Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Bioskop di Arab Saudi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
20/4/2018 05:30
Bioskop di Arab Saudi
(ebet)

RESMILAH bioskop menjadi 'halal' kembali di Arab Saudi setelah berpuluh tahun  'diharamkan'. Adalah film superhero asal Amerika Serikat, The Black Panther, yang disutradarai Ryan Coogler menjadi sinema perdana yang diputar di kompleks bioskop baru di kawasan Financial King Abdullah di Riyandh, Rabu (18/4).

Sedikitnya 400 undangan kalangan penting hadir menonton. Jumat (20/4) ini giliran masyarakat luas bisa menikmatinya. Tak ada pemisahan tempat duduk antara pria dan wanita. Bahkan, ada beberapa perempuan yang tak berhijab duduk di tengah deretan lelaki bergamis putih bersih dan berkeffiyeh.

Seperti juga di bioskop-biokop di tempat asalnya, Amerika juga di banyak negara tak ketinggalan popcorn sebagai 'penyempurna' menikmati sinema. Inilah era baru negeri yang selama ini memberi peraturan ketat tentang hiburan, juga pada perempuan.

Kehadiran bioskop itu ialah kerja sama Saudi Development and Investment Entertainment Company dengan raksasa bioskop Amerika Serikat, AMC Entertainment. Di bawah putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman, anak muda 32 tahun, reformasi Saudi menunju Visi 2030, terasa amat berderap. Rakyat diminta bekerja giat.

"Bekerja lebih keras, jangan mengkritik sistem, tapi bersukarialah," begitu sang Putra Mahkota berkata. Sebenarnya, selama ini, sebagian masyarakat Arab bukan asing dengan bioskop, tapi mereka menontonnya di negeri lain seperti Bahrain dan Uni Emrat Arab. Kini mereka menikmati di bumi sendiri. Uang pun dijamin tak bakal pergi.

Dalam sambutannya, Menteri Informasi Arab Saudi, Awwad al-Awwad, dengan penuh harapan bioskop akan memberi makna ekonomi yang penting. Saudi ingin segera membuka 350 gedung sinema dengan 2.000 layar hingga 2030. Dari industri perfilman, akan memberikan kontribusi lebih dari US$24 miliar.

Akan ada 30.000 lapangan kerja baru bisa dibuka. Inilah derap reformasi yang kian pasti di negeri kaya minyak yang kini tak bisa lagi bergantung pada sang 'mutiara hitam' itu, sebab harganya menurun. Hiburan ialah salah satu terobosan untuk menambal berkurangnya keuangan negara.

Sebelum film, musik telah mendahuluinya hadir di negeri itu. Penyanyi beken Libanon, Hiba Tawaji, dan pianis kelas dunia asal Yunani, Yani; penyanyi Mesir, Tamir Husni, pernah menghebohkan Kota Jeddah. Enam ribu tiket yang disediakan ludes hanya dalam waktu dua jam.

Ternyata selama 2017, secara keseluruhan ada sekitar 2.700 pertunjukan dan hiburan di Arab Saudi; dan tahun ini jumlahnya bakal meningkat dua kali lipat. Maret bulan lalu, negeri Islam Sunni yang kerap dilekatkan dengan Wahabi itu, juga menggelar Arab Fashion Week pertama di Hotel Ritz Carlton Riyadh, hotel yang menjadi sorotan dunia karena tempat ratusan pejabat, konglomerat, dan pangeran yang dituduh korupsi ditahan.

Event ini menampilkan beragam koleksi perancang busana dunia, seperti Roberto Cavalli, Jean Paul Gaultier, desainer asal Rusia Yulia Yanina, dan butik tersohor di Libanon Bassil Soda. Putri Nurah binti Faisal, presiden kehormatan Arab Fashion Council, mengaku bangga negerinya bisa menjadi tuan rumah.

"Ini menunjukkan posisi kuat Arab Saudi bukan hanya sebagai kekuatan ekonomi, tapi juga pusat budaya dan industri kreatif," kata Putri Nurah. CEO Roberto Cavalli Group Gian Giacomo Ferraris bilang Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk lainnya merupakan pasar utama mereka.

Baru-baru ini Pangeran Mohammed bin Salman juga mengadakan kunjungan selama sepekan ke Amerika Serikat, juga Prancis, dan beberapa negara Eropa lainnya. Dalam beberapa wawancara di negara Barat, ia menegaskan akan terus membawa modernisasi Arab Saudi.

Atas beberapa perubahan itu, ulama konservatif  Arab Saudi, masih menganggap film tetap haram. Mereka juga masih bertanya-tanya ke mana arah reformasi itu. Namun, ulama besar kelahiran Mesir, Syeikh Yusuf Qardhawi pernah menjelaskan, bioskop dan sejenisnya merupakan alat hiburan dan pengarahan.

Karena alat, hukumnya juga seperti hukum alat yang lain; boleh digunakan untuk kebaikan dan tidak boleh digunakan untuk keburukan. "Hukum bioskopnya sendiri adalah mubah, tapi kemudian hukumnya ditentukan pada untuk apa digunakannya."

Namun, apa pun respons banyak kalangan, Arab Saudi di bawah Pangeran Mohammed bin Salam kini tengah bergerak menuju Visi 2030. Tak hanya rakyat Arab Saudi yang menanti, tapi juga dunia. Apakah satu juta mahasiswa Arab Saudi yang kini tengah studi di luar negeri, umumnya di Barat, akan menjadi penopang utama perubahan itu? Seperti yang pernah ia katakan pada beberapa media, ia teguh akan kembali kepada Islam moderat. Dunia sungguh menunggu.

 

           

 

 

 



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.