Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BERITA itu mula-mula hadir samar. Baru kemudian jadi jelas setelah polisi angkat bicara. Itulah perihal surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) kasus chat porno yang diduga melibatkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan Firza Husein.
Disebut samar karena kabar itu awalnya datang dari pihak pengacara Rizieq sendiri sehingga publik belum sepenuhnya yakin. Mula-mula kita dengar SP3 itu dari Rizieq lewat sebuah video yang diunggah tepat di Hari Raya Idul Fitri tempo hari. Rizieq dengan didampingi istri dan anak-anaknya menyampaikan 'kabar baik' yang dikirim salah seorang pengacaranya, Sugito.
Sehari kemudian polisi baru membenarkan. "Ada permintaan resmi dari pengacara untuk di-SP3, lewat surat. Setelah itu dilakukan gelar perkara maka kasus tersebut (chat mesum) dihentikan karena menurut penyidik kasus tersebut belum ditemukan peng-upload-nya.
Terhadap kasus ini dapat dibuka kembali bila ditemukan bukti baru," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal.
Untuk kasus yang sungguh menghebohkan, kenapa bukan polisi yang langsung mengumumkannya? Bukankah di awal kasus ini muncul, Polri berkali-kali menegaskan pihaknya punya bukti amat kuat? Polri amat yakin dalam perkara ini. Keyakinan itu kini seperti lesap begitu saja.
Perlu juga dicatat pernyataan M Iqbal, penghentian penyelidikan kasus chat mesum Rizieq-Firza disebabkan belum ditemukan pengunggahnya. Polisi akan membuka kasus itu bila ditemukan bukti baru. Artinya kasus itu belum sepenuhnya usai. Jika pengunggahnya ditemukan, kasus ini bisa dibuka kembali.
Kabarnya, Polri 'kesulitan' menemukan pengunggah chat mesum itu. Perkara aib itu ditemukan ketika polisi menyita telepon seluler milik Firza dalam kasus tuduhan makar. Jika chat mesum itu sampai ke publik, ada kemungkinan polisilah pengunggahnya. Itu dugaan yang tak salah juga.
Kasus chat mesum berawal dari situs www.baladacintarizieq.com awal 2017. Ia memuat konten screenshot percakapan tak senonoh via Whatsapp, antara seorang pria yang disebut Habib Rizieq dan wanita yang disebut Firza Husein. Situs itu juga memuat foto-foto syur yang diduga diambil Firza untuk pria yang diduga Rizieq.
Tak hanya foto, situs itu mengunggah rekaman suara dua perempuan sedang membincangkan hubungan terlarang antara pria yang diduga Rizieq dan perempuan diduga Firza. Kedua perempuan itu digambarkan sebagai Firza dan temannya, Fatima alias Kak Emma.
Sebagian masyarakat meyakini chat mesum itu benar adanya. Soalnya ialah Rizieq telah dua kali dipenjara dalam kasus kekerasan pada 2003 dan 2008. Ia tak gentar menghadapinya, kenapa dalam kasus chat mesum, ia kabur? Kabur berarti ada tanda kebenaran fakta di situ. Tentu para pendukung Rizieq kekeuh chat mesum itu fitnah, kriminalisasi ulama. Kriminalisasi ulama itu 'isu seksi', jualan utama, lawan-lawan Jokowi.
Proses hukum ialah soal kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Dalam kasus Rizieq-Firza, benarkah SP3 itu memenuhi tiga hal itu? Seperti biasa, itu semua jadi tafsir yang, saya kira, bergantung pada kepentingan masing-masing.
Memang ada amarah pada sebagian pendukung Jokowi. Meskipun SP3 domain polisi, tuduhan tetap dialamatkan kepada Presiden Jokowi. SP3 itu bukti Jokowi takut Rizieq, sang buron. Itu barter politik yang kian membuktikan tuduhan hukum di era Jokowi jadi alat tukar tambah kepentingan. Tak ada 'Dewi Themis', peneguh keadilan, di situ.
Rupanya pengacara Rizieq yang lain, Kapitra Ampera, mengaku telah bertemu Jokowi tiga kali untuk mengadukan perihal kasus kliennya itu. Wajar jika ia berterima kasih kepada Presiden selaku kepala negara yang telah meluruskan kekeliruan Polri dalam kasus Rizieq-Firza.
Banyak juga yang memuji: Inilah cara cerdas Jokowi meruntuhkan lawan-lawan politiknya. Untuk menghentikan 'proyek' kegaduhan politik yang menggerus emosi dan energi kita sejak Jokowi menjadi presiden. Ini cara brilian wong Solo itu melemahkan lawan.
Ada yang meyakini dengan melihat langkah-langkah Jokowi selama ini, ia memang pemain catur yang piawai. Langkahnya tak bisa ditebak.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved