Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Sebuah Nama yang Indah pada Waktunya

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
16/7/2018 05:30
Sebuah Nama yang Indah pada Waktunya
()

KETUA Umum PKB Muhaimin Iskandar akhirnya menyatakan dukungan atas pencalonan Jokowi dalam Pilpres 2019. Kegenitan manuvernya dalam hal koalisi partai pengusung selesai, sekalipun hasrat pribadinya masih menyala untuk menjadi pendamping Jokowi sebagai cawapres.

Di hadapan pers yang bertanya kepada Muhaimin, Jokowi berkata, "Ini saya tambahkan sedikit. Sudah saya sampaikan bahwa nama (cawapres) sudah ada di saku saya. Salah satu nama itu ialah Pak Muhaimin Iskandar."

Dikabarkan, ada lima nama di saku Jokowi, lebih sedikit jika dibandingkan dengan sembilan nama kader PKS yang diajukan partai itu untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo. Itu baru dari PKS, dengan ancaman menarik dukungan bila tidak dikabulkan. Belum lagi PAN, bahkan Partai Demokrat bila memilih bergabung dengan kubu Prabowo.

Berapa pun jumlahnya, betapa pun lebih mudah menebak lima nama ketimbang belasan nama, tetaplah nama yang di saku Jokowi itu merupakan misteri. Yang boleh sedikit lega hanya Muhaimin Iskandar karena Jokowi sendiri secara eksplisit menyebut namanya di hadapan media.

Nama-nama itu, entah nama siapa persisnya di saku Jokowi, biarlah menjadi materi perbincangan tebak-menebak warga, baik di dalam kehidupan personal maupun perbincangan spekulatif pengamat di ruang publik. Itu tebak-tebakan yang sehat, arena tiap pilihan kiranya mengandung kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Meningkatnya intensitas perbincangan publik mengenai cawapres yang akan mendampingi Jokowi menunjukkan meningkatnya kepedulian warga atas keterpilihan kembali Jokowi sebagai presiden. Ada rasa ingin tahu yang sangat besar yang menurut sebagian orang sebaiknya memang tidak usah terburu-buru dibuka.

Lima nama cawapres pendamping Jokowi itu kiranya produk tiga substansi. Pertama, cara Jokowi berkomunikasi, yang kiranya berbeda kala bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh atau bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Misalnya, Jokowi telah merampungkan perkara besar, yaitu menyepakati lima nama yang kini ada di sakunya. Ini kesepakatan yang menyelesaikan semua kepentingan yang berbeda, baik dari sisi perseorangan maupun sisi partai pengusung.

Kedua, lima nama itu dapat mengatrol elektabilitas Jokowi. Dalam hal ini tentu hasil survei lembaga yang kredibel dari waktu ke waktu menjadi pertimbangan pokok untuk memilih sebuah nama.

Dalam survei itu tentu dicari tahu sedalam-dalamnya perihal akseptabilitas dan semua kemungkinan keunggulan bila kelima nama itu masing-masing dipasangkan dengan Jokowi. Parameternya terukur akurat.

Ketiga, kesepakatan substansial bahwa pada akhirnya keputusan diserahkan kepada Jokowi untuk menentukan siapa yang menjadi cawapres pendampingnya.

Substansi yang ketiga itu mengandung kearifan besar bahwa presiden dan wapres haruslah pasangan yang akur dalam perspektif sebagai duet pemimpin bangsa dan negara. Keakuran itu bukan semata urusan objektivitas, atau urusan rasional an sich, melainkan juga keakuran subjektif yang menyangkut sublimasi kebatinan dua personalitas.

Substansi yang terakhir itu bukan kecocokan instan. Dia hasil proses berinteraksi yang jujur dan terbuka, dalam membawa negara dan bangsa ini ke masa depan yang jauh lebih baik.

Karena itu, Jokowi seyogianya tidak terburu-buru mengeluarkan sebuah nama dari lima nama di sakunya. Segala sesuatu ada waktunya dan sebuah nama itu menjadi indah pada waktunya.
 



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.