Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Jasa Keuangan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
20/1/2018 05:31
Jasa Keuangan
(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

BANK Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan melaporkan lembaga keuangan dan perbankan dalam kondisi sehat dan siap berperan dalam pembangunan. Itu bukan hanya dapat dilihat dari labanya yang meningkat, melainkan juga dari kredit bermasalah cenderung menurun.

Simpanan dana pihak ketiga sepanjang 2017 meningkat sekitar 9,35%, sementara kredit meningkat 8,35%. Tidaklah keliru apabila Presiden Joko Widodo meminta lembaga keuangan berperan lebih besar lagi pada tahun ini. Tidak sekadar meningkatkan penyaluran kredit, tetapi juga kredit itu bisa dirasakan juga oleh para pengusaha mikro dan kecil agar mereka bisa naik kelas menjadi pengusaha kelas menengah.

Kita tentu setuju bahwa perbankan dan lembaga keuangan harus bisa terus mengapitalisasikan modal mereka. Agar menjadi lembaga yang sehat, mereka harus bisa memupuk keuntungan. Hanya, ukuran keberhasilan, terutama perbankan, bukan dilihat dari besarnya keuntungan yang didapat.

Tugas yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana mendorong kegiatan di sektor riil. Di sinilah harapan Presiden menjadi relevan. Sehatnya lembaga keuangan sekarang ini tidak memberikan kontribusi signifikan kepada pertumbuhan ekonomi. Penyaluran kredit perbankan jauh di bawah target 12% seperti ditetapkan BI.

Memang dibutuhkan dua orang untuk menari tango. Penyaluran kredit tidak bisa dipaksakan apabila permintaan dari sektor riil tidak ada. Tidak sedikit kredit yang sudah disetujui bank tahun lalu ternyata tidak ditarik pengusaha. Banyak pengusaha yang ragu untuk menanamkan modal atau mengembangkan usaha mereka.

Akibatnya, penyaluran kredit tahun lalu tidak bisa mencapai dua digit. Dengan pertumbuhan kredit 8,35%, tidak usah heran apabila pertumbuhan ekonomi tahun lalu diperkirakan hanya 5,05%. Padahal, pemerintah menargetkan tahun lalu perekonomian bisa tumbuh sebesar 5,2%.

Tantangan itulah yang harus bisa dijawab sekarang. Bagaimana membuat lembaga keuangan dan perbankan tidak hanya bermain aman? Mereka hanya menanamkan dana yang diperoleh dari masyarakat kepada portofolio aman seperti surat utang negara. Keuntungan perbankan harus lebih besar datang dari kegiatan penyaluran kredit ke sektor riil.

Tentunya pengusaha pun harus lebih bersemangat menanamkan modal atau mengembangkan usahanya. Seperti dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pertumbuhan sektor industri harus bisa kita dorong di atas 7% agar kita bisa tumbuh 5,4% tahun ini. Permintaan kredit dari pengusaha inilah yang harus membuat perbankan tidak hanya duduk ongkang-ongkang kaki untuk menikmati keuntungan.

Kita membutuhkan hadirnya investasi karena seperti dikatakan Presiden, kita tidak sekadar perlu agar perekonomian ini tumbuh, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan pemerataan. Yang namanya pemerataan hanya terjadi kalau kita bisa mengurangi angka pengangguran dan membuat lebih banyak warga bangsa ini bisa mendapatkan pekerjaan.

Kalau sekarang ini kesenjangan semakin melebar, salah satunya karena kelompok orang kaya lebih memilih menyimpan uang mereka daripada untuk investasi. Itu bisa terlihat dari persentase dana pihak ketiga yang meningkat lebih tinggi daripada penyaluran kredit. Akibatnya, kelompok orang kaya menjadi semakin kaya karena bunga simpanan.

Sebaliknya, kelompok bawah semakin miskin karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Memang ada yang mengingatkan agar kita jangan menjadi pegawai, tetapi jadilah pengusaha apabila ingin hidup lebih baik. Namun, tidak semua orang dilahirkan untuk bisa menjadi pengusaha.

Banyak yang mencoba untuk berbisnis, tetapi kemudian dana mereka habis. Inilah yang membuat banyak orang akhirnya memilih menjadi pekerja. Tugas negara untuk mendorong mereka yang mempunyai kemampuan menjadi pengusaha agar terus meningkatkan investasi dan membuka lapangan pekerjaan.

Sebaliknya, mereka yang menjadi pekerja diminta untuk meningkatkan etos kerja, disiplin, dan produktivitas agar tempat mereka bekerja bisa terus berkembang dan dengan itu, melebarkan usahanya sehingga lebih banyak orang mendapat pekerjaan di perusahaan itu.

Langkah yang perlu dilakukan pemerintah tidak hanya mempermudah izin usaha dan mengurangi birokrasi, tetapi juga memberi insentif agar para pengusaha lebih bersemangat menanamkan modal. Apabila pemerintah bisa membangun sistem yang lebih efisien, daya saing pengusaha akan semakin tinggi dan itulah yang akan membuat pengusaha semakin terpacu mengembangkan usahanya.

Bahkan pemerintah harus menetapkan arah pembangunan yang menjadi prioritas agar investasi yang dilakukan tidak mubazir. Bahkan untuk pengembangan industri, pemerintah harus menentukan pembangunan industri yang hendak dituju agar kemudian sumber daya yang terbatas tidak terpakai secara sia-sia.

Berulang kali kita sampaikan kalau yang ingin kita kejar ialah pertumbuhan dan pemerataan, arah pembangunan industri harus lebih ditekankan kepada yang padat karya. Industri seperti itu ialah tekstil dan produk tekstil atau sepatu. Kita selama ini sudah meninggalkan industri itu karena dianggap sudah sunset.

Namun, sayangnya industri pengganti yang bisa menyerap tenaga kerja tidak pernah hadir. Inilah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan apabila kita ingin mendorong jasa keuangan memberi manfaat lebih kepada pembangunan ekonomi.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.