Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN Presiden Joko Widodo dengan pengemudi truk di Istana Negara membuka mata Presiden tentang masih maraknya pungutan liar di jalan raya. Bahkan para sopir menyampaikan jumlahnya semakin banyak dan memberatkan mereka. Pelakunya bukan hanya preman jalanan, melainkan juga aparat berseragam, baik petugas dinas perhubungan darat maupun polisi.
Sebenarnya kita tidak perlu bertanya kepada sopir truk untuk mengetahui masih maraknya praktik pungli yang terjadi di sekitar kita. Dengan kasatmata kita bisa melihat apabila berkendaraan di jalan raya. Pungli mudah ditemukan di mana-mana.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia Tutum Rahanta dalam program Economic Challenges pernah menunjukkan bagaimana pungli itu dilakukan. Truk-truk yang tidak mendapatkan stempel di bak belakangnya seakan sah untuk dipungli. Agar tidak capek untuk dicegat di tengah jalan, sopir-sopir truk harus mendapatkan stempel. Namun, untuk itu juga harus ada uang yang dibayarkan.
Masalah pungli ini memang pernah membuat gemas Presiden pada 2016. Presiden ketika itu mengeluarkan peraturan presiden tentang pemberantasan pungli. Bahkan tidak tanggung-tanggung dibentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar yang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.
Salah satu yang membuat kita sulit menjadi negara besar ialah soal konsistensi. Sikap dan cara kerja kebanyakan kita hanya ramai di awal. Setelah itu semua kembali seperti semula, business as usual. Nenek moyang kita menangkap fenomena itu sehingga muncul pepatah 'hangat-hangat cirit ayam'.
Pemberantasan pungli pun seperti itu. Setelah keluar peraturan presiden, sempat dibentuk desk khusus yang menangani sapu bersih pungli. Bahkan kepada masyarakat disampaikan tata cara mengadukan apabila menghadapi pungli.
Pada awalnya, langkah penindakan pun ramai dipublikasikan. Tidak sedikit aparat polisi yang ditindak atasannya karena melakukan pungli. Namun, seperti sudah diduga, belum dua tahun penyakit sosial itu kembali muncul dan bahkan dikatakan para sopir truk semakin marak.
Pertanyaannya, cukupkah Presiden merasa kaget? Perlukah Presiden lalu mengeluarkan lagi peraturan tentang pemberantasan pungli? Kalau pesan pentingnya pemberantasan korupsi itu tidak ditangkap esensinya oleh aparat, kita tidak pernah bisa memperbaiki tatanan sosial yang sudah karut-marut ini.
Kita tidak bisa hanya kaget. Yang harus ditanamkan kepada aparat penegak hukum ialah pungli ini sama dengan korupsi. Akibat pungli ini bukan hanya terjadi inefisiensi, melainkan juga kekacauan dalam data ekonomi kita karena semakin memperbesar ekonomi bawah tanah.
Selama ini kita merasa hebat karena produk domestik bruto sudah di atas US$1 triliun. Namun, kita kaget ketika rasio pajak kita tidak pernah bisa lebih dari 13%. Pemerintah pun gencar mengejar-ngejar pajak karena merasa penerimaan pajak di bawah potensi yang seharusnya.
Salah satu yang bisa menjawab rasio pajak rendah ialah besarnya ekonomi bawah tanah tadi. Praktik korupsi dan juga pungli membuat kelompok yang diuntungkan mempunyai penerimaan yang tinggi. Oleh karena cara mendapatkannya mudah, maka cara membelanjakannya pun mudah. Namun, ekonomi bawah tanah ini sulit untuk bisa dijangkau pajak.
Hal itu akan terkonfirmasi oleh besarnya pajak penghasilan yang diterima negara. Kalau konsumsi itu berasal dari kegiatan produktif yang nyata, pasti pajak penghasilan pribadi akan tinggi. Akan tetapi, sekarang ini pajak penghasilan terbesar yang diterima negara berasal dari badan atau perusahaan. Pajak penghasilan pribadi hanya menyumbangkan sekitar 40%.
Karena kita menutup mata kepada korupsi dan pungli, arah kebijakan yang ditempuh menjadi keliru. Selama ini kita selalu membuat anggaran pendapatan dan belanja negara yang tinggi karena merasa bisa memperoleh penerimaan pajak tinggi. Namun, karena basis pajaknya rendah, yang dikejar pajak ialah pengusaha itu-itu saja. Akibatnya, pengusaha itu bukan semakin besar, melainkan justru semakin kecil.
Dampak lanjutannya kita rasakan sekarang ini. Tingkat pertumbuhan ekonomi tidak pernah bisa di atas 5% karena ibaratnya ayam petelur yang diharapkan bertelur emas itu justru merasa stres. Ketika dunia usaha merasa tidak nyaman, mereka pun memindahkan kekayaannya keluar. Terutama kekayaan dalam bentuk surat berharga dilepas untuk ditukarkan ke valuta asing. Inilah yang membuat rupiah terpuruk sampai di atas 14.000 per dolar AS.
Oleh karena itu, Perdana Menteri Tiongkok Xi Jinping tidak main-main dalam memberantas korupsi dan juga pungli. Tidak tanggung-tanggung pelakunya dihukum mati karena mereka tidak hanya dianggap mencuri uang rakyat, tetapi juga merusak rencana pembangunan nasional. Kita pun tidak boleh setengah hati memberantas korupsi dan pungli kalau ingin membuat Indonesia menjadi negara maju.
)
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved