Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
RASANYA di mata publik Ridwan Kamil bukan wali kota lelet. Dia justru dipandang cemerlang dan karena itu ia layak naik pangkat dari Wali Kota Bandung menjadi Gubernur Jawa Barat. Akan tetapi, kini muncul kesan dia lamban dalam hal menentukan pasangan, siapa yang mendampinginya sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat.
Sepertinya dia sedang menimang-nimang kejutan, atau sedikit bermisteri, sehingga dari segi komunikasi politik terkesan ia acuh tak acuh terhadap partai yang mengusungnya. Padahal, ada partai yang memberi batas waktu kapan Ridwan Kamil harus menentukan pasangannya.
Tenggat itu terlampaui dan Golkar mencabut rekomendasi mereka. Pilkada punya dinamika sendiri. Lain lubuk lain ikannya. Lain cagub lain pula gayanya. Ridwan Kamil bukan orang rata-rata, bukan pula kepala daerah seumumnya. Akan tetapi, tidak semua partai suka dengan keunikan seorang calon kepala daerah yang diusung.
c
Partai pengusung umumnya membuat daftar yang harus dipenuhi sang calon kepala daerah. Ada urusan mahar, ada urusan penjodohan siapa yang hendaknya dijadikan sebagai calon wakil kepala daerah. Hanya Partai NasDem yang tidak melakukannya.
Demikianlah zaman roman bertendens Siti Nurbaya di masa Balai Pustaka sudah lama lampau, sebaliknya sedang hangat-hangatnya terjadi dalam pilkada gubernur.
Apakah penjodohan cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan cawagub Emil Dardak merupakan perjodohan di zaman milenium atau malah balik ke zaman Siti Nurbaya? Khofifah sepertinya lebih mengikuti jodoh yang diatur Partai Demokrat, tepatnya yang didesain SBY dan Soekarwo, Gubernur Jatim yang juga Ketua DPD Partai Demokrat.
Tidakkah itu penjodohan yang terburu-buru? Yang jelas PDIP menilai Emil sebagai kader yang tidak setia. PDIP sendiri hingga saat ini belum mengumumkan siapa calon Gubernur Jawa Tengah. Setelah sejumlah nama berkaitan dengan korupsi KTP-E menghilang dari dakwaan Setya Novanto, orang kiranya boleh menduga bahwa Ganjar Pranowo yang kembali bakal diusung PDIP.
Akan tetapi, siapa pasangannya sebagai calon wakil gubernur masih tergolong misteri di mata publik. Spekulatif kiranya semua bupati di Jawa Tengah yang berasal atau diusung PDIP merasa diri mereka layak menjadi wagub mendampingi Ganjar. Apakah Ganjar dapat menentukan sendiri siapa yang cocok bagi dirinya?
Partainya tentu punya rancangan sekalipun ini era zaman 'now'! Menilik bahwa di Jawa Tengah bahkan belum ada nama yang resmi diumumkan menjadi cagub, kiranya tidak beralasan menilai Ridwan Kamil lelet atau lamban menentukan cawagub. Dia tampak genit dalam hal menentukan sang wakil, memang, tetapi patut ditengarai dia telah punya pilihan, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengomunikasikannya ke partai pengusung dan memproklamasikannya kepada publik.
Hemat saya, publik justru perlu heran kenapa partai sebagai salah satu pilar berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara kehilangan kesabaran untuk memberi keleluasaan lebih besar kepada calon kepala daerah dalam menentukan wakilnya. Terlebih untuk menjawab siapakah pasangan yang mumpuni untuk dua periode, 10 tahun ke depan.
Banyak kepala daerah dan wakil kepala daerah bercerai di tengah jalan, bahkan hanya beberapa bulan setelah berbulan madu merayakan kemenangan pilkada. Interaksi berulang kali secara personal yang intens memungkinkan pasangan cagub dan cawagub membangun reputasi jujur dan bekerja sama dalam jangka panjang.
Frekuensi dan intensitas itu tidak perlu diketahui publik, bahkan tidak pula harus dikomunikasikan terburu-buru kepada partai pengusung. Dalam bahasa keluarga besar partai pengusung kiranya bukan orangtua tiri yang menghadapi perkawinan anak-anaknya, melainkan orangtua kandung yang merestui pilihan pasangan anaknya.
Yang disebut sayang itu tentu panjang sabar demi menghasilkan pasangan gubernur-wakil gubernur yang visioner, awet, dan efektif bekerja demi kemaslahatan publik sebesar-besarnya.
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved