. Apakah PKS bakal mutung?
Apa pun alasannya, partai yang punya kursi di DPR tidak bijak secara politik 'mutungan', yaitu tidak mengambil peran dalam mengusung capres/cawapres. Bila tidak berkoalisi dengan Prabowo, ke manakah PKS bergabung? Jika hanya ada dua poros, mungkinkah terjadi PKS bergabung dengan poros Jokowi? Ini juga pikiran iseng dan usil.
Iseng dan usil itu membuka kemungkinan koalisi yang lebih besar di kubu Jokowi untuk masa pemerintahan kedua. Koalisi yang sebaiknya telah terbentuk sebelum pilpres, yaitu koalisi sesama pengusung capres.
Pertemuan koalisi enam partai dengan Jokowi menghasilkan kesimpulan terpokok menyerahkan cawapres kepada Jokowi untuk menentukan wakilnya. Kesimpulan yang bijak yang kiranya mengatasi potensi gesekan sesama partai pengusung Jokowi.
Urusan politik nasional saat ini sepertinya bukan mencari orang nomor 1, melainkan mencari orang nomor 2 di Republik ini untuk masa pemerintahan 2019-2024. Namun, itu sejauh ini hanya benar untuk capres Jokowi, dan karena itu publik penasaran nama siapa yang akan keluar dari kantong Jokowi.
Sebaliknya, dari kantong siapakah nama pendamping Prabowo bakal keluar? Belum tentu dari kantong Prabowo, karena sejauh ini koalisi belum terbentuk dengan bulat berkeputusan menjadikan Prabowo sebagai capres.
Kemarin pagi, saya melintas di depan Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta. Terbacalah di situ sebuah spanduk bertuliskan 'pemimpin milenial', dengan gambar AHY di kiri dan Sandiaga Uno di kanan. Apakah itu sinyal capres dan cawapres dari koalisi Demokrat dan Gerindra? Terus terang, saya terdorong untuk serius membaca spanduk iseng dan usil itu.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved