Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK selalu punya jalannya sendiri untuk berbeda.
Kerap ada yang dibuang di zaman lampau diambil kembali di zaman kini.
Mungkin juga semacam paradoks. Ia komunis dalam politik, tapi kapitalis dalam ekonomi.
Di masa Mao Zedong kekuasaan tanpa batas, tapi di zaman Deng Xiaoping, kekuasaan presiden dibatasi hanya dua periode, yakni 10 tahun.
Kini di tangan Presiden Xi Jinping, kekuasaan kembali tanpa batas seperti di zaman Mao.
Kongres Nasional Rakyat Tiongkok baru dua hari mengamendemen konstitusi yang menghapuskan pasal masa jabatan presiden dalam waktu tertentu.
Keputusan amendemen itu melenggang mulus dengan 2.958 suara mendukung, 2 menentang, 3 suara abstain, dan 1 tidak sah.
Sebelumnya konstitusi Tiongkok menetapkan batas waktu masa jabatan presiden Tiongkok dua periode, satu periode lima tahun.
Amendemen itu memberikan wewenang pada Xi Jinping untuk mewujudkan visi mengubah Tiongkok menjadi negara adidaya ekonomi dan militer.
Ambisi itu terlihat, terasa, dan terdampak.
Ia menimbulkan kegelisahan banyak pihak.
Namun, di tengah Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang tengah melindap baik di dalam maupun di luar, Tiongkok kian percaya diri.
Xi yang dilantik sebagai presiden pada 2013 mestinya akan berakhir 2023, di periode kedua.
Para pengkritiknya menyebut Xi sebagai 'Kaisar Xi Jinping', 'Xi Zedong', atau 'Kaisar Baru Abad 21'.
Namun, parlemen dan juga Xi tak surut. Terlebih itu hanya segelintir orang di media sosial.
Para loyalis partai justru sangat yakin, keputusan mengamendemen konstitusi akan mempercepat kemajuan Tiongkok.
Terlebih pria kelahiran 15 Juni 1953 itu dinilai mempunyai kemampuan jika dibandingkan dengan beberapa pendahulunya.
Benarlah kata banyak pemerhati kepemimpinan, yang disebut sistem bukanlah benda mati.
Manusia 'kuat' menciptakan sistem, dan ia sistem itu sendiri.
Di Indonesia, Orde Baru mengawalinya dengan membatalkan Tap MPRS No III/MPRS/1963 yang mengangkat Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
Namun, penggantinya, Soeharto, mengulangi kekuasaan tanpa batas itu.
Akibatnya keduanya 'memeluk' nasib tragis sendiri-sendiri.
Sisa-sisa, bahkan pengaruh, nasib tragis dua presiden itu masih terasa hingga kini.
Kembali ke Tiongkok, negeri berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu kini kembali ke cerita lama, era Deng dalam memperlakukan kekuasaan.
Negeri ini memang berada di ujung kehendaknya yang kuat: menjadi superpower.
Dari banyak nujum, negeri ini jauh lebih cepat pertumbuhan dan kemajuannya.
Ia paling dramatis jika dibandingkan dengan yang pernah dicapai Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.
Xi dinilai akan kian memantapkan ambisi itu. Ia yang berkuasa sejak 2013, mestinya akan berakhir pada 2023, dengan amendemen konstitusi akan menjadi presiden seumur hidup.
Para pendukung Xi beralasan, itu kehendak rakyat yang mendesak, untuk mengubah Tiongkok menjadi pusat kekuatan ekonomi global dengan militer kelas dunia.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang kian berkilau, ketegasannya menghukum para koruptor dengan menyeret sejuta pejabat negara, membuat namanya sulit tak berkibar tinggi-tinggi.
Wajahnya terpampang di seantero negeri lewat papan-papan advertensi.
Lagu-lagu yang bersyair tentang Xi mulai menggema di banyak tempat.
Kini kemajuan Tiongkok seperti disebut para pengamat melebihi apa yang pernah dicapai Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.
Tiongkok memang banyak belajar dari negara-negara itu.
Ia belajar pengendalian dari Jepang, kegigihan dari orang Korea, akurasi dari orang Jerman, dan strategi pemasaran dari orang Amerika.
Ia tak malu belajar dari negara mana pun. Kini apa yang tidak diproduksi Tiongkok.
Mari kita tarik ke belakang. Seperti ditulis dalam buku China's Megatrends, Tiongkok tak memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, dan konon hanya 10 orang yang memahami kalkulus. Namun, di abad ke-21 ini Tiongkok mempunyai segalanya.
Negeri ini antara lain punya kereta api tercepat di dunia (Shanghai Maglev), pesawat antariksa (Shenzhou 11) yang berlabuh pada laboratorium angkasa Tiangong, dan produksi kapal induk yang 100% dikerjakan putra-putri Tiongkok.
Adakah kini ada negara yang tak digempur barang-barang dari Tiongkok?
Dengan sistem satu partai dan presiden berkuasa tanpa batas waktu di Tiongkok, sungguh habis posisi daulat rakyat.
Kini dunia menunggu Tiongkok.
Menunggu Xi Jinping.
Kekuasaan tanpa batas ialah sebuah keserakahan. Ia memupus potensi dan harapan pada tunas-tunas muda.
Asumsinya ialah hanya ia yang 'sempurna', yang lain 'pelengkap penderita'.
Pengangkatan pemimpin untuk seumur hidup sama saja menghancurkan kualitas pemimpin terbaik. *
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved