Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ADAKAH politikus sekondang Setya Novanto saat ini? Namanya bergema melintasi aneka batas entitas. Sejak memenangi gugatan praperadilan yang pertama dan dilanjutkan dengan 'drama tiang listrik', nama bekas Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu kian menjulang meski lewat olok-olok parodi dan satire.
Para warganet menggambarkan Novanto sebagai sosok superkuasa yang bisa mengatur siapa saja, termasuk memundur-majukan sang waktu. Kini, sebagai terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, bisa jadi ia akan menyusul koleganya, yakni bekas Ketua DPD Irman Gusman yang dibui karena korupsi.
Dalam hal dugaan korupsi KTP elektronik Rp2,3 trilun (yang dibagi-bagi ke banyak pihak) dari total bujet Rp5,9 trilun, bisa jadi Novanto akan divonis lebih tinggi daripada Irman. Irman yang menerima suap Rp100 juta dibui 4,6 tahun; jika dakwaan jaksa terbukti, Novanto menerima US$7,3 juta (sekitar Rp94 miliar), berapa lama bui yang pantas baginya?
Irman dan Novanto telah 'berpindah kantor'. Dari trio ketua parlemen hasil pemilihan pada 2014 itu, kini tinggal Ketua MPR Zulkifli Hasan seorang diri yang tetap berkantor di Senayan. Istilah 'pindah kantor' memang dilontarkan Zulkifli Hasan dalam acara Empat Pilar Kebangsaan di Lampung, bulan lalu.
Ia mengungkapkan keprihartinannya atas dua rekannya yang telah 'berpindah kantor'. Ia pun memohon doa masyarakat di kampung halamannya, Lampung, agar ia tak mengikuti jejak dua koleganya itu. "Sekarang seram, ada mobil nabrak tiang listrik, atau tiang listrik
nabrak mobil.
Saya mohon doanya, insya Allah Ketua MPR tidak akan korupsi," kata Zulkifli. Jelas ia tengah mengingatkan tentang mobil yang dikendari Novanto yang menabrak tiang listrik ketika KPK memburunya karena dua panggilan tak diindahkan. Jika kita tarik ke belakang, inilah para ketua lembaga tinggi negara terhormat hasil Pemilu 2014.
Pemilu yang disebut-sebut paling brutal sepanjang era reformasi karena kekuatan uang seperti menjadi pilar utama bagi para politikus yang bertarung menuju parlemen. Jika dikerucutkan lagi dalam soal kepentingan, inilah pula hasil perseteruan sengit antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH, kubu Joko Widodo) versus Koalisi Merah Putih (KMP, kubu Prabowo).
Waktu itu Golkar, PPP, dan PAN berada di kubu KMP bersama Gerindra dan PKS. Dalam pemilihan para pemimpin DPR, DPD, MPR yang gegap gempita, penuh nuansa 'perseteruan' itulah unsur pimpinan di parlemen dikuasai kubu KMP. Inilah 'pembalasan' yang menohok setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla menang pilpres mengalahkan pasangan Probowo Subianto-Hatta Radjasa.
Novanto juga bagian dari pertempuran internal di tubuh Golkar. Secara berkelakar Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Golkar sebagai partai 'hebat' karena dalam waktu 3,5 tahun Ketua Umum Golkar dijabat lima orang berbeda, yakni Abuirizal Bakri, Agung Laksono, Setya
Novanto, Idrus Martham (plt), dan Airlangga Hartarto.
Golkar harus memastikan pengganti Novanto sosok terbaik. Ia harus bisa mencegah kecenderungan terjadinya pemerintahan oleh parlemen (governing by parliament); yang tak berambisi dari posisinya sebagai pengawas politik menjadi pemain. Sosok yang bisa memulihkan lagi trio ketua parlemen yang tinggal sepertiga itu; yang menghidupkan lagi politik harapan, bukan kecemasan, untuk memuliakan sang rakyat yang memilihnya.***
KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved