Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Jalan Licin

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
02/6/2018 05:30
Jalan Licin
()

BERITA utama surat kabar China Daily, Rabu (30/5), mengangkat isu tentang Otoritas Keuangan Tiongkok yang akan mengambil langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kemacetan ekonomi.

Terlalu ekspansifnya investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan di sana membuat pertumbuhan kredit melebihi kemampuan pemupukan dana pihak ketiga. Tanpa langkah antisipatif, dikhawatirkan terjadi kekurangan likuiditas pada sistem perbankan.

Pelonggaran dana wajib minimum pada sistem perbankan merupakan salah satu yang sedang dipertimbangkan. Hanya, aturan itu akan dilengkapi dengan pengetatan aturan penyaluran kredit pada perusahaan di dalam satu grup.

Persis seperti terjadi di Indonesia pada akhir 1990-an, banyak perusahaan di Tiongkok mendirikan lembaga keuangan, termasuk bank, terutama perusahaan-perusahaan minyak dan gas yang meraup banyak keuntungan. Mereka melebarkan usaha ke sektor-sektor lain, termasuk keuangan. Dana yang dapat dikumpulkan kemudian disalurkan ke perusahaan satu induk.

 Persoalan yang paling ditakutkan Otoritas Keuangan Tiongkok ialah moral hazard. Pemberian kredit kepada perusahaan satu grup tidak dilakukan secara hati-hati. Dikhawatirkan, kredit itu menjadi macet, apalagi di tengah situasi perekonomian dunia seperti sekarang.
Langkah proteksionis negara-negara Barat dikhawatirkan menyebabkan kredit kepada perusahaan satu induk bisa menjadi macet.

Sekarang ini semua negara sedang melakukan konsolidasi ke dalam. Situasi perekonomian global menciptakan kondisi yang serbatidak pasti. Beberapa negara mulai menghadapi persoalan di dalam negeri. Kita sebut saja Argentina yang kembali dihadapkan kepada krisis keuangan.

Turki bahkan mulai melakukan pengetatan setelah semakin terpuruknya mata uang mereka, lira.

Uni Eropa pun berupaya untuk mencegah jangan sampai Italia keluar dari euro zone. Pemerintah baru Italia sudah memberikan sinyal untuk tidak mau terikat di dalam Uni Eropa. Mereka berencana keluar mengikuti jejak Inggris. Kalau ini terjadi, mata uang euro akan mengalami pukulan berat.

Sengaja kita angkat persoalan global ini untuk memberikan perspektif bahwa bukan hanya kita yang menghadapi masalah. Ibarat api dalam sekam, semua negara menghadapi persoalan masing-masing. Dibutuhkan kehati-hatian untuk bisa melewati masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Dengan tingkat kebergantungan antarnegara yang begitu tinggi, tidak ada negara yang akan kebal terhadap krisis. Kalau satu negara mengalami kesulitan ekonomi berat, efeknya bisa menular pada banyak negara yang lain.

Untuk itulah kita mengapresiasi pertemuan antara otoritas moneter dan pemerintah untuk mengantisipasi gejolak yang terjadi di dunia sekarang ini. Kepastian tekanan terhadap rupiah karena dampak dari rencana kenaikan tingkat suku bunga di AS baru diketahui pertengahan Juni.

Namun, Bank Indonesia sudah mengambil langkah antisipatif dengan kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan 25 basis poin. Kebijakan penaikan BI 7-day (reverse) repo rate yang kedua kali dalam sebulan dimaksudkan untuk mencegah aliran modal keluar dari Indonesia sekaligus menstabilkan nilai tukar rupiah.

Langkah yang juga perlu dilakukan pemerintah ialah bertemu kalangan dunia usaha. Para pengusaha perlu diingatkan untuk menjaga kesehatan perusahaan masing-masing. Jangan sampai terjadi mismatch yang membawa perusahaan ke dalam kesulitan keuangan.

Termasuk badan usaha milik negara. Mereka perlu diminta untuk menjaga jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Ekspansi bisnis harus dilakukan secara saksama dan jangan sampai melebihi kemampuan keuangan yang ada. Kalau sudah telanjur melakukan investasi, mereka perlu melakukan konsolidasi keuangan dan memetakan langkah kontingensi yang akan dilakukan saat menghadapi kondisi buruk.

Dalam situasi seperti sekarang ini, kita harus mencegah jangan sampai ada perusahaan mengalami default. Kemacetan pada satu perusahaan akan berdampak pada perusahaan lain dan yang paling ditakutkan bisa mengimbas ke perbankan. Kalau terjadi, itu bisa mengganggu kepercayaan masyarakat.

Pemerintah perlu menciptakan suasana berusaha yang kondusif. Dalam situasi seperti sekarang yang perlu diupayakan ialah bagaimana perusahaan bisa tetap berjalan. Kita harus membuat bagaimana lebih banyak anggota masyarakat melakukan hal-hal produktif.

Memang Juni ini menjadi berat karena dalam sebulan ini hanya ada 11 hari waktu untuk bekerja. Bulan ini praktis dipenuhi libur yang berlebihan. Padahal, kondisi global menuntut semua bangsa lebih banyak melakukan kegiatan produktif daripada lebih banyak libur. Semoga kita bisa melewati masa sulit ini dengan baik.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.