Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Di Mana Posisi Anak-Anak Kita?

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
07/6/2018 05:30
Di Mana Posisi Anak-Anak Kita?
()

SEBUAH survei tentang indeks hilangnya masa kanak-kanak sedunia menempatkan anak-anak kita pada rangking ke-105 dari 175 negara. Dalam rangking itu Indonesia ditandai pula dengan huruf G. Apa artinya?

Itu satu tanda dari tiga ancaman hilangnya masa kanak-kanak. Yang pertama ditandai dengan huruf P, yaitu masa kanak-kanak yang direnggut kemiskinan (poverty). Contohnya anak-anak di Korea Utara, Rwanda, Timor Leste, dan Bangladesh.

Ancaman yang kedua ditandai dengan huruf C, yaitu anak-anak yang kehilangan masa kanak-kanak karena negara mereka dilanda konflik. Contohnya Palestina, Myannar, Sudan, dan Suriah.

Ancaman yang ketiga ditandai dengan huruf G, yaitu hilangnya masa kanak-kanak karena diskriminasi terhadap anak perempuan (girls). Contohnya Indonesia, Arab Saudi, Maladewa, dan Kamboja.

Ada negara yang anak-anaknya kehilangan masa kanak-kanak akibat dua ancaman, bahkan tiga ancaman sekaligus. Anak-anak di India, Kenya, Uganda, Nepal, Senegal, dan Ethiopia, misalnya, ditandai huruf P dan G karena mengalami ancaman kemiskinan dan juga diskriminasi perempuan.

Anak-anak di Haiti, Zimbabwe, dan Burundi ditandai huruf C dan P karena didera konflik dan juga kemiskinan. Yang paling parah tentulah anak-anak yang negaranya ditandai tiga huruf (C, P, G) sekaligus, yakni miskin, berkonflik, dan mengalami diskriminasi perempuan. Contohnya Kongo, Kepulauan Solomon, Gambia, dan Liberia.

Indeks hilangnya masa kanak-kanak (End of Childhood Index) 2018 menempatkan Singapura dan Slovenia sebagai negara peringkat pertama dengan skor tertinggi. Kira-kira, inilah negara surganya masa kanak kanak. Korea Selatan bersama tujuh negara Eropa
(Norwegia, Swedia, Finlandia, Irelandia, Belanda, Islandia, Italia) menempati 10 besar teratas sebagai negara yang kiranya sesuai dengan nyanyian, masa kanak-kanak, masa yang paling indah.

Sepuluh negara yang anak-anaknya paling kehilangan masa kanak-kanak ialah Kongo, Sierra Leone, Guinea, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Chad, Republik Afrika Tengah, Mali, dan Niger. Itulah negara 'neraka' masa kanak-kanak.

Baiklah ditilik lebih tajam posisi anak-anak kita. Pertama, indeks hilangnya masa kanak-kanak karena kematian anak yang diukur berdasarkan kematian per 1.000 lahir hidup. Indeks Indonesia 26,4. Bandingkan dengan Malaysia (8,3), Thailand (12,2). Tapi Filipina lebih jelek dari kita (27,1).

Gizi buruk juga faktor hilangnya masa kanak-kanak. Indeks itu diukur dari banyaknya anak stunting, yaitu persentase anak umur 0-59 bulan yang berat badannya kerdil jika dibandingkan dengan umur. Indeks Indonesia 36,4. Bandingkan dengan Thailand (10,5), Malaysia (17,7), Vietnam (24,6), Myanmar (29,2), Filipina (33,4). Sejujurnya kita buruk.

Indikator lain hilangnya masa kanak-kanak ialah anak putus sekolah yang diukur berdasarkan persentase anak umur sekolah dasar dan menengah yang drop out. Indeks Indonesia 14,2. Vietnam (13,3), Malaysia (13,7), dan Thailand (13,7). Filipina lebih baik (6,1).

Hilangnya masa kanak-kanak juga diperlihatkan fakta bahwa seumur mereka bekerja, atau kawin, atau masih anak-anak sudah punya anak. Untuk anak yang bekerja, indeks Indonesia (6,9) lebih baik daripada Thailand (8,3), Myanmar (9,3), Filipina (11,1), dan Vietnam (16,4).

Perkawinan amat dini jelas faktor yang bikin kehilangan masa kanak-kanak. Urusan itu diukur berdasarkan persentase anak perempuan kawin pada umur 15-19 tahun. Indeks Indonesia 12,8. Malaysia (6,0), Filipina (9,7), Vietnam (10,3),  Myanmar (12,6). Tapi Thailand lebih jelek daripada kita (14,1).

Indikator lain yang disurvei ialah seberapa banyak anak telah beranak yang diukur tiap kelahiran per 1.000 anak perempuan umur 15-19 tahun. Indeks Indonesia 49,2. Malaysia (13,7), Myannar (16,2), dan Vietnam (39,1). Filipina lebih parah (62,7).

Semua itu hasil survei Save the Children (www.savethechildren.org) dan perbandingan Indonesia dengan beberapa negara ASEAN. Secara global posisi anak-anak kita digolongkan 'some children' yang kehilangan masa kanak-kanak. Kita tidak tergolong 'many children',  'most children', apalagi 'nearly all children'. Satu perkara kiranya jelas, kita perlu bertindak cepat mengatasi persoalan stunting, anak anak kerdil kurang gizi. Jangan remehkan temuan ini!

 



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.