Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Viral Kemenangan Hati Nurani

Saur Hutabarat, Dewan Redaksi Media Group
02/7/2018 05:30
Viral Kemenangan Hati Nurani
(MI/Tiyok)

PILKADA 2018 menimbulkan kegembiraan tersendiri, yaitu partai memviralkan di media sosial kemenangan calon kepala daerah yang mereka usung.

Ada partai yang bahkan membuat bagan kemenangan lengkap dengan foto calon kepala daerah yamg menang mengenakan seragam partai. Partai bangga menang pilkada.

Bangga karena calon yang diusung partai dipilih rakyat, dipercaya rakyat. Kegembiraan meledak ketika lembaga survei yang kredibel mengumumkan kepada publik hasil hitung cepat mereka dalam siaran langsung di televisi.

Hemat saya, suasana kebatinan kemenangan itu kiranya tidak hanya menggelora di tubuh partai atau di ruang publik, tetapi juga di ruang-ruang privat warga yang mencoblos dan coblosan mereka menang.

Sesungguhnya, kemenangan itu kemenangan rakyat yang telah dengan sukacita menggunakan hak pilih. Bahkan, kemenangan hati nurani seorang guru SD yang dipecat karena berbeda pilihan dengan arahan yayasan sekolah.

Bayangkan turut diviralkan di media sosial betapa bergairah seorang warga menggunakan hak pilihnya sampai-sampai lima jemari tangan kiri beserta seluruh telapak tangannya bermandikan tinta tanda mencoblos.

Hanya ujung jari kiri yang bersih. Warga itu mengekspresikan penggunaan hak demokrasinya berbeda dengan yang lazim hanya ujung jari yang bertinta. Bukankah itu keisengan tanda bergembira berpilkada?

Kegembiraan warga berpilkada itu kiranya tampak pada tingkat partisipasi. Sebagai contoh Pilkada Jabar 2018. Berdasarkan quick count Indobarometer partisipasi pemilih di situ diproyeksikan mencapai 67,88%.

Partisipasi yang tinggi, antara lain disebabkan beragamnya figur yang dikompetisikan dan memang ada tokoh yang atraktif.

Dari jumlah partisipasi itu, diproyeksikan suara sah sebanyak 64,87%. Hanya 3,01% suara tidak sah, yang menunjukkan warga datang ke kotak suara tahu benar apa yang dicoblos.

Namun, menurut saya, warga yang paling bahagia ialah guru SD di Kota Bekasi yang menuruti hati nuraninya itu. Dia bernama Robiatul Adawiyah, 28, yang dipecat karena berbeda pilihan dengan yayasan sekolah dalam pilkada Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat. Dia memilih Rahmat Effendi sebagai wali kota dan Ridwan Kamil sebagai gubernur.

Suaminya memviralkan di media sosial percakapan guru itu dengan pihak yayasan, yang sudah jelas arahan dan pilihannya. Bahkan, viral berkelanjutan berisi Ridwan Kamil menjanjikan pekerjaan yang enak, yayasan meminta maaf, hingga sang guru ogah mengajar kembali di sekolah itu.

Saya berpandangan viral guru SD itu viral kemenangan yang paling dahsyat. Robiatul Adawiyah pemenang utama Pilkada 2018. Dia memenangkan hati nuraninya dan akal sehatnya di dalam menentukan pilihan. Dialah demokrat sejati yang tidak gentar memikul akibat dipecat dari pekerjaannya.

Viral kemenangan partai, viral kemenangan hati nurani warga, itulah keindahan Pilkada 2018.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.