Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Bersiap Menuju Puncak

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
02/2/2018 05:31
Bersiap Menuju Puncak
(Duta)

BERSIAP menuju puncak. Itulah yang kini tengah dilakukan para politikus yang hendak maju Pemilihan Presiden 2019. Partai Gerinda dan sangat mungkin PKS akan segera mengumumkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Partai Demokrat juga tengah menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Karena itu, tokoh muda ini rajin bersafari ke berbagai pelosok negeri. Bahkan, Partai NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP sudah beberapa bulan resmi mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Ada banyak pintu masuk menjadi presiden. Richard Nixon, Presiden ke-37 Amerika Serikat, misalnya jelas berbeda dengan Jokowi.

Nixon yang pemarah itu gagal dalam pemilihan Gubernur California pada 1962, tetapi kemudian memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat pada 1969. Bahwa ia akhirnya harus mengukir sejarah buruk, menjadi Presiden AS pertama yang mengundurkan diri karena skandal Watergate, itu soal lain.

Faktanya ia gagal menjadi gubernur, tetapi berhasil menjadi presiden. Di Indonesia, Jokowi jenjang karier politiknya mulai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta (belum separuh periode jabatan), sampai presiden. Karena itu, sebagian pendukung mantan pengusaha mebel ini ada yang mulai gotak-gatik-gatuk bahwa angka simbolik 212 itu Jokowi banget.

Penjelasannya: dua kali wali kota, sekali gubernur, dua kali presiden. Apakah akan menjadi kenyataan 212 itu? Sang penguasa alam semesta, langit dan bumi, yang mahatahu. Kini Prabowo Subianto juga sudah punya angka sugestif 08 atau 'Prabowo 08'. Maksudnya ia akan menjadi presiden ke-8 Republik Indonesia.

Ini angka bagus untuk membangun sugesti bahwa mantan Danjen Kopassus di masa Orde Baru itu mampu menggantikan Jokowi pada Pemilu 2019. Kemenangan Anies Rasyid Baswedan pada pilkada Jakarta tentu menjadi motivasi baru lagi bagi Gerindra dan Prabowo.
Bukankah psikosibernetik memang memberi jalan bahwa untuk menggapai impian bisa dengan membangun sugesti terus-menerus?

"Tempelkanlah gambar sedan Mercedez seri terbaru di kamarmu. Pandangilah setiap hari gambar itu. Bayangkan Anda dengan senyum merekah menaiki kendaraan berkelas itu melewati rumah calon mertua yang pernah menolak Anda. Itulah jalan psikosibernetik." Begitulah kalimat pelecut dari seorang motivator berpuluh tahun lalu ketika saya SMA mengikuti pelatihan kewirausahaan.

Ini sesi untuk membangun semangat merealisasikan mimpi. Tak hanya untuk berniaga, tetapi juga yang lain. Politik misalnya. Hasrat yang bergelora untuk mencapai impian memang harus terus dihidupkan. "Setiap impian besar berawal dari seorang pemimpi. Ingatlah, Anda memiliki kekuatan, kesabaran, dan hasrat untuk meraih bintang-bintang," kata Harriet Tubman, mantan budak Amerika Serikat yang kemudian menjadi pembebas kaumnya.

Tak hanya Prabowo (yang kini berusia 67 tahun) yang harus terus menguatkan sugesti untuk menjadi presiden. AHY (39 tahun), Puan Maharani (44 tahun), Muhaimin Iskandar (51 tahun), Gatot Nurmantyo (58 tahun), Anies Baswedan (49 tahun), atau siapa pun warga negara Indonesia yang dimungkinkan oleh undang-undang, silakan mulai bermimpi 'meraih bintang-bintang', menjadi presiden atau wakil presiden. Silakan mulai membayangkan takhta itu.

Prabowo tak usah merasa usianya yang paling tua menjadi penghalang untuk maju lagi pada Pilpres 2019. Ronald Reagan dan Donald Trump masing-masing menjadi Presiden Amerika Serikat ketika berusia 70 tahun. Bahkan, Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia, yang kini berusia 91 tahun, tengah didorong oleh oposisi untuk menantang Najib Razak.

AHY, yang pensiun sebagai tentara masih berpangkat mayor, tak usah merasa rendah diri menantang para jenderal. Jika Prabowo dan Gatot maju pilpres, sama-sama telah menjadi warga sipil yang hak politiknya sama. Agus juga tak harus gamang karena gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta lalu maju pilpres.

Bukankah Nixon telah meniadi contoh 'penyemangat' yang konkret? Dengan usia mudanya, AHY justru harus merasa paling percaya diri. Bukankah Gamal Abdul Nasser mampu memimpin Revolusi Mesir dan menjadi presiden Negeri Spinx itu ketika usianya belum 35 tahun?

Fidel Castro yang legendaris berhasil menggulingkan diktator Batista juga masih muda usia dan kemudian menjadi presiden Kuba yang sangat disegani selama lebih dari tiga dasawarsa. Sebagian santri di Indonesia juga telah mengumumkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden.

Ini artinya para santri sudah mengukur diri, bahwa untuk Muhaimin yang masuk akal ialah posisi kedua. Gatot Nurmantyo, setelah resmi pensiun Maret nanti, bagus juga mulai terbuka mengumumkan diri bakal maju pada Pilpres 2019. Puan Maharani, tentu yang paling tahu PDIP, terutama Megawati. Akan di mana cucu Soekarno ini hendak 'berlabuh'.

Dalam negara demokrasi, akan lebih banyak manfaatnya, para calon presiden/wakil presiden, yang berada di posisi puncak, diumumkan jauh-jauh hari. Rakyat akan mempunyai waktu cukup untuk menilai, mengkritisi, membandingkan, dan menentukan pilihan mana yang terbaik.

Yang penting mereka paham, negeri besar dengan kompleksitas permasalahan ini, terutama kesenjangan sosial yang sangat tinggi ini, butuh pemimpin negarawan kelas super. Yang takhtanya didedikasikan sepenuhnya untuk kejayaan negeri dan kesejahteraan bangsanya.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.