Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Negara Vs Narkoba Siapa Menang?

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
08/3/2018 05:31
Negara Vs Narkoba Siapa Menang?
(Duta)

Dua harian penting di Republik ini, di hari yang sama dalam pekan ini (6/3), menurunkan kepala berita yang bersahut-sahutan. 'Narkoba Jenis Baru Terus Bertambah', tulis Kompas. 'BNN Minta Wewenang Penyadapan', tulis harian ini. Sempurnalah kedua media jurnalisme itu (bukan media sosial) menunjukkan tingkat urgensi dan derajat keseriusan ancaman narkoba.

Pertanyaan yang mengganggu subjektivitas saya, bakal menangkah negara ini melawan narkoba? Mohon jangan salah paham. Negara adidaya Amerika Serikat cenderung kalah melawan kejahatan narkoba. Kekalahan terakhir terjadi 1 Januari 2018. Mulai saat itu Negara Bagian California memberlakukan peraturan apotek resmi diizinkan menjual mariyuana untuk kesenangan (recreational marijuana).

Dengan demikian, ada delapan negara bagian dan Distrik Columbia yang telah melegalisasikan penjualan mariyuana untuk kesenangan. California pelopor legalisasi penjualan mariyuana untuk medis (1996). Kini ada 29 negara bagian di AS yang melegalkan penjualan mariyuana untuk keperluan medis.

Hemat saya, tunggu waktu saja di antara negara bagian itu bakal ikut juga melegalkan mariyuana untuk kesenangan. Sesuai dengan namanya, mariyuana untuk kesenangan dijual tanpa resep dokter. Takarannya pun cukup bikin senang, yaitu kira-kira penikmatnya mengalami euforia dan rileks.

Tersedia berbagai pilihan, berupa kembang mariyuana, THC-soda infus rasa jeruk, dan cokelat ganja. Berpenduduk hampir 40 juta, ekonominya keenam terbesar di dunia, menurut The Economist (6/1/2018), California dengan instan bakal menjadi pasar mariyuana untuk kesenangan yang terbesar.

Studi yang dilakukan Universitas California memperkirakan penjualan ganja untuk kesenangan saja akan mencapai US$5 miliar setahun. Negara bagian itu telah menjual mariyuana untuk medis senilai US$2 miliar setahun. Demikianlah pasar narkoba bagi pecandu berubah fundamental dari pasar gelap menjadi pasar yang terang benderang yang justru lebih dapat dikendalikan negara.

Dari barang yang semula haram menjadi halal itu negara dapat memungut pajak, yang antara lain bisa dipakai untuk dana pendidikan umum seperti dilakukan Negara Bagian Oregon. Legalisasi mariyuana untuk kesenangan di California juga membawa maslahat bagi persamaan ras.

Jumlah orang kulit hitam dan kulit putih pemakai narkoba kurang lebih sama, tetapi orang kulit hitam tiga kali lebih banyak yang masuk penjara. Dengan legalisasi itu, terhapus pula perlakuan diskriminatif. Kenapa California dan negara bagian lain itu akhirnya berkompromi melegalkan mariyuana untuk medis dan kemudian melegalkan mariyuana untuk kesenangan?

Jawabnya karena perang terhadap narkoba yang dikumandangkan Presiden Richard Nixon pada Juni 1971, hampir 47 tahun yang lalu, sejujurnya boleh dibilang gagal. Padahal, temanya garang sekali, 'narkoba musuh publik nomor satu'. AS ditengarai merupakan negara dengan paling banyak terpidana di dunia.

Pada 2016 di seluruh penjara di negara adikuasa itu terdapat 2,2 juta terpidana. Dalam 40 tahun (1974-2014) total terpidana naik enam kali lipat, sedangkan terpidana narkoba dalam 34 tahun (1980-2014) naik hampir 11 kali lipat. Sebaliknya, tak jemu saya ingin membandingkan dengan Belanda yang penjaranya malah makin banyak tutup karena tidak ada terpidana.

Bukan saja karena negara itu aman, melainkan hemat saya juga karena kebijakan solusi mereka terhadap narkoba. Belanda yakin menyembunyikan fenomena sosial negatif tidak membuatnya lenyap, tapi sebaliknya malah membuatnya lebih buruk, yaitu menjadi lebih sulit dipengaruhi dan dikontrol.

Berdasarkan gagasan pokok itu Belanda melakukan dekriminalisasi penggunaan narkoba dengan membuatnya legal di coffee shop dengan aturan ketat (antara lain hanya untuk orang dewasa, iklan narkoba dilarang) dan takaran terukur (transaksi ganja maksimum 5 gram).

Terus terang secara subjektif saya mengkhawatirkan negara ini jangan-jangan gagal memerangi narkoba bila terus berpandangan hitam putih, yaitu tanpa pandang bulu mengkriminalkan semuanya, termasuk pemakai narkoba yang senyatanya pasien yang telah terserang sarafnya dan nyaris tidak tersembuhkan.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.