Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Surakarta kemarin menjadi tuan rumah kegembiraan ribuan anak bangsa dalam rangka merayakan pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution. Ribuan tamu, entah berapa jumlah persisnya.
Ada yang bilang jumlah undangan sebanyak 8.000 pucuk. Beserta pendamping, maksimum 16.000 orang. Selain itu, ada yang menyebut 12.000 relawan pun hadir di kota itu.
Kiranya tidak perlu benar presisi dalam urusan ini, sebut saja ribuan. Tidak perlu benar presisi itu karena yang mau 'ditangkap' dari magnitude itu ialah suasana kebatinan warga menyayangi Jokowi, yang punya hajatan.
Ribuan undangan antre untuk mengucapkan selamat kiranya ekspresi jujur rasa sayang. Dalam sambutannya semalam, Jenderal (Purn) Moeldoko mewakili keluarga Jokowi, membahasakan undangan datang ke 'istana hati'.
Hemat saya itu pelukisan yang sangat sublimatif dengan beberapa alasan. Pertama, Presiden Jokowi tidak menggunakan istana milik negara untuk perhelatan pribadi. Graha Saba Buana miliknya pribadi.
Gamblang menunjukkan bahwa Presiden Jokowi menegakkan batas mana urusan pribadi, mana urusan negara. Sebagai gambaran, Presiden SBY menyelenggarakan pernikahan kedua anaknya di istana.
Agus Harimurti Yudhoyono dengan Annisa Pohan di Istana Bogor, sedangkan Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Ruby Aliya Rajasa di Istana Cipanas.
Kedua, perkawinan Kahiyang dan Bobby merupakan perkawinan pluralisme.
Kemarin dalam adat Jawa, kemudian dalam adat Batak di Medan. Suatu hari, di bulan Oktober lalu, di lounge Garuda di Bandara Adisucipto Yogyakarta, seraya menanti keberangkatan, seorang yang tak saya kenal yang duduk di sebelah saya berkomentar spontan mengenai berita di Metro TV yang menyiarkan rencana pernikahan Kahiyang dan Bobby.
Katanya, "Pak Jokowi nasionalis, menantunya tidak harus orang Jawa." Sesungguhnya dan senyatanya di tingkat warga perkawinan antarsuku banyak terjadi. Namun, orang tidak mengaitkannya dengan pluralisme, dengan nasionalisme.
Orang paling membahasakannya sebagai jodoh, bak asam di gunung dan garam di laut, bertemu di kuali. Perkawinan anak orang biasa dengan anak Presiden jelas mendapat tempat penilaian yang berbeda.
Jokowi sebagai pribadi dan sebagai presiden memang nasionalis sejati, bahkan sejak ia masih kepala daerah. Sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia membela dan mempertahankan seorang lurah keturunan Tionghoa yang diprotes agar diganti.
Perhelatan kemarin menunjukkan perhelatan nasional dalam berbagai sudut pandang. Istana hati itu dihadiri tokoh NU Said Agil Siradj dan tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Maarif.
Pada acara malam hari, Din Syamsuddin, tokoh Muhammadiyah dan pimpinan MUI, kini utusan khusus Presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban yang membaca doa. Sudah tentu berbagai tokoh politik mewarnai perhelatan.
Yang khas ialah hidangan martabak dan satai kere. Martabak dari dapur Gibran, anak sulung Jokowi. Banyak tamu yang kepingin menikmati satai kere, yaitu satai dari tempe gembus yang merupakan tempe paling murah karena terbuat dari ampas tahu.
Rasanya pedas. Dalam tahun politik ini, tentu saja perhelatan akbar Jokowi itu tidak dapat dilepaskan dari penilaian bahwa semua itu berkaitan dengan Pemilu 2019.
Penilaian yang wajar karena memang negeri ini memerlukan Jokowi menjadi presiden untuk periode yang kedua. Karena itu, wajar pula bila dari kalangan oposisi ada yang mengkritik sumbang perhelatan di istana hati itu.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved