Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ketimbang Mampus Diserang

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Indonesia
18/12/2017 05:31
Ketimbang Mampus Diserang
(AP Photo/Wong Maye-E)

PERANG siber ialah perang terbuka. Dalam arti luas, siapa pun yang bergelar hacker tanpa peduli negara asal paspornya bisa menjadi aktor yang menjahili, menjebol, bahkan menghancurkan sistem pertahanan siber suatu negara.

Itulah kelakuan hacker sebagai 'tamu tidak diundang'.

Kementerian Pertahanan Singapura membalikkan jalan pikiran di atas. Mereka tidak menunggu diserang tamu tidak dikenal.

Mereka malah resmi mengundang para hacker dari dunia putih untuk 'menjebol' sistem internet mereka, 'sejebol-jebolnya'.

Tidak tanggung-tanggung, Kementerian Pertahanan Singapura mengundang sebanyak 300 hacker terpilih lokal dan internasional untuk melakukan 'kejahatan' siber itu secara terhormat mulai 15 Januari hingga 4 Februari 2018.

Dari 300 hacker itu diharapkan ada 200 hacker internasional dan sisanya 100 hacker Singapura.

Kementerian itu menyediakan hadiah uang tunai, besarnya terentang mulai S$150 (Rp1,5 juta) hingga S$20 ribu (Rp200 juta).

Besarnya hadiah sesuai kinerja, yakni seberapa banyak dan seberapa bermutu kerawanan yang ditemukan hacker.

Apakah Kementerian Pertahanan Singapura tidak khawatir para hacker itu memublikasikan terbuka temuan mereka?

Untuk urusan hacker ini, Kementerian Pertahanan Singapura bekerja sama dengan Hacker One, perusahaan bereputasi putih dalam dunia hacker.

Kalaupun terjadi penyimpangan ada hacker putih menjadi hitam, mereka telah siap memitigasi.

Di Hacker One berhimpun periset-periset tepercaya dan hacker beretika dari seluruh dunia.

Mereka merancang solusi untuk perusahaan ataupun pemerintah, menemukan kerawanan keamanan yang kritis sebelum mereka dihajar hacker kriminal.

Starbuks Coffee dan Lufthansa dua contoh perusahaan, serta European Commission, Kementerian Pertahanan AS, dan kini Kementerian Pertahanan Singapura merupakan tiga contoh badan pemerintah, yang memakai jasa mereka.

Menurut Kepala Pertahanan Siber Singapura David Koh, menyewa perusahaan cybersecurity untuk menguji postur pertahanan siber jauh lebih murah ketimbang membayar tim yang didedikasikan untuk itu.

Sebagai gambaran, program menguji siber Pentagon Kementerian Pertahanan AS hanya menghabiskan US$70 ribu (Rp9 miliar lebih).

AS perlu menguji dirinya karena mereka rawan diserang secara digital. Rusia, misalnya, terbukti lebih unggul.

Kemenangan Donald Trump menjadi Presiden AS antara lain berkat campur tangan Rusia membobol Democratic National Committee serta dokumen kampanye Hillary Clinton, saingannya.

Perang siber merupakan medan pertempuran baru.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tentu menyadari benar kerawanan pertahanan siber di abad digital yang cepat berubah.

Kerawanan itu perlu diuji, bukan ditutupi atau disembunyikan kelemahannya, sampai kemudian kecolongan dibobol orang.

Di abad digital, sebuah negara bagaikan sebuah web yang terbuka.

Para aktor hitam atau putih terhubungkan (connected).

Orang hidup dalam networking. Sesungguhnya dan senyatanya tidak ada lagi tempat bersembunyi seperti dalam perang konvensional.

Asas yang bekerja ialah masyarakat terbuka, pemerintahan terbuka, sistem pertahanan yang terbuka untuk diserang.

Dalam pandangan determinisme digital, persoalan bukan lagi komunisme versus kapitalisme, autokrasi versus demokrasi, melainkan tertutup versus terbuka.

Asas lainnya tentu saja kecepatan.

Di abad digital, merupakan urusan besar mentalitas lelet, lemot.

Presiden Jokowi membahasakannya sekarang bukan lagi negara besar melawan negara kecil, melainkan negara cepat melawan negara lambat.

Tertutup, lambat pula, mampus!

Setelah membereskan organisasi dan sumber daya serta mengoptimalkan kecanggihan dirinya, Badan Siber dan Sandi Negara kiranya perlu juga berprogram mengundang hacker putih yang beretika itu untuk menguji dirinya sehingga semua kerawanan gamblang diketahui.

Semua itu ada rasionalitasnya ketimbang merasa diri baik dan baru sadar diri jelek setelah mampus diserang.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.