Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Listrik

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
09/12/2017 05:31
Listrik
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

PEMERINTAH berencana menyederhanakan kelompok pelanggan listrik menjadi empat kelompok saja. Tujuannya untuk mempermudah pelanggan agar tidak setiap kali membutuhkan tambahan listrik harus menaikkan daya. Langkah ini terutama ditujukan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Rencana itu tentunya baik khususnya untuk mendorong masyarakat menjadi lebih produktif. Hanya, menjadi pengusaha itu tidak sekali jadi. Ada proses yang harus dilalui sebelum bisa berhasil. Tidak sedikit pengusaha UMKM yang berhasil, tetapi banyak juga yang gagal dan tidak bisa melanjutkan kembali usaha mereka.

Kalau sekarang muncul banyak pertanyaan atas rencana pemerintah, tentu itu bukan semata-mata disebabkan kecurigaan. Masyarakat ingin mengetahui dampak terhadap keuangan mereka. Tarif dasar listrik setiap kelompok selama ini berbeda. Mereka khawatir apabila selama ini merupakan pelanggan 900 watt kemudian dikenai tarif dasar untuk kelompok 4.400 watt.

Hal lain yang tentunya harus menjadi pertimbangan ialah jangan sampai tujuan yang semula dimaksudkan agar masyarakat lebih produktif justru membuat mereka menjadi konsumtif. Kita punya pengalaman, ketika sumber daya itu tersedia berlebihan, orang cenderung menjadi boros.

Lihat saja ketika kita masih memiliki minyak yang melimpah dan harganya murah. Untuk kegiatan yang bisa dilakukan dengan berjalan kaki pun, kita memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor. Kemacetan yang terjadi di banyak tempat, salah satunya, disebabkan kita tidak pandai memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Dalam penggunaan listrik pun, kelemahan yang paling besar di kita ialah pada konservasi energi. Kita sering membiarkan lampu di rumah menyala sepanjang hari. Televisi menyala meski tidak ada yang menontonnya. Kita tidak cukup disiplin untuk menghemat energi.

Padahal, kalau setiap orang bisa menghemat listrik 1 watt saja, itu sama saja kita setiap hari membangun pembangkit listrik sebesar 250 Mw. Tiga tahun kita melakukan penghematan 1 watt sama dengan memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo untuk membangun pembangkit listrik 35 ribu Mw.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral secara khusus membentuk Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi karena penghematan merupakan kekuatan yang tidak kelihatan. Pepatah Inggris memang mengatakan, ‘Frugality is the mother of investment’. Kunci terpenting dari investasi adalah sikap hemat.

Penekanan pada konservasi haruslah lebih kita tingkatkan dan galakkan. Langkah penyederhanaan pelanggan listrik jangan sampai berlawanan dengan upaya menghemat listrik. Apalagi ketika banyak pembangkit kita masih digerakkan energi yang berasal dari fosil.

Sekarang ini kita melihat harga minyak dunia sudah bergerak lagi ke atas. Harga minyak dunia sudah mendekati US$60 per barel. Angka itu sudah diperkirakan lembaga seperti McKinsey sejak akhir tahun lalu. Pada semester II 2017, harga minyak dunia akan mencapai US$60 per barel.

Pemerintah memang sudah mengatakan harga bahan bakar minyak tidak akan dinaikkan sampai 2019. Bagi Perusahaan Listrik Negara, tentu keputusan ini menguntungkan karena beban biaya energi menjadi tetap. Akan tetapi, bagi Pertamina, keputusan itu sebuah malapetaka, apalagi jika harga minyak dunia semakin membubung.

Secara nasional, kondisi ini tentu merugikan. Kecuali kalau kita mampu meningkatkan produktivitas. Harga BBM dan listrik yang rendah benar-benar dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi yang lebih besar. Bukan hanya mendorong dunia usaha meningkatkan investasi, hal itu juga membuka lapangan pekerjaan dan membuat produk ekspor kita semakin kompetitif.

Kita menghargai sikap PLN untuk mendengar berbagai masukan dari masyarakat. Kebijakan itu harus dikaji dari berbagai sisi sebelum dilaksanakan agar dampak negatifnya bisa diminimalkan. Pada akhirnya kebijakan itu harus menguntungkan semua pihak dan sejalan dengan tujuan besar yang ingin dicapai.

Kajian sosial penting untuk dilakukan, di samping persoalan teknis. Terlalu lama kita tidak menggunakan pakar sosiologi dalam merumuskan setiap kebijakan. Pada zaman Orde Baru, pemerintah melibatkan langsung ahli sosiologi seperti Prof Selo Soemardjan sebagai salah satu anggota tim perumus kebijakan ekonomi.

Pada akhirnya, Presiden yang akan menentukan penyederhanaan kelompok pelanggan listrik. Hal itu tentu harus membuat PLN lebih saksama melakukan kajian. Jangan sampai kelak menjadi bumerang kepada pemerintah karena kebijakan itu tidak menjadi aset, tetapi justru menjadi beban.



Berita Lainnya
  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.