Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Rangkap Jabatan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
18/1/2018 05:05
Rangkap Jabatan
(Ilustrasi)

TANPA buang waktu, Presiden Jokowi kemarin mengganti Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang mundur dari jabatannya karena ikut pilkada sebagai calon Gubernur Jawa Timur.

Jokowi melangkah cepat, sesuai karakternya, sigap bekerja. Spekulasi pun berakhir.

Mensos baru ialah Idrus Marham yang saat dilantik kemarin masih berkedudukan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar.

Pengangkatan Idrus itu memperkuat posisi Golkar sebagai partai pendukung pemerintah bersama PDIP, NasDem, PKB, Hanura, dan PAN (yang dinilai setengah hati).

Dihitung dengan jujur, Golkar yang di kala pilpres tidak mendukung Jokowi, kini di pemerintahan Jokowi mendapat empat kursi, jumlah yang signifikan.

Selain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Idrus Marham yang baru dilantik, jangan lupa menghitung Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan sebagai kader Golkar.

Juga tidak fair tidak menghitung Nusron Wahid.

Ia bukan menteri, tapi kedudukannya sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), setingkat menteri.

Yang mengherankan ialah sejauh ini Presiden Jokowi merestui rangkap jabatan di Partai Golkar.

Pada 30 Mei 2016, Nusron Wahid diangkat menjadi Ketua Koodinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I (Sumatra dan Jawa) Golkar justru dalam kedudukannya sebagai Kepala BNP2TKI.

Itu berarti telah terjadi rangkap jabatan di partai dan di pemerintahan selama 19 bulan.

Menteri Perindustrian Airlangga juga merangkap jabatan, bahkan di puncak jabatan partai, yakni sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Itu terjadi justru ketika dia menjadi menteri.

Karena itu, patut ditengarai rangkap jabatan Airlangga itu bakal berlanjut sampai masa pemerintahan Jokowi jilid I ini berakhir.

Buktinya, Jokowi tidak menggunakan mundurnya Mensos Khofifah sebagai momentum untuk melakukan perombakan kabinet, yaitu mencopot Airlangga, sehingga tidak terjadi rangkap jabatan.

Bahkan, Jokowi malah memakai momentum itu untuk melegitimasikan perangkapan jabatan dengan menjadikan Idrus Marham selaku mensos, justru dalam kedudukannya selaku Sekjen Partai Golkar.

Demikianlah, sejauh menyangkut orang Golkar, perangkapan jabatan bukan lagi masalah bagi Presiden Jokowi.

Kenapa?

Hanya Jokowi yang tahu.

Yang publik tahu dengan baik, tokoh Golkar tidak bergigi ke dalam tubuh Golkar kalau yang bersangkutan tidak berada di dalam kekuasaan pemerintahan.

Karena itu, merangkap jabatan di dalam kekuasaan pemerintahan dan sekaligus berkuasa di tubuh Golkar menjadi faktor sangat penting.

Rangkap jabatan itu yang menghidupi pengakuan dan kepatuhan.

Bayangkanlah seberapa hebat wibawa seorang Airlangga sebagai ketua umum jika dia bukan menteri?

Bayangkanlah pula seberapa kuat pengaruh seorang Idrus Marham ke dalam tubuh Golkar jika dia semata mensos, tanpa kekuasaan sebagai Sekjen Golkar?

Maaf, perbandingan kiranya bakal lebih melorot lagi untuk seorang sekelas Nusron Wahid bila dia tidak berkedudukan sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar.

Pengakuan dan kepatuhan kepada pimpinan Golkar itu kian mencolok urgensinya dalam urusan penentuan calon anggota DPR.

Siapa berani berseberangan dengan risiko tidak dicalonkan dalam pileg? Bukankah pemilu tahun depan alias sedikit hari lagi?

Berkoalisi dengan Golkar hanya efektif bergigi ke legislatif kalau pimpinan puncaknya rangkap jabatan dalam kekuasaan eksekutif.

Apakah kultur Golkar itu yang membuat Jokowi toleran terhadap rangkap jabatan?

Di tahun-tahun politik ini, satu-satunya pemaaf atas toleransi itu ialah Presiden punya hak prerogatif mengangkat menteri dengan pertimbangan sangat pokok, yaitu realistis terhadap semua anatomi koalisi demi terpeliharanya pemerintahan yang kuat.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.