Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ridwan Kamil

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
28/12/2017 05:31
Ridwan Kamil
(MI/ BARY FATHAHILAH)

RASANYA di mata publik Ridwan Kamil bukan wali kota lelet. Dia justru dipandang cemerlang dan karena itu ia layak naik pangkat dari Wali Kota Bandung menjadi Gubernur Jawa Barat. Akan tetapi, kini muncul kesan dia lamban dalam hal menentukan pasangan, siapa yang mendampinginya sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat.

Sepertinya dia sedang menimang-nimang kejutan, atau sedikit bermisteri, sehingga dari segi komunikasi politik terkesan ia acuh tak acuh terhadap partai yang mengusungnya. Padahal, ada partai yang memberi batas waktu kapan Ridwan Kamil harus menentukan pasangannya.

Tenggat itu terlampaui dan Golkar mencabut rekomendasi mereka. Pilkada punya dinamika sendiri. Lain lubuk lain ikannya. Lain cagub lain pula gayanya. Ridwan Kamil bukan orang rata-rata, bukan pula kepala daerah seumumnya. Akan tetapi, tidak semua partai suka dengan keunikan seorang calon kepala daerah yang diusung.
c
Partai pengusung umumnya membuat daftar yang harus dipenuhi sang calon kepala daerah. Ada urusan mahar, ada urusan penjodohan siapa yang hendaknya dijadikan sebagai calon wakil kepala daerah. Hanya Partai NasDem yang tidak melakukannya.
Demikianlah zaman roman bertendens Siti Nurbaya di masa Balai Pustaka sudah lama lampau, sebaliknya sedang hangat-hangatnya terjadi dalam pilkada gubernur.

Apakah penjodohan cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan cawagub Emil Dardak merupakan perjodohan di zaman milenium atau malah balik ke zaman Siti Nurbaya? Khofifah sepertinya lebih mengikuti jodoh yang diatur Partai Demokrat, tepatnya yang didesain SBY dan Soekarwo, Gubernur Jatim yang juga Ketua DPD Partai Demokrat.

Tidakkah itu penjodohan yang terburu-buru? Yang jelas PDIP menilai Emil sebagai kader yang tidak setia. PDIP sendiri hingga saat ini belum mengumumkan siapa calon Gubernur Jawa Tengah. Setelah sejumlah nama berkaitan dengan korupsi KTP-E menghilang dari dakwaan Setya Novanto, orang kiranya boleh menduga bahwa Ganjar Pranowo yang kembali bakal diusung PDIP.

Akan tetapi, siapa pasangannya sebagai calon wakil gubernur masih tergolong misteri di mata publik. Spekulatif kiranya semua bupati di Jawa Tengah yang berasal atau diusung PDIP merasa diri mereka layak menjadi wagub mendampingi Ganjar. Apakah Ganjar dapat menentukan sendiri siapa yang cocok bagi dirinya?

Partainya tentu punya rancangan sekalipun ini era zaman 'now'! Menilik bahwa di Jawa Tengah bahkan belum ada nama yang resmi diumumkan menjadi cagub, kiranya tidak beralasan menilai Ridwan Kamil lelet atau lamban menentukan cawagub. Dia tampak genit dalam hal menentukan sang wakil, memang, tetapi patut ditengarai dia telah punya pilihan, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengomunikasikannya ke partai pengusung dan memproklamasikannya kepada publik.

Hemat saya, publik justru perlu heran kenapa partai sebagai salah satu pilar berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara kehilangan kesabaran untuk memberi keleluasaan lebih besar kepada calon kepala daerah dalam menentukan wakilnya. Terlebih untuk menjawab siapakah pasangan yang mumpuni untuk dua periode, 10 tahun ke depan.

Banyak kepala daerah dan wakil kepala daerah bercerai di tengah jalan, bahkan hanya beberapa bulan setelah berbulan madu merayakan kemenangan pilkada. Interaksi berulang kali secara personal yang intens memungkinkan pasangan cagub dan cawagub membangun reputasi jujur dan bekerja sama dalam jangka panjang.

Frekuensi dan intensitas itu tidak perlu diketahui publik, bahkan tidak pula harus dikomunikasikan terburu-buru kepada partai pengusung. Dalam bahasa keluarga besar partai pengusung kiranya bukan orangtua tiri yang menghadapi perkawinan anak-anaknya, melainkan orangtua kandung yang merestui pilihan pasangan anaknya.

Yang disebut sayang itu tentu panjang sabar demi menghasilkan pasangan gubernur-wakil gubernur yang visioner, awet, dan efektif bekerja demi kemaslahatan publik sebesar-besarnya.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.