Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Potret Diri SBY

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
28/6/2018 05:30
Potret Diri SBY
()

SBY kembali menjadi pembicaraan publik gara-gara pernyataannya akhir pekan lalu bahwa Polri, TNI, BIN tidak netral dalam rangka pilkada yang diselenggarakan Rabu, kemarin.

SBY menyebut hal itu dilakukan oknum dengan menunjuk sebagai bukti penggeledahan rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang maju sebagai calon gubernur. SBY menggugat, mengapa rumah calon gubernur yang lain tidak digeledah?

Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan yang merupakan perwira tinggi Polri membantah penggeledahan itu. Yang mereka lakukan pemeriksaan aset, bukan penggeledahan. Iriawan bahkan menyayangkan SBY mendapat informasi tersebut dari pembisiknya. "Sekarang di media sosial beliau terpojok, kan kasihan. Harusnya dilihat dulu yang memberi masukan."

Dalam konferensi pers kampanye akbar pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Bogor, Sabtu (23/6), SBY bahkan eksplisit menyebut ada oknum aparat TNI, Polri, dan BIN, yang ikut berpolitik dan ingin menggagalkan calon-calon yang diusung oleh Demokrat.

"Kenapa ini saya sampaikan, agar BIN, TNI, dan Polri netral. Ini nyata sekali kejadiannya. Kalau pernyataan saya ini membuat intelijen dan kepolisian tidak nyaman, dan mau menciduk saya, silakan," katanya.

Ada dua kata yang perlu disorot. Pertama penggunaan kata 'oknum' untuk menghindari tuduhan kepada Polri, TNI, BIN sebagai institusi. Padahal, menyebut sekaligus dalam satu kalimat ada oknum di tiga institusi itu justru menimbulkan tafsir adanya konspirasi institusi.

Kedua, kata 'menciduk' yang mengandung makna kekerasan bahkan berupa pelanggaran HAM. Sangat mengherankan SBY yang mantan Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI berpangkat letnan jenderal di zaman otoriter itu kembali menggunakan kata 'menciduk'. Padahal, dia 10 tahun menjadi presiden sebagai produk demokrasi.

Untuk kedua kali dalam konteks pilkada, SBY berbicara negatif terhadap BIN. Yang pertama di masa pilkada Jakarta, ketika Ahok menjadi calon gubernur, bersaing dengan Anies Baswedan, dan AHY, anaknya. Yang kedua di masa pilkada Gubernur Jawa Barat sekarang ini, yakni Partai Demokrat mengusung Deddy Mizwar. Jelaslah SBY punya kepentingan subjektif.

Pandangan SBY yang mencurigai Polri, TNI, dan BIN membuat saya tidak bisa menghindarkan diri untuk menyoal, apakah potret diri SBY masih patut dilihat sebagai mantan presiden RI? Ataukah dia lebih pas dipandang sebagai seorang politikus, Ketua Umum Partai Demokrat? Ataukah perlu melihat potret dirinya mundur jauh ke belakang di level selaku Kasospol ABRI?



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.