Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Yunani

08/7/2015 00:00
Yunani
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

RAKYAT Yunani akhirnya menyatakan 'oxi' atau 'tidak' terhadap paket bantuan keuangan yang ditawarkan Dana Moneter Internasional dan Bank Sentral Eropa. Keputusan itu memberikan indikasi Yunani keluar dari Uni Eropa, juga zona euro.

Keputusan Yunani itu sempat memurukkan harga saham di hampir semua bursa dunia. Namun, penurunan harga saham masih dalam batas wajar--maksimal 3%--karena pasar sudah memprediksinya. Nilai tukar mata uang dunia pun berfluktuasi secara wajar. Krisis Yunani memang sudah berlangsung sejak 2011. Sejak krisis pertama muncul, pasar langsung berjaga-jaga. Perbankan Eropa membatasi penyaluran kredit. Itulah yang membuat dampak Yunani minimal.

Kita menghormati putusan rakyat Yunani. Hanya pertanyaaannya apakah putusan itu diambil dengan penuh pemahaman dari seluruh rakyat Yunani? Bagaimana nasib Yunani yang tengah terpuruk perekonomiannya bisa memperbaiki kehidupan rakyatnya?

Ada yang mengatakan putusan referendum diambil lebih karena rasa frustrasi. Tingkat pengangguran di Yunani sudah mencapai 25%. Utang pemerintah sudah 177% dari produk domestik bruto. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras dinilai menjerumuskan rakyat Yunani ke dalam ketidakpastian. Ia tidak menjelaskan utuh untung-ruginya Yunani keluar dari zona euro. Menteri Keuangan Yanis Varoufakis baru menyadari risiko yang akan dihadapi Yunani bila keluar dari Uni Eropa menjelang pemungutan suara. Ia memutuskan mundur ketika 61,3% rakyat Yunani bersikap 'oxi'.

Bank-bank Yunani tak berani membuka kantor, kemarin, sebab takut diserbu nasabah. Selama ini warga Yunani hanya bisa mengambil uang dari anjungan tunai mandiri dengan batasan 60 euro per nasabah. Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel mengumpamakan Yunani telah membakar sendiri jembatannya ke Eropa. PM Tsipras mengirim tim untuk bernegosiasi kembali dengan ECB. Langkah itu kian memperkuat dugaan manuver referendum yang disampaikan Tsipras sekadar penekan agar Uni Eropa melonggarkan syarat dana talangan.

ECB dan IMF mendesak pemerintah Yunani untuk mengurangi beban anggaran. Subsidi yang diberikan negara terlalu berlebihan sehingga membuat defisit anggaran Yunani di atas 3%. Rakyat Yunani yang terlena dengan berbagai subsidi selalu menolak kenikmatan mereka dikurangi.Pilihan Yunani untuk berdiri sendiri di satu sisi memang mengembalikan kedaulatan. Namun, di sisi lain membuat perjuangan untuk keluar dari krisis ekonomi semakin berat karena keterbatasan kemampuan. Perbankan Yunani kekurangan likuiditas untuk membayar simpanan masyarakat.

Tantangan kedua yang harus dihadapi Yunani bagaimana membangun kredibilitas kepada dunia internasional. Setelah Yunani tidak mampu membayar kewajiban kepada IMF dan ECB, semua negara akan sangat berhati-hati bertransaksi dengan Yunani. Brasil dan Argentina yang bangkrut pada 1990-an memerlukan waktu panjang membangun kembali kredibilitas. Sepanjang masa pemulihan, rakyat menderita. Mata uang mereka tidak bisa dipakai untuk mengimpor obat-obatan. Brasil dan Argentina kala itu diuntungkan naiknya harga komoditas sehingga cepat pulih.

Yunani harus jadi pengalaman bagi pemimpin di negeri ini untuk tidak emosional mengambil keputusan.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.