Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ketua Sepertiga

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
22/12/2017 05:31
Ketua Sepertiga
(Seno)

ADAKAH politikus sekondang Setya Novanto saat ini? Namanya bergema melintasi aneka batas entitas. Sejak memenangi gugatan praperadilan yang pertama dan dilanjutkan dengan 'drama tiang listrik', nama bekas Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu kian menjulang meski lewat olok-olok parodi dan satire.

Para warganet menggambarkan Novanto sebagai sosok superkuasa yang bisa mengatur siapa saja, termasuk memundur-majukan sang waktu. Kini, sebagai terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, bisa jadi ia akan menyusul koleganya, yakni bekas Ketua DPD Irman Gusman yang dibui karena korupsi.

Dalam hal dugaan korupsi KTP elektronik Rp2,3 trilun (yang dibagi-bagi ke banyak pihak) dari total bujet Rp5,9 trilun, bisa jadi Novanto akan divonis lebih tinggi daripada Irman. Irman yang menerima suap Rp100 juta dibui 4,6 tahun; jika dakwaan jaksa terbukti, Novanto menerima US$7,3 juta (sekitar Rp94 miliar), berapa lama bui yang pantas baginya?

Irman dan Novanto telah 'berpindah kantor'. Dari trio ketua parlemen hasil pemilihan pada 2014 itu, kini tinggal Ketua MPR Zulkifli Hasan seorang diri yang tetap berkantor di Senayan. Istilah 'pindah kantor' memang dilontarkan Zulkifli Hasan dalam acara Empat Pilar Kebangsaan di Lampung, bulan lalu.

Ia mengungkapkan keprihartinannya atas dua rekannya yang telah 'berpindah kantor'. Ia pun memohon doa masyarakat di kampung halamannya, Lampung, agar ia tak mengikuti jejak dua koleganya itu. "Sekarang seram, ada mobil nabrak tiang listrik, atau tiang listrik
nabrak mobil.

Saya mohon doanya, insya Allah Ketua MPR tidak akan korupsi," kata Zulkifli. Jelas ia tengah mengingatkan tentang mobil yang dikendari Novanto yang menabrak tiang listrik ketika KPK memburunya karena dua panggilan tak diindahkan. Jika kita tarik ke belakang, inilah para ketua lembaga tinggi negara terhormat hasil Pemilu 2014.

Pemilu yang disebut-sebut paling brutal sepanjang era reformasi karena kekuatan uang seperti menjadi pilar utama bagi para politikus yang bertarung menuju parlemen. Jika dikerucutkan lagi dalam soal kepentingan, inilah pula hasil perseteruan sengit antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH, kubu Joko Widodo) versus Koalisi Merah Putih (KMP, kubu Prabowo).

Waktu itu Golkar, PPP, dan PAN berada di kubu KMP bersama Gerindra dan PKS. Dalam pemilihan para pemimpin DPR, DPD, MPR yang gegap gempita, penuh nuansa 'perseteruan' itulah unsur pimpinan di parlemen dikuasai kubu KMP. Inilah 'pembalasan' yang menohok setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla menang pilpres mengalahkan pasangan Probowo Subianto-Hatta Radjasa.

Novanto juga bagian dari pertempuran internal di tubuh Golkar. Secara berkelakar Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Golkar sebagai partai 'hebat' karena dalam waktu 3,5 tahun Ketua Umum Golkar dijabat lima orang berbeda, yakni Abuirizal Bakri, Agung Laksono, Setya
Novanto, Idrus Martham (plt), dan Airlangga Hartarto.

Golkar harus memastikan pengganti Novanto sosok terbaik. Ia harus bisa mencegah kecenderungan terjadinya pemerintahan oleh parlemen (governing by parliament); yang tak berambisi dari posisinya sebagai pengawas politik menjadi pemain. Sosok yang bisa memulihkan lagi trio ketua parlemen yang tinggal sepertiga itu; yang menghidupkan lagi politik harapan, bukan kecemasan, untuk memuliakan sang rakyat yang memilihnya.***



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.