Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Salam 2 Periode

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
23/10/2017 05:02
Salam 2 Periode
(ANTARA)

TEPAT tiga tahun Jokowi menjadi presiden (20/10), hari itu WA saya dibanjiri kiriman hasil survei kinerja sang pemimpin, disertai berbagai komentar.

Akan tetapi, ada satu komentar singkat, 'Salam 2 periode'.

Salam itu tidak disertai tanda seru.

Kiranya hanya orang yang percaya diri dengan bukti-bukti empiris yang meyakinkan, yang siap mengajak ke suatu sasaran atau tujuan tanpa perlu disertai tanda seru.

Semakin banyak tanda seru menunjukkan sebaliknya.

Di sebuah rumah dipasang 'Awas anjing galak'.

Tanpa tanda seru.

Rumah lain pakai satu tanda seru, 'Awas anjing galak!'.

Rumah lain lagi dua tanda seru. Bahkan, ada yang pakai tiga tanda seru.

Apakah lebih banyak tanda seru anjingnya lebih galak? Yang lebih galak mungkin orangnya.

Banyaknya tanda seru itu kiranya lebih mengekspresikan pemilik anjing itu kurang percaya diri bahwa pesan yang dikomunikasikan tersampaikan.

Kitab suci antara lain berisi seruan.

Dalam sebuah kitab suci yang saya baca, jarang ditemukan tanda seru.

Salah satunya, 'Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'

Ada dua hal pokok hasil survei tiga tahun pemerintahan Jokowi yang rasanya berbunyi tanpa perlu tanda seru.

Pertama, kepuasan yang bahkan mencapai 70,8%.

Kedua, bila pada hari survei Litbang Kompas itu dilakukan (26 September-8 Oktober 2017) pemilu diselenggarakan, sebanyak 46,3% menyatakan bakal memilih Jokowi untuk melanjutkan memimpin Republik ini.

Masih ada 23,6% yang belum menjawab. Perkara lumrah.

Masih ada waktu dua tahun bagi Jokowi untuk bekerja keras dan bekerja cerdas memberi lebih banyak bukti.

Akan tetapi, sepuas-puasnya rakyat, tidak sehat bagi demokrasi jika 100% responden menyatakan memilih kembali Jokowi.

Banyak alasan kenapa kepuasan kepada Jokowi tinggi, antara lain ia memenuhi janji Indonesia sehat dan Indonesia pintar, dua kartu andalannya dalam debat publik capres.

Tiga tahun menjadi presiden, ia telah membagikan secara langsung 1.286.395 lembar kartu Indonesia sehat untuk warga 514 kabupaten dan kota.

KIS telah diterima 182 juta penduduk Indonesia.

Ia juga membagikan langsung dari tangannya sendiri 46.336 lembar kartu Indonesia pintar di 39 kota dan kabupaten.

Total lebih 8 juta KIP telah dibagikan kepada siswa-siswa sekolah.

Yang paling kelihatan oleh rakyat ialah kerja besar membangun infrastruktur yang hasilnya tidak perlu tanda seru untuk meyakinkan publik.

Total jalan yang sudah dibangun 2.623 kilometer.

Panjang jembatan yang telah dibangun 25.149 meter.

Tujuh bandara baru sudah dibangun dan 439 bandara lama telah pula dibenahi.

Presiden pun telah membagikan langsung 137.035 lembar sertifikat hak milik tanah untuk rakyat.

Tampaklah kata kuncinya ialah 'sudah' atau 'telah'. Karena 'telah' atau 'sudah' dikerjakan, rakyat tidak perlu banyak tanda seru untuk diyakinkan.

Rakyat dapat membuktikan di lapangan dan merasakan sendiri maslahatnya.

Akan tetapi, Republik ini besar dan luas serta banyak ketinggalan yang tidak dapat diselesaikan serentak dalam tiga tahun, bahkan dalam lima tahun.

Jokowi berpendirian tidak mengerjakan semuanya dan semuanya tidak selesai.

Hasilnya mangkrak. Jokowi berani mengambil prioritas dan fokus membangun infrastruktur.

Dalam bahasanya sendiri kepada harian ini dalam wawancara khusus, "Kalau saya kembali lagi ke satu-satulah. Artinya setelah infrastruktur, lalu pembangunan sumber daya manusia."

Otoritas Jokowi hasil pilihan rakyat dan otoritas itu dilaksanakan bukan tanpa gangguan. Terjadi kegaduhan bernapaskan agama yang bisa memukul mundur bangsa dan negara ini jauh ke belakang.

Kegaduhan diatasi berkat kepemimpinan yang kuat dan jujur.

Di era kebebasan berserikat, hanya pemimpin yang kuat dan jujur tegar menerbitkan perppu mengenai ormas.

'Salam 2 jari' hendak diteruskan dengan 'Salam 2 periode', tanpa tanda seru.

Tentu saja Jokowi dan para pembantunya dan pendukungnya harus menjawab macam-macam tanda tanya seperti daya beli dan lapangan kerja yang disuarakan kalangan oposisi.

Bukan oposisi namanya kalau tidak bersuara 'lain' dengan banyak sekali tanda seru.



Berita Lainnya
  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.