Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MADU dan racun dalam politik memang bisa berubah kapan saja. Demikian juga sekutu dan seteru, ia lentur belaka. Begitulah kini yang terjadi di Semenanjung Korea. Dua bangsa bersaudara yang lama berseteru itu mulai ada tanda-tanda bakal kembali bersekutu.
Maka, lagu-lagu Korea Selatan yang dulu dirasa sebagai 'racun' oleh Korea Utara, kini menjadi terasa 'madu'. Malam itu, Minggu, masyarakat dan pemimpin Korea Utara pun mereguk manisnya madu Korea Selatan yang dulu disebut racun itu.
Adalah K-Pop, Red Velvet, yang malam itu menjadi madu di negeri komunis itu. Bertempat di East Pyongyang Grand Theater, Korea Utara, Velvet memuaskan dahaga akan hiburan ribuan penonton Korea Utara. Bahkan, yang istimewa, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersama istrinya, Ri Sol Ju, juga para pejabat yang duduk di belakang Jong-un, terasa amat menikmati 'madu' Korea Selatan itu.
Terlebih ketika lagu Red Flavor dan lagu yang amat populer di Semenanjung Korea dinyanyikan. "Our Wish is Univication", mereka seolah tenggelam dalam keriangan dan kebersamaan belaka. Bersama Red Velvet, kelompok musik yang terdiri atas empat perempuan cantik, tampil juga penyanyi kenamaan Korea Selatan Cho Yong-pil, Lee Sun-hee, Baek Ji Ji-young.
Malam itu, tak ada caci maki alunan musik kapitalis dan borjuis yang merasuki jiwa bangsa Korea Utara. Duduk di tribune kehormatan tampak wajah Jong-un amat ceria. Ia bahkan beberapa kali bertepuk tangan. Ia juga melambaikan tangan kepada para penyanyi di panggung.
Setelah konser selesai, pemimpin berusia 32 tahun itu menghampiri panggung dan bersalaman dengan para penyanyi. Jong-un yang mengenakan jas hitam menyalami satu-satu para penyanyi. Bahkan, ada sesi foto bersama. Sebuah pemandangan yang tentu kontras dengan sikapnya yang dulu seolah Korea Selatan sebagai musuh abadi.
"Saya terharu melihat rakyat bisa menikmati pertunjukan dan memahami seni populer Korea Selatan. Kita harus sering mengadakan pertunjukan seni budaya. Terima kasih atas kado bagi rakyat Korea Utara," puji Jong-un.
Ada banyak harapan menyeruak atas diplomasi musik pop itu untuk reunifikasi kedua Korea yang berpisah akibat perang saudara yang menewaskan jutaan jiwa pada 1950-1953. Namun, ada juga yang tetap pesimistis dan menuduh Jong-un tengah mengulur waktu soal program bom nuklir.
Yang jelas konser itu juga balasan atas dikirimnya ratusan atlet Korea Utara ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan Februari lalu. Kunjungan 'berbalas pantun' atlet-penyanyi itu memang untuk membuat suasana teduh menjelang pertemuan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada 27 April nanti.
Pertemuan ini juga untuk membahas pertemuan Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump Mei nanti. Namun, apa pun pesimistisnya, setidaknya melihat kedua bangsa bersaudara lama menyimpan dendam itu, perlu diapresiasi. Ia serupa oasis juga. Bayangkan, perang selama tiga tahun itu dikabarkan menewaskan 1,3 juta penduduk sipil dan militer Korea Utara dan 3 juta penduduk sipil-militer Korea Selatan.
Perang berhenti karena gencatan senjata dan bukan diikat dan ikrar oleh semangat perdamaian bersama. Terlebih Kim Jong-un yang berkuasa sejak ayahnya, Kim Jong-il, meninggal pada 2011, tak ada tanda-tanda menurunkan tensi ketegangan dengan saudaranya di Selatan.
Diktator muda ini dikabarkan telah menghabisi siapa saja yang mengkritiknya. Salah satu yang dieksekusi mati ialah Menteri Pertahanan Hyon Yong-chol, yang juga pamannya sendiri. Ini terjadi pada April 2015. Hukuman sadis itu dilakukan itu dengan alasan Hyon tertidur dalam sebuah acara kemiliteran.
Kabar lain beredar, popularitas sang paman, yang juga sang mentor Kim, malah berkibar-kibar jika dibandingkan dengan keponakannya itu. Beberapa orang yang mengkritik eksekusi mati itu, termasuk bibinya sendiri, juga dihabisi. Karena itu, banyak yang pesismistis rencana penyatuan kedua Korea itu. Jong-un tak akan sudi. Begitu kira-kira.
"Seseorang bertanggung jawab atas nasibnya sendiri, tetapi manusia juga memiliki kemampuan untuk menghilangkannya," kata Kim Il-sung, kakek Jong-un. Kini, bisa jadi sang cucu tengah menghilangkan nasib buruk kedua bangsa agar bersatu kembali.
Bagi siapa pun yang selalu memandang ufuk masa depan dengan optimistis, tak ada yang musykil dua Korea kembali menjadi satu.
"Biar langit runtuh, selalu ada tempat untuk berlindung." Sesulit apa pun persoalan selalu ada jalan keluarnya. Begitu kata pepatah Korea. Dunia menunggu jalan keluar di Semenanjung Korea. Agar terasa madu selamanya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved