Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Menolak, Ditolak

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
26/12/2017 05:31
Menolak, Ditolak
(Instagram)

DIUNDANG, tapi dilarang. Itulah yang dialami Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Oktober lalu. Ia diundang Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph F Dunford, tapi negeri itu pula yang melarangnya. Yang membingungkan, pemberitahuan larangan itu ketika Gatot dan istri telah berada di Bandara Soekarno-Hatta, beberapa saat hendak terbang.

Para diplomat 'Negeri Paman Sam' lekas meminta maaf. Namun, tak ada penjelasan resmi kenapa seorang tokoh penting diundang tapi kemudian dilarang sebab umumnya negara akan 'menyelamatkan' diskresi para aparat (negara) di lapangan. Adalah hak absolut sebuah negara menerima dan menolak warga negara asing masuk ke wilayahnya. Sepenting dan sepopuler apa pun tokoh itu di negerinya.

Sabtu pekan silam giliran Ustaz Abdul Somad dideportasi Imigrasi Hong Kong. Ia hadir ke negeri itu memenuhi undangan warga Indonesia di Hong Kong untuk memberi tausiah. Abdul Somad sampai di bandara Hong Kong sekitar pukul 15.00. Ia kemudian dibawa ke ruang khusus dan diinterogasi petugas imigrasi bandara. Ia dipaksa kembali ke Indonesia dengan pesawat yang sama, 1 jam kemudian.

Lagi-lagi tak ada penjelasan resmi dari negara yang melarang. Tentu saja, peristiwa itu mengundang banyak reaksi, termasuk Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Halim Saifudin, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI mempertanyakan kenapa deportasi itu bisa terjadi? Bukankah Abdul Somad warga negara yang baik?

"MUI merasa prihatin atas kejadian yang menimpa Ustaz Abdul Somad, semoga beliau sabar dan mengambil hikmah dari peristiwa tersebut," kata Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adin. Zainut paham dalam tata hubungan antarnegara, ada wilayah yang tak bisa diintervensi. Karena itu, keprihatinan yang ia tunjukkan tak reaktif, tapi normatif.

Namun, ia meminta Kementerian Luar Negeri melakukan protes atas peristiwa itu.Indonesia sepanjang 2017 menolak sedikitnya 1.700 orang asing. Dari jumlah itu, yang terbanyak ditolak dari Tiongkok. Memang, menolak orang asing secara subjektif ialah bagian dari upaya tiap-tiap negara melindungi keamanan negerinya.

Setiap negara punya aturan tentang orang asing yang ditolak masuk ke negaranya. Indonesia punya UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pasal 13 ayat (1) menyebutkan, pejabat imigrasi menolak orang asing masuk wilayah Indonesia, jika orang asing tersebut:
a. Namanya tercantum dalam daftar penangkalan; b.

Tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah dan berlaku; c. Memiliki dokumen keimigrasian yang palsu; d. Tidak memiliki visa, kecuali yang dibebaskan dari kewajiban memiliki visa; e. Telah memberi keterangan yang tidak benar dalam memperoleh visa; f. Menderita penyakit menular yang membahayakan kesehatan umum; g.

Terlibat kejahatan internasional dan tindak pidana transnasional yang terorganisasi; h. Termasuk daftar pencarian orang untuk ditangkap dari suatu negara asing; i. Terlibat kegiatan makar terhadap pemerintah Republik Indonesia; j. Termasuk jaringan praktik atau kegiatan prostitusi, perdagangan orang, dan penyelundupan manusia.

Meskipun setiap negara punya aturan dan undang-undang sendiri, tapi pasti substansinya tidaklah jauh berbeda. Kita hanya bisa menduga-duga atas dasar apa Abdul Somad dideportasi. Di dalam negeri, Ustaz kelahiran Riau pada 1977 ini juga pernah ditolak sebagian masyarakat Bali, awal Desember lalu.

Adakah penolakan itu karena ia pernah ditolak di Bali? Lagi-lagi ini hanya menduga-duga. Lagi pula apa relevansinya? Namun, apa pun hak absolut sebuah negara menolak orang asing, pemerintah tak boleh membiarkan ada warganya yang diperlakukan tak elok oleh negara lain.

Menurut Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong, pihaknya berupaya berkomumikasi dengan pihak imigrasi bandara Hong Kong. Namun, proses deportasi itu memang begitu cepat, sekitar 1 jam setelah mendarat dan interogasi. Aturan pada dasarnya juga untuk melindungi warga negara.

Dalam dunia yang kian menuntut transparansi, demi kejelasan warga negara, perlu juga dibuat kesepakatan antarnegara tentang orang asing dicekal dan dideportasi. Jika banyak manfaatnya, kenapa tak bersepakat terus terang tentang alasan penolakan itu?

Namun, mengingat Indonesia juga telah begitu banyak menolak warga asing dengan subjektivitasnya, kita pun tentu tak elok pula terlalu reaktif menyikapi penolakan itu. Protes-protes itu janganlah justru untuk saling 'menghabisi' kita sendiri. Rendah hati pula jika jadi momentum untuk berintrospeksi diri, kenapa penolakan itu terjadi? *



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.