Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Mengganti sebelum Diganti

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
07/12/2017 05:31
Mengganti sebelum Diganti
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

SEHARI setelah Presiden Jokowi mengajukan nama KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto kepada DPR sebagai pengganti Panglima TNI, terjadilah mutasi dan promosi perwira tinggi dalam jajaran TNI yang dilakukan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang bakal diganti. Pertanyaannya, etiskah itu? Tidakkah lebih bijak bila mutasi dan promosi perwira tinggi itu dilakuan Panglima TNI yang baru?

Pertanyaan itu tidak ada urusan dengan kewenangan dan keabsahan. Jenderal Gatot masih Panglima TNI. Karena itu, sepanjang semua persyaratan dipenuhi dan prosedurnya benar, dia sahih melakukan mutasi bahkan promosi. Akan tetapi, setidaknya dalam pandangan kepublikan saya, mutasi/promosi yang dilakukan dalam last-minute jabatan, yaitu di saat-saat terakhir masa jabatan, bukan keputusan kepublikan yang elok.

Kenapa? Karena layak ditengarai peran personalitas bekerja dalam pembuatan keputusan itu. Sebanyak 85 perwira tinggi TNI dimutasi/promosi. Bukan jumlah yang sedikit, yang dilakukan Jenderal Gatot dalam surat keputusan yang ditandatanganinya pada 4 Desember 2017, yaitu satu hari setelah Presiden Jokowi menandatangani surat usulan pergantian Panglima TNI pada 3 Desember.

Pusat Penerangan TNI menyebut mutasi itu dalam rangka kebutuhan organisasi dan pembinaan karier. Dua perkara berdimensi proyektif, ke depan yang lebih merupakan urusan panglima baru, sang pengganti, bukan yang digantikan, sang mantan. Alasan dalam rangka kebutuhan organisasi dan pembinaan karier ialah alasan yamg selalu dipakai sehingga maaf menjadi klise.

Seorang panglima dalam masa jabatan yang normal menggunakan alasan klise itu tidak menimbulkan risih di telinga publik. Namun, menjadi amat janggal ketika dipakai sebagai alasan ketika jabatannya dalam 'last-minute'. Saya sekurang-kurangnya risih dan mengekspresikannya dalam forum ini.

Perwira tinggi menyandang kehormatan tinggi dan tentu tanggung jawab besar. Berhasil menembus batas kolonel merupakan promosi hebat dan serentak dengan itu sang perwira tinggi nyaris tidak boleh bermimpi jenderal berbintang empat. Karena itu, ketika mencapai bintang tiga bahagia berada di tapal batas 'terakhir'.

Dalam suatu perjalanan ke Riau, dalam rangka latihan militer bersama dengan angkatan perang Singapura, di pesawat Hercules milik TNI-AU, seorang perwira tinggi bilang, "Saya bahagia masuk letnan, keluar letnan." Saya tersenyum. Letnan terakhir yang dimaksud letnan jenderal.

Dia ialah Kasum ABRI Letnan Jenderal Dading Kalbuadi. Saya reporter yang meliput. Dading perwira tempur. Cuplikan kata-katanya itu semata hendak mengingatkan bahwa pangkat perwira tinggi bukan untuk dibagi-bagi dalam masa last-minute pemangku jabatan yang berwenang memberi.

Kalimat pedas itu harus saya sampaikan karena tingginya rasa hormat kepada perwira tinggi dan rasa khawatir bahwa mutasi dan promosi perwira tinggi dalam last-minute terjadi dalam lingkungan mikro yang berkemungkinan karena faktor 'kecocokan'. Pejabat publik dalam last-minute menjelang ia diganti sebaiknya tidak mengambil keputusan yang sedikit atau banyak bersifat permanen.

Tidak mengganti orang lain karena diri sendiri mau diganti. Tidak mempromosikan orang karena waktunya untuk pemimpin baru melakukannya. Itu sebuah moral kecil, tetapi kiranya bermakna sebagai contoh kepemimpinan. Pemimpin sepatutnya meninggalkan pembelajaran publik kepada pemimpin berikutnya.

Sebuah perkara yang kian langka di tengah kian perlunya pemimpin sebagai guru bangsa.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.