Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Bujet Besar Mutu Buncit

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
13/7/2018 05:30
Bujet Besar Mutu Buncit
()

ANGGARAN besar, kualitas buruk. Inilah potret dunia pendidikan kita. Ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk kesekian kalinya mengungkapkan kegundahan akan kualitas pendidikan kita justru setelah besar anggarannya. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun punya keluhan yang sama.

"Tantangan yang kita hadapi bukan bagaimana bisa menghabiskan anggaran pendidikan sebanyak Rp444 triliun (20% dari APBN) pada tahun ini, melainkan bagaimana menciptakan manusia yang berkualitas," kata Sri Mulyani dalam kuliah umum Menjaga Momentum untuk Mencapai Kesejahteraan di Universitas Andalas, Sumatra Barat, pekan lalu.

Menurut Sri, pendidikan belum fokus pada apa yang ingin diraih seiring dengan meningkatnya anggaran amat besar. Ia memberi contoh terkait dengan kompetensi apa yang harus dimiliki para siswa. “Kami khawatir dana hanya menyebar sesuai konstitusi, tapi tak berpikir tentang kualitas," ungkap Sri di Gedung Guru Indonesia, Jakarta, dua hari setelah ia bicara di Universitas Andalas.

Tak hanya kali ini ia nyaring mengkritisi dunia pendidikan. Tahun lalu, ia juga membeberkan hasil penelitian Bank Dunia 2017, Indonesia dinilai butuh waktu 45 tahun untuk mengatasi ketertinggalan dalam hal membaca; untuk ilmu pengetahuan butuh waktu 75 tahun.

Itu hasil dari WDR (World Development Report) untuk Indonesia mengatasi ketertinggalan pendidikan agar sama dengan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) atau Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Ada yang mengkritik hasil survei ini tak sepenuhnya benar.

Sri membandingkan Indonesia dengan Vietnam. Hasil tes matematika untuk siswa Vietnam 90, sedangkan nilai siswa Indonesia hanya 60, bahkan bisa 50 atau 40. Padahal, Vietnam salah satu negara Asia Tenggara yang belum lama ‘sembuh’ dari derita perang. Negeri itu juga sama-sama mengalokasikan anggaran pendidikan 20% APBN. Indonesia bahkan lebih awal, yakni pada 2009, sementara Vietnam baru 2013. Namun, menurut Sri, di Vietnam terlihat hasilnya.

Jika benar sinyalamen Sri, anggaran besar untuk peningkatan sumber daya manusia tetapi tanpa rancangan penggunaan anggaran yang tepat, uang besar itu serupa gelembung sabun. Menguap tanpa bekas. Kita semua khawatir, uang besar itu ternyata justru menjadi problem. Perlu dicatat, tahun ini pemerintah akan mengangkat 100 ribu guru berstatus aparat sipil negara. Harus dipastikan itu mestinya solusi. Bukan masalah.

Tak ada bangsa maju dengan pendidikan yang buruk. Itu postulatnya. Mimpi setinggi gunung apa pun akan sia-sia tanpa fondasi sumber daya manusia yang berkelas. Revolusi mental pun hanya akan menjadi nyanyian sumbang. Padahal, dalam Kabinet Kerja Jokowi, ada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Di bawah koordinasi kementerian itu, mestinya pendidikan-revolusi mental dirumuskan secara visioner untuk menyambut ufuk masa depan.

Kini dunia pendidikan seperti terus berselubung problem. Kurikulum kerap berganti ketika kurikulum sebelumnya belum sepenuhnya dilaksanakan. Kebijakan sertifikasi guru yang tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan juga gagal. Padahal, dana yang dikeluarkan cukup besar. Sistem zonasi bagi siswa baru berdasarkan Peraturan Mendikbud No 14 Tahun 2018 dilaksanakan berbeda-beda di setiap daerah. Kekisruhan pun tak terelakkan di banyak tempat. Padahal, tujuannya pemerataan dunia pendidikan. Niatnya baik yang tak direncakan dengan baik.

Adapun kebijakan SKTM (surat keterangan tidak mampu) justru membuat masyarakat ramai-ramai mendadak miskin. Para orangtua telah mengajarkan kebohongan kepada anak-anak mereka. Kejujuran menjadi barang mahal. Bukankah di masa lalu ujian nasional juga bagian dari kebohongan bersama-sama sekolah? Mereka yang jujur, yang melaporkan kecurangan UN, justru digusur.

Kita sudah lama memprihatinkan dunia pendidikan. Namun, di banyak acara di banyak tempat, pendidikan tetap menjadi dunia yang terus dikeluhkan, bukan dicari solusi terbaiknya. Bagaimana kita bisa mewujudkan industri 4.0 dengan mutu pendidikan yang buruk? Bagaimana kita mewujudkan bonus demografi pada 2045 jika tak dengan pendidikan berkelas? Pembangunan fisik yang kini berderap pastilah penting, tapi dengan pendidikan yang buruk bisa menjadi malapetaka.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.