Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Desember

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
08/12/2017 05:01
Desember
(MI/Susanto)

DESEMBER ialah bulan ‘istimewa’. Ia tak hanya bulan tutup tahun, tapi juga bulan musim penghujan (banyak banjir dan bencana), dan bulan menghabiskan anggaran. Sebab, anggaran yang tak habis akan jadi aib para satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Postulatnya ialah tak habis anggaran tanda tak mampu. Karena itu, ada yang bilang, Desember bulan tentang segala urusan seperti ‘diperbolehkan’.

Desember memang menjadi bulan ‘persembunyian’ bagaimana anggaran dihabiskan dengan rupa-rupa cara. Di sini program mengikuti anggaran yang belum terserap. Bukan sebagaimana galibnya anggaran dipakai sesuai program yang telah dibuat. Wajarlah banyak yang menjadi ‘penyuka’ bulan Desember.

(Satu lagi, Desember ini juga bulan persiapan menghadapi tahun politik: Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Karena itu, Presiden Jokowi mempercepat penggantian Panglima TNI dari Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Marsekal Hadi Nurtjahjo. Hadi akan dilantik secepatnya, sementara Jenderal Gatot baru pensiun 1 April tahun depan).

Memang tiga tahun ini kebiasaan menghabiskan anggaran di Desember tak seramai di masa sebelumnya. Namun, masih banyak institusi negara yang melakukannya. Periksa saja beberapa institusi, banyak pejabat sudah mulai susah ditemui lantaran tengah melakukan perjalanan dinas, perjalanan dinas memang menjadi mata anggaran favorit, terutama di daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sampai geleng-geleng kepala karena anggaran perjalanan dinas daerah begitu tingginya, melebihi pusat. "Perjalanan dinas dan standar rapat. Masak rapat di sini (pemerintah pusat) dan daerah menjadi lebih mahal. Itu enggak masuk akal! Oleh karena itu, kami ingin itu diteliti. Honor tim, biaya rapat, dan konsinyering," kata Sri Rabu lalu.

Tingginya anggaran perjalanan dinas daerah, kata sang menteri, lantaran daerah tak menggunakan standar biaya masukan (SBM) dan standar biaya keluaran (SBK) dalam merancang APBD. Daerah banyak membuat standar sesuka hati. Ia menyebut akuntabilitas pemerintah daerah juga masih lemah.

BPK menyatakan ada 7.950 temuan dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Selain itu, ada 12.168 permasalahan yang merugian negara hingga Rp1,55 triliun. Belum lagi, ada 143 kepala daerah terjerat korupsi. Pada 2015, Presiden Jokowi pernah memangkas anggaran tak efisien di kementerian masing-masing.

Salah satu yang dipangkas ialah anggaran perjalanan dinas dan rapat yang mencapai Rp41 triliun pada 2015, dipangkas Rp15 triliun. Ada yang menganggap inilah ‘anggaran kolestrol’. Presiden Jokowi meminta seluruh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah langsung menggunakan anggarannya pada hari pertama tahun 2018.

“Kalau APBN sudah (diberikan), artinya APBD juga sudah diketahui, 1 Januari 2018 mulailah mengeluarkan dana-dana tersebut," tegasnya Rabu lalu. Jokowi menekankan, pemerintah pusat dan daerah jangan mengulangi kebiasaan buruk yang telah berlangsung puluhan tahun, yakni menumpuk anggaran hingga akhir tahun.

Bahkan, ada institusi yang baru memulai melaksanakan program di bulan Agustus atau September. Kebiasaan ini kita ulang-ulang terus selama berpuluh-puluh tahun. Hentikan," ujar Jokowi. APBN atau APBD adalah pemandu uang rakyat harus dibelanjakan. Anggaran belanja yang berkualitas jelas bisa menjadi instrumen dalam mengatasi berbagai urusan rakyat.

Kalau tidak lewat mekanisme tertib anggaran seperti ini, ia akan sporadis dalam melansakan pembangunan, seperti Nawa Cita. Selain keluhan soal anggaran yang tak kredibel, pemerintah juga memberikan Anugerah Dana Rakca kepada tiga provinsi, yakni Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Selatan. BPK menyatakan tiga provinsi mendapat opini WTP (wajar tanpa pengecualian) selama lima kali berturut-turut.

Ketiganya mendapat hadiah Dana Insentif Daerah (DID) masing-masing sebesar Rp71 miliar. Presiden Jokowi menyerahkan langsung hadiah itu di Istana Bogor, Rabu silam. Namun, Jokowi juga menegaskan WTP ialah sesuatu yang seharusnya. Ia bukan prestasi, melainkan sesuatu yang seharusnya.

Padahal, ada banyak institusi negara yang memamerkan WTP sebagai prestasi. Karena itu, banyak yang memasang advertensi. Masuk akal juga ada banyak pemimpin daerah terkena kasus korupsi, tapi institusinya mendapat opini WTP. Desember, kita berharap, tak lagi sebagai bulan ‘persembunyian’ anggaran.

Desember bisa jadi ada yang mengejutkan pascapraperadilan Setya Novanto. Desember kita juga menunggu Jenderal Gatot setelah tak lagi menjadi Panglima TNI. Ke manakah langkah kaki sang jenderal hendak diayunkan? Desember mungkin mulai jelas arahnya.*



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.