Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Untuk Amien Rais di Business Class

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
19/7/2018 05:30
Untuk Amien Rais di Business Class
()

SEORANG tokoh, elite di negeri ini, duduk di business class di sebuah penerbangan komersial kiranya perkara yang wajar. Mestinya juga tidak terkecuali untuk seorang Amien Rais, pendiri PAN, mantan Ketua MPR.

Tentu duduk di kelas bisnis di penerbangan domestik membuka peluang penumpang kelas ekonomi melihat sang tokoh. Melihat ada Amien Rais, seorang penumpang yang duduk di kelas ekonomi kursi No 8A, terdorong rasa penasaran lalu menulis sepucuk surat yang dititipkan kepada pramugari untuk disampaikan kepada Amien Rais.

Isinya, "Mumpung ketemu di pesawat walaupun bapak duduk di Bisnis. Penasaran saya, kenapa bapak benci sekali dengan pak Jokowi? Salah apa Presiden saya ke Bapak? Kesal juga dengar bapak hina-hina presiden saya. Enjoy your business class sir!"

Setelah pesawat mendarat di bandara Adisutjipto, Yogya, penumpang kelas ekonomi itu mengejar Amien Rais. Terjadilah percakapan pendek, antara lain penumpang kelas ekonomi itu bilang. "Saya rakyat Indonesia, tidak terima bapak hina-hina Jokowi," yang dijawab, "Kamu antek Cina."

Di akhir percakapan, Amien Rais mengajak salaman dan berfoto, tetapi ditolak disertai pernyataan dalam bahasa Jawa, "Emoh, nek foto karo Jokowi aku gelem!."

Kisah itu beredar di media sosial dan menimbulkan pro dan kontra. Ada yang berpendapat itu hoax, ada yang percaya bahwa hal itu benar terjadi, bukan fantasi.

Fantasi sekalipun isi surat itu mengandung kebenaran, yaitu rasa penasaran pemilih Jokowi, kenapa Amien Rais benci sekali dengan Jokowi? "Salah apa Presiden saya?", merupakan pertanyaan yang mewakili banyak orang yang tidak disampaikan langsung kepada Amien Rais. Bilapun ada orang yang bakal memilih lagi Jokowi pada 2019 kebetulan melihat Amien Rais, seperti penumpang kelas ekonomi itu, orang itu memilih menyimpan rasa penasarannya di dalam hati.

Kenapa Amien Rais benci sekali Jokowi? Apa salah presiden saya? Pertanyaan pertama kiranya berkaitan dengan ekspresi di wilayah psikoanalisis. Salah satu penjelasan menggunakan konsep 'proyeksi' Sigmund Freud, yang mendeskripsikan kecenderungan kita untuk menolak apa yang kita tidak sukai tentang diri kita.

Ada yang mengembangkannya lebih jauh, proyeksi sebagai kebutuhan kita menjadi baik, yang menyebabkan kita memproyeksikan keburukan keluar diri dan menyerangnya.

Pendapat lain tentang kebencian berangkat dari kebalikannya, yaitu compassion terhadap orang lain seperti terhadap diri sendiri. Jika saya memelihara benci kepada orang lain, terkandung di dalamnya saya pun membenci diri saya. Siapakah saya ini gerangan?

Amien Rais ialah tokoh besar, Ketua MPR, bapak reformasi. Tapi tidak terpilih menjadi presiden. Siapakah Jokowi? Tokoh kecil, Wali Kota Surakarta, malah jadi presiden. Hemat saya, di sanalah urusan proyeksi atau compassion.

Pertanyaan kedua apa salah presiden Jokowi? Pertanyaan ini berkaitan dengan ekspresi di wilayah kebijakan publik yang memerlukan jawaban kepublikan yang jujur, berbasiskan fakta, dan argumentatif.

Kualitas macam itu kiranya hanya dapat diproduksi tokoh yang punya compassion terhadap orang lain seperti terhadap diri sendiri.

 



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.