Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA pertanda kepala daerah berkecenderungan gagal menjadikan dirinya pemimpin. Harap jangan kaget dengan pernyataan itu. Berkedudukan sebagai kepala (daerah), tapi senyatanya mereka belum atau tidak berada di level pemimpin.
Mungkin lebih parah lagi. Sejumlah kepala daerah belum menemukan dirinya sendiri. Sang diri masih dalam pencarian. Di dadanya bergelantungan simbol kepala daerah, tetapi itulah dada yang hampa, kosong melompong. Bandingkan dengan, "Ini dadaku, mana dadamu," pekik pejuang kemerdekaan.
Ekspresi keteguhan jiwa yang berkarakter. Pekik kebanyakan kepala daerah sekarang kepada DPRD ialah, "Ini kantongku, mana kantongmu." Begitu pula sebaliknya pekik anggota DPRD, "Isilah kantongku dari kantongmu."
Eksekutif punya lebih banyak kekuasaan. Karena itu, layak ditengarai arus kas mengalir dari kantong eksekutif ke kantong legislatif. Arus kas itu bahkan dipaksa untuk dialirkan. Celaka tiga belas kepala daerah memberinya dan ditangkap KPK.
Kepala daerah bekerja di level yang tinggi untuk daerah kekuasaannya. Di ketinggian itu ia seyogianya punya keyakinan diri. Terutama bukan keyakinan diri untuk mengatakan ya, tapi hemat saya, justru keyakinan diri untuk mengatakan tidak.
Kepala daerah melakukan korupsi ketuk palu ditangkap KPK gara-gara menyogok anggota DPRD agar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) disahkan, kiranya perlu dilihat dari sisi keteguhan jiwa sang kepala daerah yang tidak mampu mengatakan tidak kepada DPRD yang bermental transaksional.
Berani berkata tidak kepada legislatif dalam urusan ketuk palu tentu hanya dilakukan kepala daerah yang berkualitas sebagai pemimpin. Siapa mereka? Antara lain sosok yang punya keyakinan pribadi dan sadar berada di kedudukan yang berisiko tinggi menghadapi lingkungan legislatif yang lebih bermusuhan karena korup.
Pertanyaannya, bukankah itu pilihan terhormat ketimbang diturunkan di tengah jalan oleh KPK gara-gara korupsi ketuk palu agar RAPBD disahkan?
Bapak bangsa yang membuat UUD 1945 sesungguhnya telah menegakkan kerangka acuan yang mantap. Jika anggaran tidak disetujui, pakai anggaran tahun lalu. Konstitusi menjamin jalan keluar itu, jalan yang lebih bijak daripada anggaran baru yang bertambah besar tapi disahkan dengan korupsi ketuk palu.
Pemerintah menggunakan anggaran tahun lalu jelas seperti menyetir pemerintahan yang berjalan di tempat. Kepala daerah sebagai pemimpin dituntut berkemampuan menjelaskan posisi yang diambilnya kepada publik, bahwa ia memilih memimpin pemerintahan yang bersih dengan anggaran tahun lalu daripada takluk terhadap legislatif yang untuk mengetukkan palunya harus disuap.
Saya kira pilihan sikap kepala daerah yang berkarakter pemimpin itu dapat mempercepat kesadaran rakyat untuk dalam pemilu mengenyahkan wakil-wakil rakyat yang transaksional. Jika pertarungan pengesahan anggaran selalu mentok dan sang pemimpin kembali bersandar pada konstitusi, yakni menggunakan anggaran tahun lalu, bukan mustahil praktik korupsi ketuk palu bakal mati dengan sendirinya.
Kayaknya kita perlu sebuah model kepala daerah yang berkepala batu dalam menghadapi korupsi ketuk palu.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved