Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Cara Malaysia Membayar Utang

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
04/6/2018 05:30
Cara Malaysia Membayar Utang
(MI/Tiyok)

PERDANA Menteri (PM) baru Malaysia, Mahathir Mohamad, kaget berat betapa besar utang negara yang diwariskan Najib Razak, PM sebelumnya.

Jumlahnya 1 triliun ringgit (US$251 miliar) atau 80% GDP.

Seorang warga Malaysia tergugah hatinya.

Ia ingin mengajak orang Malaysia untuk membantu negara mengurangi utang yang berjibun itu. Ia lalu membuka sebuah laman gogetfunding.com.

Begitu orang membuka laman itu, terpampanglah judul cukup menarik, 'Please Help Malaysia!'.

"Warga Malaysia tercinta, ingatkah Anda ketika orangtua kita memberi perhiasannya, uangnya, dan barang-barang berharga lainnya agar Tunku dan pemerintah punya cukup dana untuk pergi ke London dan mengklaim untuk merdeka?" Tunku yang dimaksud ialah Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri pertama Malaysia.

"Sekarang saatnya kita melakukan itu. Kita dapat bilang pada anak-anak kita, cucu-cucu kita, mengenai inisiatif bahwa kita semua mengambil bagian untuk menyelamatkan Negaraku Malaysia."

Siapakah yang begitu patriotik mengajak warga Malaysia bergotong royong turut mengurangi utang negara itu?

Namanya Nik Shazarina Bakti. Umurnya 27 tahun. Ia meraih gelar LL.M dari SOAS University of London. Dompet ditutup 31 Juli 2018, dengan target US$100 ribu.

Sampai kemarin terkumpul US$3.643.

Menteri Keuangan YB Lim Guan Eng memuji usaha Shazarina untuk mengajak seluruh rakyat Malaysia menyumbang kepada negara.

Kata Menteri, Shazarina telah meningkatkan semangat patriotik rakyat ke tahap yang lebih tinggi.

Pemerintah bahkan terinspirasi lalu membuka rekening di sebuah bank, yang merupakan dompet resmi.

Dompet itu diberi nama Tabung Harapan Malaysia, dengan tagline 'Sayangi Malaysiaku!'.

Tiap hari pada pukul 15.00 dana yang masuk ke rekening itu diumumkan secara terbuka di situs Kementerian Keuangan Malaysia (treasury.gov.my).

Sejak rekening itu dibuka (31/5), kemarin (3 Juni 2018) telah terkumpul 18.608.925,36 ringgit.

Gairah membantu negara untuk mengurangi utang itu bahkan juga diperlihatkan anak-anak.

Di sebuah permukiman, Taman Yari, Jalan Klang Lama, Kuala Lumpur, ada 20 anak berumur 11 sampai 20 tahun bergotong royong menerima jasa pelayanan cuci mobil yang uangnya bakal diberikan ke rekening Tabung Harapan Malaysia.

Gagasan jasa cuci mobil itu dilontarkan Padma Padarajah, 60.

Ibu itu tidak menyangka gagasannya itu akan disambut para tetangga yang mau menjadi sponsor membeli peralatan cuci mobil.

Koran The Sun meliput Tejas Shree Udahyah Kumar, 11, sedang mencuci mobil.

Katanya, dia bangun pada pukul tujuh pagi dengan semangat.

"Saya dengan teman saya ingin menolong PM Tun Mahathir dan negara."

Perusahaan swasta pun tergerak untuk membantu negara mengurangi utang negara.

Maskapai penerbangan Malindo Air menyumbangkan 1 ringgit untuk pembelian satu tiket pesawat.

Mahathir bukan hanya memenangi pemilu.

Dia mampu menyentuh dan menggerakkan keprihatinan rakyatnya untuk bahu-membahu membantu negara mengurangi beban utang yang segunung.

Utang itu hasil perbuatan pemerintah sebelumnya yang dipimpin PM Najib Razak.

Najib sendiri diperiksa KPK Malaysia dan diberitakan ia akan memakai jasa advokat terkemuka dari AS untuk mendampinginya.

Hemat saya, apa pun penyebab membengkaknya utang itu, rakyat Malaysia berpikir positif, yakni berupaya membantu meringankan beban utang yang dipikul negara.

Mereka punya sense of urgency.

Mereka bergotong royong.

Bagaimana di negeri ini? Maaf, rasanya kita lebih suka mencari kambing hitam.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.